Bakesbangpol Kab. Garut Gelar Rakor Terbatas Bersama FKDM Dengan Tema “Dampak Penyaluran Bansos”

Share posting

Oleh : Wishnoe Ida Noor

Garut – Dalam rangka meningkatkan peran dan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Garut, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) melaksanakan Rapat Koordinasi dengan tema “ Dampak Penyaluran Bansos” di ruang kerja Sekdis kawasan Patriot No.10 Kelurahan Sukagalih Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (29/07/2021).

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Drs. Wahyudijaya, M.Si., beserta Sekdis, Yusuf Safari, M.Pd., Kasi Intel Kejaksaan Negeri Garut, Slamet, para Kabid Bakesbangpol, serta jajaran kepengurusan FKDM, dan anggota.

Inti dari pertemuan terbatas itu, baik dari Kepala Badan Kesatuan dan Politik, Kejaksaan Negeri Garut melalui Kasi Intel, dan peserta rapat selain silaturahmi bahwa peran serta di dalam menjalan tufoksi dari FKDM terutama pada masa pandemi Covid-19 dan PPKM, diharapkan mampu menjalankan tugasnya, sehingga memberikan dampak signifikan pada semua pihak.

Hal tersebut senada dengan yang ditandaskan oleh Kasi Intel Kabupaten Garut, bahwa di dalam membangun sinergitas  tetutama menghadapi dan menyikapi masa PPKM  di pandemi Covid-19 dengan melakukan tufoksi ke intelejennya mampu dilakukan dengan baik, mengingat bahwa  situasi dan kondisi saat ini harus lebih mencerdaskan kita di dalam menerima, dan  mengolah informasi.

“Saya menyambut baik dengan adanya silaturahmi ini, semoga saja dengan keberadaan  FKDM ini nusa sama-sama bekerja di dalam membangun kondusifitas  di sekua tatanan,” tandas Kasi Intel.

Acara dilanjutkan dengan sharing bersama seluruh tamu undangan yang hadir yang dipandu oleh Sekjen FKDM, Andri Rahmanndani, mengingat Risan selaku Ketua berhalangan hadir.  Kang Andi sekilas berkronologis terkait perkembangan Cobid-19 ini, dan bagaimana solusinya ketika masyarajat yang terpapar Covid-19 tanpa akses dan korelasi?

Dalam sharing diperbincangkan terkait penggunaan sarana digital ketika kita dalam masa pandemi Covid-19 dan PPKM di dalam mentransformasikan berbagai informasi dan permasalahan yang ada dan berkembang sekarang ini oleh Abah Janur.

Selanjutnya Kang Toni menandaskan dampak dari sumbangan Bansos, karena terkait Bansos acap kali menimbulkan suatu gejolak di masyarakat ketika kenyataan di lapangan jauh dari harapan masyarakat. Menurutnya, bahwa berbicara Bansos otomatis berhubungan dengan data. Salah satu contoh penyaluran bantuan beras.

Selaku Kepala Badan Bangsa dan Politik Kabupaten Garut, Drs. Wahyudijaya, M.Si., pada kesempatan tersebut menandaskan, bahwa terkait dampak penyaluran Bansos ini bagaimana kita merespon terkait dengan dinamika yang terjadi pada masa ini, sesuai dengan tugas dan ranah FKDM.

Bakesbangpol Kab. Garut Gelar Rakor Terbatas Bersama FKDM Dengan Tema “Dampak Penyaluran Bansos” (foto file FKDM Garut-grahabignews.com)

Sehingga lanjutnya, berbagai permasalahan yang terjadi di masa pandemi covid-19 dengan diberlakukannya PPKM di Kabupaten Garut melalui rapat koordinasi terbatas ini, akan disampaikan pada Forkopimda. Terlebih dengan hadirnya dari pihak Kejaksaan Negeri Garut, dirinya berharap ada sinergi dan tukar pikiran serta bersolusi guna menyikapi berbagai permasalahan itu sendiri.

 

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *