Prokes Ketat Masa PSBB, Korwil Pendidikan Garut Kota Tak Segan Berikan Sanksi

Share posting

Oleh: Hidir Hidayat

Korwil Bidang Pendidikan Kec. Garut Kota, Anita Istiani, S. Pd. M. Pd. (Poto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Garut – Kegiatan Pembelajaran di sekolah-sekolah di bawah naungan Korwil Pendidikan Kecamatan Garut Kota betul-betul diawasi dengan ketat. Dimana dalam penerapan disiplin protokol kesehatan di sekolah dengan menggunakan presentase Work From Home (WFH) dan Work From Office (WFO).

Presentase WFH adalah 75% (Tujuh Puluh Lima Persen) dan WFO adalah 25% (Dua Puluh Lima Persen) sesuai Surat Edaran Bupati Garut Nomor 443.1/74/KESRA tentang Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara Proporsional dalam Upaya Penanganan Penyebaran Covid-19.

Masa PSBB sendiri dimulai 11 Januari 2021 hingga 25 Januari 2021, dimana Kabupaten Garut menerapkannya di 26 Kecamatan. Tak terkecuali sekolah-sekolah dasar yang berada di bawah naungan Korwil Pendidikan Garut Kota.

Korwil Bidang Pendidikan Kec. Garut Kota, Anita Istiani, S. Pd. M. Pd menyebutkan bahwa proses pembelajaran yang dilakukan pada masa PSBB untuk sekolah yang berada bawah naungannya adalah 75% WFH dan 25 % WFO.

“Guru-guru dibuatkan piket untuk WFO. kalau piket biasanya ada yang 5 orang,sekarang 2 orang piket ya 25 persen dari jumlah guru,” ujar Anita di kantornya Korwil Pendidikan, Kamis (14/01).

Mengenai efektifitas waktunya, Anita mengatakan bahwa pelaksanaan WFO sendiri kurang lebih dari 3 jam yaitu dari pukul 08.00 sampai pkl 12.00.

“Yang penting mereka bekerja mengerjakan administrasi, Belajar Dari Rumah (BDR) tetap tidak berhenti makanya ada piket, karena anak-anak sudah mulai masuk,” kata Anita. Ia juga mengatakan terkait materinya, tetap dilangsungkan secara daring.

“Meskipun kita kemarin sudah senang untuk menyambut PTM (Pembelajaran Tatap Muka) tapi ternyata dibatalkan, ya daring aja berlangsung, diatur saja, anak-anak dikasih tugas seperti biasa,” ujar Anita.

Kalaupun ada sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka, Anita mengatakan tetap tidak bisa dan bagi yang berani melanggar aturan akan diberikan sanksi.

“Kita berikan sanksi yang ketat loh, karena nanti kita yang kena teguran, Insya Allah tidak ada yang berani melanggar, karena ini menyangkut nyawa siswa,” kata Anita.

Lanjutnya, meskipun ada PSBB ketat tidak merubah pendidikan yang sudah berlangsung, guru tetap melaksanakan kewajibannya, anak didik tetap mendapatkan ilmu melalui daring.

Terkait pelaksanaan vaksinasi bila suatu saat nanti dirinya diminta, Anita mengatakan sudah siap dan harus siap, karena Ia mengaku harus memberikan contoh dulu kepada bawahannya.

“Walaupun masih ada pro dan kontra ada juga yang bersedia dan yang enggak, ada yang keukeuh meskipun dari MUI halal tetap saja, namun apabila dekat waktunya kita akan sosialisasikan dan mengarahkannya kepada kepala sekolah dan guru-guru,” pungkas Anita.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *