Kurikulum Sekolah Penggerak Diharapkan Bisa Jawab Tantangan Dunia Pendidikan

Share posting

Oleh: Hidir Hidayat & Rudi Herdiana

Kepala Sekolah SDIT Cokroaminoto, Sukagalih Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut, Winwin Nurhayati Tauziri,S.Pd. (Foto: Rudi Herdiana – grahabignews.com)

Garut – SDIT Cokroaminoto Jl. Tenjolaya Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut yang terpilih menjadi pelopor sekolah penggerak. Dalam menampakan secara gamblang, sesuai sekolah Islam terpadu yang melekat pada sekolah tersebut, profil pada pelajar pancasila yang harus tergambar secara jelas pada visi dan misi sekolah.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Sekolah tersebut, Winwin Nurhayati Tauziri, S. Pd, Rabu(09/06). Menurut dia, Dalam diklat kami diarahkan membuat kurikulum secara mandiri, didalamnya ada proses pembelajaran yang terfokus pada peserta didik.

Istilah yang digunakan Kepala Sekolah SDIT Cokroaminoto ini adalah student well being yang diarahkan dalam diklat untuk membuat kurikulum secara mandiri sesuai kebutuhan peserta didiknya.

(Foto: Hidir HIdayat – grahabignews.com)

“Programnya harus disesuaikan dengan kebutuhan bakat dan minat peserta didik, dipadukan dengan pendidikan agama juga,” ujar kepala sekolah yang miliki peserta didik dengan jumlah siswa 290 orang.

Kurikulum yang tergambar, katanya, semuanya melalui fase-fase kurikulum pada sekolah penggerak yang melahirkan peserta didik yang mampu menggambarkan secara jelas nilai-nilai luhur pancasila.

Selain itu, menumbuhkan keimanan dan ketaqwaan yang terpadu dan nilai agama yang luhur dan diharapkan bisa menjawab semua tantangan dalam dunia pendidikan. “Program sekolah penggerak, mendapat dukungan dari Bupati Garut,” kata dia.

Kepala Sekolah SDN Cibunar 2 Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut, Hj. Ai Saadah Rachmawati, S. Pd. M. Pd. (Foto: Rudi Herdiana – grahabignews.com)

“Kita akan membuat program kurikulum bersama-sama, tidak sendiri. semisal program sebelum pandemi sudah ada seperti pembelajaran tahfidz dimasukan kedalam mata pelajaran,” katanya.

Hal yang sama dikatakan Kepala Sekolah SDN Cibunar 2 yang berlokasi di Kp.  Cibunar Hilir RT 15/04 Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, Hj. Ai Saadah Rachmawati, S. Pd. M. Pd mengatakan bahwa apa yang dilakukannya bersama guru-guru tidak sia-sia.

Bangunan Sekolah SDN Cibunar 2 Kec. Tarogong Kidul Kab. Garut. (Foto: Hidir HIdayat – grahabignews.com)

“Kemendikbudristek menghargai kami untuk segera diikutsertakan dalam sekolah penggerak, dalam wawancara kami ungkapkan semuanya terkait sistematika guru dan stakeholder di sekolah,” katanya.

Hj. Ai Saadah mengungkapkan bahwa ini memang bukan kurikulum baru, namun program kedepannya konsen kepada program di empat tahun terakhir.

“Kami harus menyesuaikan lagi dengan kurikulum sekarang, tahun ini ingin ada program membaca al-qur’an sebelum belajar, kita siapkan soundystemnya,” katanya.

(Foto: Hidir HIdayat – grahabignews.com)

Terkait anggarannya, lanjutnya, pihak sekolah sudah menyiapkan dan diharapkan anggarannya mencukupi. “Tahun berikutnya konsen pada alat-alat perkemahan dan kita akan punya bumi perkemahan sendiri, tahun ketiga pada alat kesenian, tahun keempat pada home industri,” tutur Hj. Ai Saadah yang aktif di kwaran pramuka Kecamatan Tarogong Garut ini lugas.

Ia berharap bahwa sekolahnya yang terpilih menjadi sekolah penggerak adalah terlebih dahulu akan sharing dengan gugus, namun diakuinya sekolahnya dengan jumlah siswa 177 berusaha memaksimalkan dan siap menjalankan dan mengemban amanah menjadi sekolah penggerak yang melekat.

Bingung Ingin Kuliah yang Berkualitas? Klik aja Link di bawah ini !!!

http://pmb. fteknikuniga. ac. id


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *