Oleh : Wishnoe Ida Noor & Hartono
Liputan Khusus
Garut – Masalah kesehatan itu bukan hanya tugas dan tanggunajawab pihak pemerintah semata, melainkan harus ditanggulangi secara pentahelix. Termasuk masalah kesehatan bagi ibu hamil didalam upaya penurunan tingkat kematian ibu dan bayi di Kabupaten Garut.
Yang menjadi latar belakang di dalam pengemasan isu strategis pembangunan di Kabupaten Garut di masa pandemi Covid-19 ini, terkait dengan meningkatnya Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Untuk itulah di dalam FGD ini, diinterpensi oleh pihak Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Kabupaten Garut bekerjasama dengan pihak pemerintahan Kecamatan Tarogong Kidul.
FGD Penyepakatan dan Penyusunan Rancangan dan Indikator Keberhasilan Fokus Sarana Terkait Peningkatan Kesiapsiagaan Partisipasi Masyarakat pada Keselamatan Ibu Bersalin dan Bayi Baru Lahir Melalui Siaga KIBBL.
Demikian tema yang diusung dalam suatu pertemuan antara pihak Nasyiatul Aisyiyah selaku mitra utama program madani Kabupaten dengan pemerintahan Kecamatan Tarogong Kidul di kawasan Pembangunan, Selasa (24/08/2021) yang dihadiri oleh Camat, Dinkes, Koordinator Bidan Desa, Pojka, PKK Kecamatan, dan Kepala Desa.
Ditemui GrahaBigNews di sela-sela kegiatan peningkatan kesiapsiagaan partisipasi masyarakat pada keselamatan ibu bersalin dan bayi baru lahir melalui siaga KIBBL di ruang kerjanya kawasan Pembangunan, Camat Tarogong Kidul, Drs. Doni Rukmana menjelaskan, bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini, pihak kami dari pemerintahan Kecamatan bekerjasama dengan Nasyiatul Aisyiyah dalam rangka bagaimana menanggulangi atau menurunkan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi.
“Menurut informasi hal itu yang paling kerap terjadi adalah di Desa Haurpanggung dan Jayaraga, namun mudah-mudahan dengan sinergitas, baik Kecamatan, Desa, PKK, Puskesmas, dan pihak lain, semoga hal tersebut bisa diatasi dengan diselenggarakannya acara ini,” ujarnya.
Didalam bentuk perhatian pemerintah pada masyarakat, melalui FGD ini kita memilahnya dari beberap faktor, apakah factor kemiskinan baik secara materi maupun kemiskinan ilmu pengetahuan. “ Kita akan berbagi peran, apabila kematian itu akibat faktor kemiskinan, maka kita akan bersama-sama menyelesaikannya dengan saling membantu dengan pendanaan dikeluarkan dari dana Desa/Kelurahan. Demikian juga, jika kematian ibu melahirkan dan kematian bayi itu karena faktor miskin secara keilmuan, maka kita harus terus berupaya dengan kemauan yang keras guna mensosialisasikannya pada warga masyarakat, dan berikanlah data yang jelas, dan pemahaman yang jelas, sehingga kita akan melakukan intervensi semaksimal mungkin, ” tandas Doni.
Untuk wilayah pemerintahan di Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut, lanjutnya terkait jarak/radius di dalam memberikan layanan secara sigap dan tanggap hal itu sudah ada pihak Puskesmas yang siap membantu dan menanggulangi ibu-ibu yang melahirkan selama 24 jam, dan di Desa sekarang ini mereka memiliki kendaraan atau ambulance.
Sedangkan terkait pelayanan jangan sampai ada keterlambatan dalam penanganan persalinan ibu yang hendak melahirkan, kata Doni selama menjalin komunikasi yang baik, insya Allah hal-hal yang di khawatirkan tidak terjadi atau pihak masyarakat yang turut membantu, apalagi sekarang ini peranan para Kader memang sangat dominan.
“Untuk 2 Desa yang masuk katagori tingkat kematian AKI dan AKB-nya tinggi, yaitu Desa Haurpanggung dan Desa Jayaraga, dari pihak Nasyiatul Aisyiyah yang sudah langsung eksen memberikan bantuan susu untuk menambah gizi, dan kita upayakan juga dari pihak-pihak lain, ” pungkasnya.
Sementara dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kesga), Sri Prihatin, M.Mkes dalam paparannya menjelaskan, bahwa banyak faktor yang menyebabkan angka kematian ibumelhirkan, selain penyakit penyerta hipertensi, kanker, TBC, bisa juga karena pendarahan hebat saat proses persalinan, kehamilan di bawah umur, jarak kehamilan yang terlalu dekat, kurangnya pendidikan seputar kesehatan reproduksi, dan faktor lainnya.
“Jika dikaitkan dengan masalah transfortasi, bagi wilayah Kecamatan Tarogong Kidul ini sebenarnya tidak ada masalah, karena sekarang ini tiap Desa memiliki kendaraan ambulance,” tandas Sri.
Terlebih sekarang ini lanjutnya, di setiap Kecamatan ada Puskesmas dan di dalamnya ada pemerintahan Desa dengan PKK dan para Kadernya. Intinya, bahwa masalah ini merupakan tanggungjawab kita, bukan hanya pemerinah melalui Dinas Kesehatan, dan Puskesmas, tapi peran serta secara semua pihak. Perlu ditingkatkan sinergi dengan lintas sektoral, dan peranan masyarakat salah satunya melalui kegiatan yang diinisiasi oleh PDNA ini.
Usai memberikan paparannya, Kasi Kesga memberikan apresiasinya atas inisiasi dari PDNA Kabupaten Garut dan menurutnya ini merupakan langkah bagus. Karena langkahnya guna meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam merespon kegawadaruratan ibu hamil dan ibu yang melahirkan, sehingga capaian indikator pada layanan kesehatan akan terarah, dan terukur dengan kerjasama ini.
“Saya berharap bahwa kegiatan ini merupakan upaya yang sangat bagus, mudah-mudahan bisa mendukung upaya penurunan kematian ibu, dan bayi di Kabupaten Garut,” pungkasnya.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More
Oleh Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More