Kang Arif Selaku AnggotaKomunitas Bersama Talangseng Bisa Bersama Co Founder New Hun Recycle, Yahya Rijalul Jihad.
Oleh: Rudi Herdiana
Bandung – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pengalaman, Sabtu ( 26/03) Pengurus Komunitas Bersama Talangseng Bisa berkunjung ke komunitas New Hun Recycle, bertempat di Jalan Sabang No 2A Kelurahan Cihapit Kecamatan Bandung Wetan Kota Bandung.
Co Founder New Hun Recycle, Yahya Rijalul Jihad menuturkan, bahwa New Hun Recycle berdiri tahun 2019 di inisiasi oleh M. Saeful Rizki (Founder) dan selaku Co Founder, yakni Yahya Rijalul Jihad, Reggy Ramadhany dan Dian Willyarti dibantu 3 orang volunteer dari kalangan milenial yang peduli lingkungan.
Sebut dia, nama New Hun berasal dari Bahasa Sunda, yaitu nuhun (terima kasih) sebagai bentuk apresiasi kami kepada masyarakat yang telah ikut berkontribusi terhadap lingkungan. “Untuk sementara, kami mengelola sampah plastic menjadi produk yang bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Adapun pemasok bahan baku terdiri 4 jalur, yaitu New Hun Family yakni individual yang peduli sampah lingkungan yang memberikan sampah plastic secara sukarela. Kemudian New Hun partner, yaitu instansi/pengusaha, Bank Sampah serta dari para pemulung.
“Namun untuk menghargai mereka New Hun memberikan reward berupa point, di mana point tersebut dikumpulkan, lalu ditukar dengan produk-produk yang bermanfaat hasil daur ulang sampah plastic, seperti jam, tatakan gelas dan lainnya,” jelas Yahya.
Tujuan kedepan, New Hun Rcycle dapat memberikan kesejahteraan kepada para pemulung, semacam gaji/honorarium dengan jam kerja dari Senin sampai Jum’at, sehingga hari Sabtu dan Minggu bisa berkumpul dengan keluarga.
Diakuinya, bahwa New Hun hanya mengelola semua sampah plastic , namun yang sampai sekarang belum mampu di olah adalah limbah PVC sejenis pipa (paralon). Pasalnya dalam pengelolaan sampah dengan system hot proses. “Ketika PVC di olah, ternyata mengandung kimia yang menimbulkan gatal-gatal di tangan,” tuturnya.
Produknya, kami padukan limbah plastic dengan teknologi, maka lebih terfokus dalam pembuatan jam tangan, karena pasar utama New Hun recycle adalah kalangan milenial sekaligus menstimulus dan menyadarkan kalangan muda bahwa limbah itu ada nilainya dan berharga.
Hasil karya lainnya, masih kata Yahya adalah jam, tatakan gelas, tatakan piring, sisir, medali dan asesoris lainnya. “Semakin banyak peminat dan produk hasil daur ulang, maka semakin kurang sampah yang terbuang percuma,” pungkasnya.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More
Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More
Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More