KC-95 Asal Kec. Tarkid Kab. Garut Dinyatakan Sembuh

Share posting

Oleh ; Wishnoe Ida Noor

Garut – Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut s.d Hari ini Senin, 14  September 2020 Pukul 17.30 WIB. Disampaikan oleh Yeni Yunita selaku Humas Gugus Tugas Covid-19 Kab. Garut dalam siaran Pers. Sebagai berikut:

Berdasarkan data dari Sub Devisi pencegahan Gugus Tugas Percepatan Covid-19 Kabupaten Garut

1.Pada hari ini, Tim Sub Devisi Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 melakukan skrining masif sebanyak 406 orang, dilakukan pemeriksaan dan pengambilan sampel swab;

2.Telah melakukan kegiatan tracking dan tracing pada kontak erat KC-113 dan KC-22 di Kecamatan Bayongbong sebanyak 105 orang, pada kontak erat KC-119 di Kecamatan Karangpawitan sebanyak 9 orang, pada kontak erat KC-118 di Kecamatan Tarogong Kidul sebanyak 3 orang, dan pada kontak erat KC-117 di Kecamatan Sukawening sebanyak 54 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab;

3.Innaalillaahi wainnaailaihiroojiuun telah meninggal dunia kasus suspek Covid-19 sebanyak 1 orang asal Kecamatan Cilawu, pada tanggal 14 September 2020, pukul 06.50 WIB di RSUD. dr. Slamet Garut;

4.Syukur Alhamdulillah, kasus konfirmasi positif Covid-19 telah selesai pemantauan (isolasi) dan telah dinyatakan sembuh oleh tim dokter di RSUD. dr. Slamet Garut sebanyak 1 orang, yaitu seorang laki-laki (KC-95) usia 22 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul;

5.Adapun total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 6628 kasus, terdiri dari :

a) Kontak Erat: 3523 orang, (688 Kasus isolasi mandiri dan 2835 Kasus discarded/selesai pemantauan);

b) Suspek: 2.980 kasus (27 Kasus isolasi mandiri, 5 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2910 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 38 Kasus meninggal);

c) Probable: 0 kasus

d) Konfirmasi + : 125 kasus, (1 Kasus isolasi mandiri, 31 Kasus isolasi RS/perawatan, 89 Kasus sembuh dan 4 Kasus meninggal);

6.Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari STIGMA pada mereka yang terkena musibah menjadi penderita (terinfeksi) Covid-19, berikan dukungan dan doa terbaik agar mereka kembali sehat walafiat. Dan bagi masyarakat lainnya untuk terus optimal berikhtiar agar tidak terinfeksi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas sehari-hari;

7.Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pihak lain dalam upaya memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, upaya ini dilakukan dengan 2 cara : Pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak), Kedua : memutus rantai penularan dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *