Kabid Kesmas Dinkes Kab. Garut Tegaskan Perlunya Kerjasama Semua Pihak Dalam Percepatan Kab. Garut ODF Tahun 2022 (foto oleh Reva Dinkes KAB. Garut-grahabignews.com)
Liputan Khusus
Oleh : Wishnoe Ida Noor
Garut – Bertempat di Art Centre kawasan Proklamasi Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, dilaksanakan acara Pertemuan Rapat Koordinasi Dalam Rangka Percepatan Kab. Garut Open Defecation Free (ODF) Tahun 2022, Kamis (18/03/2021), dihadiri oleh Bupati Garut, beberapa Kepala Dinas dari SKPD Dinas Kesehatan, BPMPD, BAPPEDA, PUPR, 42 camat, dan 67 Kepala Puskesmas.
Dalam laporannya dihadapan tamu undangan, Kabid Kesmas Dinkes Kabupten Garut, dr. Tri Cahyo Nugroho mengatakan, bahwa pembangunan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi seluruh masyarakat agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya.
Menurutnya, bahwa tantangan yang dihadapi terkait pembangunan kesehatan, khususnya bidang hygiene dan sanitasi, masih sangat besar. Untuk itu perlu dilakukan intervensi terpadu melalui pendekatan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) yang menekankan pada 5 perubahan perilaku masyarakat yaitu : Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengamanan Sampah Rumah Tangga, dan Pengamanan Limbah Cair Rumah Tangga.
“ Pelaksanaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dengan 5 (lima) pilar tersebut, akan mempermudah upaya meningktkan akses sanitasi mmasyarakat yang lebih baik serta mengubah, dan mempertahankan keberlanjutan budaya hidup bersih dan sehat. Pelaksanaan STBM dalam jangka panjang dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian yang diakibatkan oleh sanitasi yang kurang baik, dan dapat mendorong terwujudnya masyarakat sehat yang mandiri dan berkeadilan,” jelasnya.
Tri mengungkapkan, bahwa Kabupaten Garut pencapaian pilar 1 (satu) STBM yaitu Stop Buang Air Sembarangan dengan pencapaian Akses Santasi, baru mencapai 74,28% dari 510.038 KK dengan pencapaian Desa ODF sekitar 203 Desa dari 442 Desa dn Kelurahan di Kabupaten Garut 9atau mencapai 46%. Sehingga kondisi Buang Air Sembarangan yang harus dituntaskan sekitar 189.357 KK atau 25,72%. Kondisi tersebut memerlukan dukungan semua pihak, baik pemerintah, masyarakat maupun swasta dengan Penguatan Komitmen Pemerintah Kabupaten Garut Open Defection Free (ODF) tahun 2022.
Untuk itu lanjutnya, pencapaian akses sanitasi memerlukan penanganan yang menyeluruh terhadap masalah sanitasi dan memerukan kerjasama dan kepedulian lintas sector dan yang terpenting peran serta masyarakat dalam mewujudkannya.
“Sehubungan hal tersebut, diperlukan strategi dan langkah-langkah Percepatan dan Penguatan TIM, mulai tingkat Kabupaten, Kecamatan, Desa/Kelurahan, sehinggga dalam pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat menuju Kabupaten Garut ODF 2022,” tandasnya.
Tri mengucapkan terimakasih pada seluruh tamu undangan yang telah menghadiri acara tersebut diiringi harapan tetap semangat guna terwujudnya Kabupaten Garut ODF DI TAHUN 2022 nanti, ujarnya mengakhiri laporan dalam sambutannya.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More
Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More
Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More