Sumarni, petugas Fasilitator dari Kementrian Sosial di wilayah Tarogong Kidul Kabupaten Garut (foto oleh Hidir Hidayat-grahabignews.com)
Oleh : Hidir Hidayat, S.Pd.
Garut – Program Batuan Pangan Non Tunai (BPNT) Kementrian Sosial Republik Indonesia dipersiapkan dari agen di mulai dari pelayanan, pendistribusian sampai kepada penggesekannya.
“Alhamdulillah Kecamatan Tarogong Kidul dalam pelaksanaannya kondusif, tidak ada permasalahan apapun,” ujar Sumarni, petugas Fasilitator dari Kementrian Sosial di wilayah Tarogong Kidul Kabupaten Garut.Jumat(13/08).
Wanita kelahiran Garut, 42 tahun lalu itu mengatakan bahwa sebagai petugas fasilitator banyak sekali tantangan dan rintangan yang dihadapi dilapangan, namun ia tetap semangat dan lapang dada menerimanya.
Banyak diantara Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang tidak komplain, sekalipun ada komplain dari KPM langsung dikoreksi dimulai dari tingkat agen mau memperbaiki komplainan dan koreksiannya.
“Agennya menerima dan mau memperbaiki koreksian itu,” katanya.
Terkait dengan daftar tunggu bagi KPM yang belum mendapatkan, kata dia, dari bank juga sudah menindaklanjuti dan dari Kementrian Sosial juga sudah menindaklanjuti.
“Yang saldo nol ataupun kolior bank juga sudah dikondisikan,” ujarnya.
Banyak sekali kendala yang didapat akan oleh fasilitator Kementrian Sosial diantaranya ada yang menerima dan tidak, Ia dididik oleh Dinas Sosial untuk berlapang dada walaupun banyak warga yang komplain dan ada warga yng tidak menerima tugas dan fungsinya sebagai fasilitator, Ia mengatakan legowo menerimanya.
Terkait program Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) yang baru, kata dia, program itu sudah diterima manfaatnya oleh KPM.
“kemarin sudah launching dan sudah penggesekan dan sudah diterima manfaatnya oleh KPM,” ujarnya.
Disebutkannya dari waktunya juga ada yang KPM mendapatkan untuk tujuh bulan, empat bulan, tiga bulan dengan nilai Rp.200 ribu.
“itu berupa sembako beras 10 kg, daging 1 kg, telur 1 kg,sayuran setengah, tempe dan tahu dan juga kacang-kacangan,” sebutnya.
Tercantum di grup agen di pedoman umum tertera tidak boleh berupa uang dan harus berupa sembako.Ia berharap bagi warga masyarakat yang belum mendapatkan BPNT kedepannya diharapkan mendapatkan program ini semuanya bagi yang tidak mampu.
“Kriteria bagi warga yang tidak mampu adalah yang tidak memiliki penghasilan tetap dan tidak menentu,” katanya.
Ketua RW 09, Mamat Rahmat yang ditemui di rumahnya Kp.Mekarsari rt 02 rw 09 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul mengomentari terkait warganya yang belum menerima bantuan sosial dari pemerintah melalui program BPNT dari Kementrian Sosial.
“Yang mendapatkan bantuan itu bukan seperti yang sudah-sudah, sebagian warga lain yang berhak juga harus mendapatkan bantuan ini, dan layak menerima,”ujarnya.
Tambah dia, jangan sampai warga yang tidak dapat dan layak menerima hanya bisa molohok (melongo).
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More
Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More
Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More