Kepuasan Pribadi Tak Ternilai Materi

Share posting

Oleh: Hidir Hidayat

Cecep Ahmad Rosid. (Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Garut – “Seni lukis adalah cabang seni rupa yang berfokus pada kegiatan melukis. Dengan dasar pengertian yang sama, melukis adalah kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapatkan kesan tertentu, ”

Ungkapan tersebut dilansir dari Wikipedia. Esensi dan subtansinya ada pada pelaku seni lukis sendiri. Cecep adalah pelukis yang telah mendapatkan hakikat dari pekerjaan yang digelutinya, barangkali kalau boleh penulis  gambarkan seperti itu adanya.

Cecep adalah pelukis dari Gang Hidmah RT 02 RW 20 Kelurahan Regol Kecamatan Garut Kota. Cecep Ahmad Rosid (51 thn), nama lengkap seniman lukis ini, menuturkan bahwa  ada kepuasan pribadi tersendiri dari pekerjaannya yang tidak bisa dinilai dengan uang.

Banyak project bukan hanya dari kalangan biasa yang mendapatkan sentuhannya, namun ia menyebutkan dari kalangan artis solois dan band terkenal tempo dulu yang ia sebutkan diantaranya Puput Novel , Viktor Hutabarat , Fanbers, Koesplus, dan lainnya.

Hasil Karya Cecep, Seniman Asal Garut. (Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Ia ceritakan ,Tahun 1990  adalah awal karir dirinya menggeluti dunia seni lukis dan seni rupa. Sejak duduk bangku Sekolah Dasar (SD), oleh gurunya sudah sering dihukum dan dilarang untuk melukis dimana ia kerjakan ditempat tak biasa.

Namun hal tersebut tidak membuat patah arang untuk menumpahkan inspirasi dan jiwa lukis yang telah melekat dalam bathin Cecep. Bahkan  ia berusaha untuk menumpahkan ide dan inspirasinya yang datang di tempat yang ia anggap layak dituangkan.

“Sering membayangkan orang dan melihat orang, satu kali lihat dan secara langsung ia gambarkan dalam media kertas atau media lukis lain, kadang secepat kilat, tergantung tingkat kesulitan, bisa 30-60 menit,” ujarnya.

Cecep Ahmad Rosid Dengan Hasil Karyanya. (Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Tentunya menggambar secepat itu, bukan sembarang orang mendapatkan anugerah dari Sang Pencipta, kecuali pada orang yang memang diberi anugerah dan bakat seni dari-Nya.

“Bikin patung, ukiran, satu kali lihat langsung bisa, melukis dengan tangan dalam bentuk ukiran, relief langsung bisa,” ucapnya.

Dari bahan yang dipergunakan seperti dari material stereofoam, Handmade, lukisan dinding, kulit, dan pasir, kata Cecep, ia bisa membuatnya sebagai material untuk membuat karya lukisan.

(Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Ia menyebutkan, bahwa membuat handmade dan kanvas dalam seni lukis sering ia buat dan gunakan sebagai media project lukisannya.

Cecep banyak mengerjakan project lukisannya diantaranya ke perumahan, hotel, cafe, sekolah dan banyak lagi sejumlah tempat yang meminta jasa lukisnya. Tak jarang event-event tahunan juga seperti hari raya Idul Fitri, Hari Raya Natal, Tahun Baru Imlek, Valentine Day, dan Tahun Baru Islam maupun Masehi

Dulu di Bandung yang menjadi event lukis yang dikerjakan oleh Cecep diantaranya Carnaval Mobil, Universal Hotel dan menjadi pemasok pedagang hasil karyanya di Jl. Braga. ” Seringnya medapat proyek pekerjaan terutama dari bahan stereofoam,” aku dia.

(Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Cecep mengatakan walaupun pendapatan dari pekerjaannya sangat berkurang akibat adanya pandemi covid-19, sejak awal pandemi 2019, sangat terasa dampaknya. Dikarenakan semua tempat yang menjadi ladang dan langganan usahanya tidak menggunakan jasanya, dengan alasan Covid-19 dan menutup tempat usahanya.

Akan tetapi tak surut semangatnya dalam memenuhi kebutuhan nafkah anggota keluarganya. Cecep merangkak sedikit demi sedikit sekembali dibukanya kembali ketika Garut masuk level-2, dan tempat sekolah dibuka kembali secara protokol kesehatan ketat.

Masih kata Cecep, meskipun memiliki skill atau kemampuan dalam melukis, namun kebutuhan hidup untuk sehari-hari masih dirasa belum mencukupi. ia mengaku memiliki skill, namun dari segi pendanaan dan bantuan dirasa belum sampai kepadanya.

“Saya berharap bantuan sosial dan permodalan dari pemerintah, mengingat bantuan sosial dari pemerintah sampai sekarang belum ia dapatkan,” pungkasnya.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial
error

Enjoy this blog? Please spread the word :)