Ekonomi

Kabupaten Garut Mendapatkan Suplai 16 Juta Tabung Gas 3 Kg Setiap Tahunnya

Share posting

Oleh : Wishnoe Ida Noor

Bupati Garut, Rudy Gunawan, memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) Nomor 17 Tahun 2019, di Hotel Santika, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021). (Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut – grahabignews.com)

Garut – Bupati Garut, Rudy Gunawan, menghadiri acara sosialisasi peraturan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) Nomor 17 Tahun 2019 yang digelar di Hotel Santika, Jalan Cipana Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021).

Dalam sambutannya, Rudy sempat menyinggung terkait ketersediaan gas 3 kg di Kabupaten Garut, dimana pihaknya setiap tahunnya mendaptkan suplai sebanyak 16 juta tabung gas per tahun. “Tentu dinas kami – Dinas Perdagangan (Disperindag) – terus melakukan langkah-langkah terhadap apa yang dirasakan oleh masyarakat misalnya ini di gas,  gas ini kami mendapatkan sekitar 16 juta tabung pertahun itu kurang, harusnya 27 juta. Kami kirim surat sana kirim surat sini akhirnya ART (Anggaran Rumah Tangga) nya kita pakai Bupati untuk gas 17 ribu,” ujar Rudy.

(Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut – grahabignews.com)

Ia menyampaikan bahwa terkadang ada diskualitas harga yang tidak berimbang di daearhahnya terkait harga penjualan gas ini. “Di (kecamatan) Pameungpeuk sana di Garut bagian selatan kadang kala menimbulkan diskualitas harga sangat luar biasa tidak berimbang, ini akibat daripada langka, karena langka tidak ada lagi jalan membeli apapun yang dilakukan oleh warung, akhirnya harga 28 ribu pun dibeli (oleh masyarakat),” ucapnya.

Rudy juga mengatakan kelangkaan gas ini juga disebabkan karena adanya beberapa oknum yang tidak berhak membeli gas bersubsidi malah ikut membeli barang bersubsidi. “Nah tentu ini menjadi persoalan klasik di Kabupaten Garut tapi Alhamdulillah dalam beberapa bulan ini sudah tidak terdengar lagi adanya kekurangan, diakibatkan juga sebenarnya keserakahan banyak oknum-oknum yang seharusnya tidak boleh (membeli  gas bersubsidi),” tutur Rudy.

(Foto : Deni Septyan/Diskominfo Garut – grahabignews.com)

Adanya kelangkaan ini, lanjut Rudy, bukan salah pemerintah pusat namun ada sesuatu yang salah dalam penyalurannya. “Banyak misalnya peternakan-peternakan itu juga menggunakan barang bersubsidi, jadi orang-orang yang seharusnya mendapatkan subsidi tidak mendapatkan, dan ini adalah bukan salah pemerintah pusat, pemerintah sudah menyatakan 16 juta cukup Garut, kalau terjadi hal-hal yang tidak adanya penyaluran yang merata ini pasti ada sesuatu yang salah,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Wulansari atau yang akrab disapa Mulan Jameela, mengatakan bahwa BPH Migas merupakan salah satu mitra kerjanya di Komisi VII DPR RI. “Yang perlu kita ketahui bahwa BPH Migas ini adalah salah satu mitra kerja komisi VII DPR RI dimana salah satu tugasnya adalah mengatur mengawas  terhadap penyediaan pendistribusian bahan bakar minyak dan gas bumi. Serta pengangkatan gas bumi melalui pipa gas pipa pada usaha ini yang setiap pembuatan kebijakan berkoordinasi dengan komisi VII DPR RI sebagai wakil rakyat tentunya dan acara ini merupakan kegiatan penting sebagai tugas BPH Migas dalam mensosialisasikan sesuatu dan segala halnya yang berkaitan dengan BPH Migas kepada masyarakat,” ucap Wulansari dalam sambutannya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Wulansari atau yang akrab disapa Mulan Jameela Sedang Menyampaikan Pemaparan Pada Acara Sosialisasi Peraturan Badan Pengatur Hilir (BPH) Minyak dan Gas Bumi (MIGAS) Nomor 17 Tahun 2019 Yang Digelar di Hotel Santika, Jalan Cipanas Baru,Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Selasa (16/2/2021).

Disisi lain, Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa, menyampaikan bahwa inti sosialisasi ini adalah melakukan kemitraan dengan pemerintahan daerah. “Sikap apa yang akan menjadi inti dari sosialisasi ini, intinya adalah kita ingin melihat petunjuk teknis dan juga kita ingin melakukan kemitraan dengan kepala daerah termasuk perangkatnya dalam hal memberikan rekomendasi yang tepat bagi sektor tertentu yang memang diatur di Perpres berhak untuk mendapatkan BBM subsidi,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini hadir pula Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Garut, Enan, dan unsur pimpinan lainnya.


Share posting
rudi herdiana

Recent Posts

Persiapan Matang Hantarkan SDN 4 Pataruman Raih Juara 1 Ajang LCC Tingkat Kab. Garut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More

12 jam ago

LCC Usai Digelar, Disdik Garut Persiapkan Ajang LCT

Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More

13 jam ago

Bupati Sebut, LCC Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Kompetensi Tinggi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan  lomba… Read More

13 jam ago

SDN 4 Pataruman Kembali Menjuarai LCC SD Tingkat Kabupaten Garut 2026

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More

13 jam ago

Bupati Garut Buka Rakor GTRA 2026 dan Kenalkan Skema Baru Redistribusi Lahan

Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More

13 jam ago

Bupati Garut Soroti Pembangunan Karakter Melalui Pramuka

Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More

14 jam ago