Sat Narkoba Polres Sumedang Bekuk 9 Tersangka Pengedar Sabu

Share posting

 

Oleh : Ghani Purnama

Sat Narkoba Polres Sumedang Bekuk 9 Tersangka Pengedar Sabu (foto oleh Humas Polres Sumedang-grahabignews.com)

 

Sumedang –  Jajaran Sat Narkoba Polres Sumedang bekuk 9 tersangka pengedar sabu, yakni diantaranya calon Kepala Desa dan penyalahgunaan Psytropika, Obat keras terbatas.

Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, didampingi Kasat Narkoba Polres Sumedang AKP Ari Aprian Ferdiansyah, KBO Sat Narkoba IPTU Taryono, dan Kasubag Humas Polres Sumedang AKP Dedi Juhana,  menggelar Konferensi Pers hasil pengungkapan kasus Narkotika jenis sabu, penyalahgunaan obat keras terbatas dan Psikotropika.

Dalam keterangannya, Kapolres menjelaskan, bahwa saat ini Sat Narkoba Polres Sumedang telah mengamankan 9 sembilan orang tersangka yang telah melakukan tindak Pidana Narkotika jenis Sabu sebanyak 3 orang, berinisial GP, DH Als. Usuy, dan sampai saat ini satu orang tersangka berinisial AA masih Dalam Pencarian Orang (DPO).

Adapun, barang bukti yang amankan berupa 1 (satu) paket Narkotika jenis Sabu berat 0,38 gram, satu unit KR 4, tiga buah HP, satu set alat hisap sabu, satu pack plastik klip bening, dan satu buah alat timbang digital.

“Dari hasil pengembangan tersangka ADR Als Dion, telah diamankan barang bukti berupa 1 (satu) set alat hisap sabu, 1 (satu) pack plastik klip bening, 1 (satu) buah alat timbang digital, 1 (satu) buah HP,” ungkapnya.

Lebih lanjut, kata Eko, para pelaku tersebut mengedarkan sabu dengan modus operandi tempelan, Face to face, Komunikasi melalui Media Social.

Sedangkan untuk tersangka penyalahgunaan obat keras terbatas (OKT), sebanyak 5 tersangka yang berinisial HDR Als Andra, HR Als Rama, LN Als Baho, HD Als Keribo, TK Als Kuda, dan 1 (satu) tersangka Psytropika dengan inisial  HR Als Uwa.

Menurutnya, dari ke enam tersangka telah diamankan barang bukti berupa Obat jenis HEXYMER sebanyak 2.520 butir, Obat jenis TRAMADOL HCL 50 mg sebanyak 1.574 butir, Obat jenis DEXTRO sebanyak 320 butir, Obat jenis TRIHEXIPHENIDIL sebanyak 730 butir, Psikotropika jenis ALPRAZOLAM sebanyak 26 butir, dan barang-barang yang ada kaitannya dengan tindak pidana tersebut seperti uang tunai hasil penjualan Obat sebesar Rp. 512.000,- 5 (lima) buah handphone, 600 (enam ratus) pcs plastik klip bening ukuran 4×6 cm, dan 5 (buah) buah tas gendong/selendang.

“Pengedaran para pelaku dengan cara Chas On Delivery (COD) dan Komunikasi melalui Media Social,” paparnya.

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *