Kita Adalah Khalifah Allah Itu !!!

Share posting

artikel ini tidak menyangkut sama sekali dengan sistem negara kekhalifahan yang sedang hangat dibicarakan, tapi berisi sebuah pedoman hidup seluruh manusia untuk menjalankan tugas sebagai perwakilan Tuhan di dunia ini.

Oleh : H Derajat


Ilustrasi-majalah.tempo.co

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm

Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Saudaraku dan para sahabatku, pada artikel terdahulu yang berjudul “Makna Tampak Saking” telah dijelaskan tentang konsep “Khalîfatullah“. Dalam artikel tersebut, Guru Mursyid kami, Syeikh Abdurrauf Singkel mengatakan bahwa “Syeikh Bay’at Talqin adalah sebagai ‘Pengganti Allah’ (Khalîfatullah)”. Lalu bagaimana penjelasannya? Dan di mana kedudukan Rasulullah SAW?

Baiklah, mari kita telisik satu-persatu tentang konsep Khalîfatullah sebagaimana yang dikemukakan oleh Guru Mursyid kami, sekaligus menjabarkan bagaimana konsep Khalîfah yang dimaksud oleh Allah SWT sebagaimana termaktub dalam QS. Al-Baqarah: 30 yang bunyi lengkapnya sbb:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَآئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَآءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang Khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Saudaraku, dalam ayat tersebut, Allah SWT hendak menjadikan Khalîfah di muka bumi. Kehendak Allah SWT itu terhimpun dalam kata jâ’ilun yang dinyatakan untuk merealisasikan af’al (perbuatan-Nya), yang dalam hal ini  “menjadikan” (Khalîfah). Jâ’ilun adalah ism fa’il (subyek) dari kata kerja ja’ala yang artinya menjadikan. Bukan menciptakan, tapi menjadikan.

Tanpa kita semua menyadari tugas pokok kita sebagai Khalifah Allah maka terus terang saja semua ibadah kita tercampakkan, semoga Allah membukakan hati kita untuk mempelajarinya dalam link berikut :

Rasulullah SAW adalah Pemimpin kita dari dulu hingga detik ini, sebagai Khalifah Allah sudah menjadi kewajiban kita untuk mentaati dan memohon petunjuk kepada beliau.

Rasulullah SAW juga menegaskan tentang menemuinya setelah wafatnya. Sabdanya;

مَنْ زَارَنِيْ بَعْدَ وَفَتِيْ فَكَأَنَّمَا زَارَنِيْ فِى حَيَاتِيْ

“Barangsiapa yang mengunjungiku setelah wafatku, itu sama dengan datang padaku saat hidupku”

Kekeliruan timbul dari diriku sendiri sebagai manusia yang banyak kesalahan sedangkan kebenaran datangnya dari Allah Yang Maha Sempurna dan Maha Memberikan Petunjuk.

Wallahu ‘alam.

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *