Vivan Restiawan Saat Mempraktekan Cara Pemberian POC pada Tanaman. (Foto: Rudi Herdiana - grahabignews.com)
Oleh: Rudi Herdiana
Garut – Selama masih ada manusia, pasti ada sampah. Itu adalah hukum alam yang tidak dapat dipungkiri, namun kita tinggal bijak dalam mensikapinya. Jika sampah tidak bisa kita lawan, maka jadikan sampah sebagai kawan.
Hal tersebut diungkapkan Vivan Restiawan selaku Tim Div. Teknologi dan Inovasi Komunitas Bersama Talangseng Bisa, Selasa (03/11). Menurutnya, ada dua kategori dalam pengelolaan sampah, yaitu sampah organik dan an organik.
Baca juga : http://grahabignews.com/2020/11/03/pupuk-organik-cair-hidupkan-kemandirian-pesantren/
selama ini, jelas Vivan, sampah organik rumahan banyak yang dibuang percuma, padahal jika dikelola dapat mengurangi timbunan sampah di TPS maupun TPA. Salah satu pengelolaan sampah organik yang dikembangkan Komunitas Bersama Talangseng Bisa adalah pupuk organik cair (POC).
“Kami telah melakukan pembinaan dan pelatihan pengolahan sampah POC di beberapa Pondok Pesantren, salah satunya Ponpes Al-Musyawaroh Kecamatan Cilawu. Dimana untuk bahan baku POC, yaitu sampah-sampah warga di lingkungan pesantren Al-Musyawaroh,” papar dia.
Selain pembuatan POC, lanjutnya, para santri ikut menanam juga, tapi lebih kepada menjaga ketahanan pangan pesantren, diantaranya dengan menanam cabe, bawang, tomat dan lain-lain. Akan tetapi karena tidak mempunyai lahan, penanaman menggunakan media tanam.
Jika pengolahan limbah dengan system POC dikembangkan, niscaya dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Pasalnya, tidak memerlukan modal, malah bisa di bilang gratis kareha hanya memerlukan sampah yang selalu di buang warga.
“Kita belum fokus kepada omset dan marketing, tapi dikedepankan dahulu pengolahan langsung di lingkungan pesantren yang melibatkan 7 santri. Sedangkan santri lainnya, bertugas menampung sampah organik dari warga,” imbuh Vivan.
Untuk saat ini, papar Vivan, kita baru movement, anak santri baru proses pembelajaran satu bulan setengah, namun pengolahan pupuk organiknya bisa lebih berkembang. Apalagi saat ini harga pupuk yang mahan dan sulit.
Terkait mutu, Vivan menjamin karena didasarkan pernyataan Tim Akademis UNPAD bahwa inovasi pupuk ini sudah layak untuk diaplikasikan langsung ketanaman. Pasalnya POC tidak mengandung unsur kimia, jadi tidak akan merusak unsur hara tanan.
Vivan berharap pemerintah memiliki program yang konek dengan apa yang dilaksanakan teman-teman santri. Ini akan menjadi hal yang luar biasa. “Dengan pemanfaatan limbah, bisa diaplikasikan bersama-sama dengan lembaga Pemerintah terkait pengolahan sampah,” pungkasnya.
Liputan Khusus 2 Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Ratusan peserta didik mengikuti acara… Read More
Liputan Khusus 1 Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut,… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Terkait masalah belum adanya kepastian pembangunan Koperasi Desa… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Dalam rangka pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD)… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.Com.Garut - Guna menjalin keakraban personel Satgas TMMD Ke- 128… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Selasa (28/4/2026 ) – Usia yang menginjak 80… Read More