Bekal Kematian Itu Adalah Kembali Ke Awal Kehidupan Yaitu Sahadat Qadim Dan Rahmat Allah

Share posting

inilah jalan lurus yang selalu dimintakan dalam tiap pembacaan Surat Al Fatiha

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ilustrasi-id.depositphotos.com

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm

Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn”.

Inilah Risalah yang baik, mengungkap yang tak pernah diungkap; dimana banyak orang sering mengungkapkan teori bekal kematian yang ujungnya saling mengejek karena pamer tentang banyaknya amal dan melecehkan cara ibadah orang lain dengan memvonis bid’ah, musyrik, kafir dll padahal bekal kematian sebenarnya adalah kembali ke awal kehidupan.

Semoga Allah membukakan hati kita untuk sekedar membaca dan menelaah bekal kematian yang sangat penting ini :

Kebenaran hanya milik Allah semata, sementara kesalahan timbul dari nafsuku sendiri yang dlaif dalam menimba ilmu dari Mursyid-Mursyidnya yang mulia. Semoga Allah memaafkan dosa hambaNya ini. Aamiin.

Akhirul kalam ku tutup dengan doa :

اللّٰهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لآ إِلٰهَ إِلَّآ أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوْءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْلِي فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْت

Allâhumma anta rabbî lâ ilâha illâ anta khalaqtanî wa anâ ‘abduka wa anâ ‘alâ ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu a’ûdzubika min syarri mâ shana’tu abû’u laka bini’matika ‘alayya wa abû’u bidzanbî faghfirlî fa innahu lâ yaghfirudz dzunûba illâ anta.

“Ya Allah, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku terikat pada perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau.”

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *