Ilustrasi-islampos.com
“Sesungguhnya Allah, malaikatnya dan makhluk (yang berada) di langit dan bumi sampai semut di lobangnya sampai ikan, mendoakan selamat pada orang yang mengajar kebaikan pada manusia” (Al hadits)
Artikel Eksklusif
Oleh : H Derajat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.
Dalam sebuah Pengkajian Rohani, Sang Mursyid, seorang guru ruhani membuat suatu statemen:
“Guru Mursyid adalah seseorang yang bisa membuat hati sang murid semakin berada dalam kerendahan hati, sehingga semakin tumbuh cinta kasih di dalam dirinya.”
Seorang murid bertanya, “Jika memang benar para guru adalah orang-orang yang pintar, mengapa bukan para guru yang menjadi pemimpin dunia, pengusaha sukses, dan orang-orang kaya raya itu?”
Gurunya tersenyum, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Dia masuk ke ruangannya, dan keluar kembali dengan membawa sebuah timbangan. Ia meletakkan timbangan tersebut di atas meja, dan berkata:
“Anakku, ini adalah sebuah timbangan, yang biasa digunakan untuk mengukur berat emas dengan kapasitas hingga 5000 gram. Berapa harga emas seberat itu?”
Sang murid mengernyitkan keningnya dan menghitung dengan kalkulator, lalu menjawab, “Jika harga satu gram emas adalah Rp800 ribu, maka 5000 gram, maka akan setara dengan Rp. 4 milyar”.
Membawa Timbangan
Guru menjawab, “Baiklah anakku, sekarang coba bayangkan, andai saja ada seseorang yang datang kepadamu membawa timbangan ini dan ingin menjualnya seharga emas 5000 gram, adakah yang bersedia membelinya?”
Sang murid berkata, “Timbangan emas tidak lebih berharga dari emasnya, saya bisa mendapatkan timbangan tersebut dengan harga di bawah dua juta rupiah, mengapa harus membayar sampai Rp. 4 milyar?”
Lalu Sang Guru menjawab: “Nah, anakku, kini kau sudah mendapatkan pelajaran, bahwa kalian para murid, adalah seperti emas, dan kami adalah timbangan akan bobot prestasimu, kalianlah yang seharusnya menjadi perhiasan dunia ini, dan biarkan kami tetap menjadi timbangan yang akurat dan presisi untuk mengukur kadar kemajuanmu.”
Sang Guru berkata lagi, “Satu lagi pertanyaanku. Jika ada seseorang datang kepadamu membawa sebongkah berlian di tangan kanannya dan seember keringat di tangan kirinya…”
Kemudian ia melanjutkan: “Di tangan kiriku ada keringat yang telah aku keluarkan untuk menemukan sebongkah berlian yang ada di tangan kananku ini. Tanpa keringat ini, tidak akan ada berlian, maka belilah keringat ini dengan harga yang sama dengan harga berlian”.
“Apakah ada yang mau membeli keringatnya?”
“Tentu tidak,” ujar Guru lagi. “Orang hanya akan membeli berliannya dan mengabaikan keringatnya. Biarlah kami, para guru, menjadi keringat itu, dan kalianlah yang menjadi berliannya.”
Sang murid menangis, ia memeluk gurunya dan berkata: “Wahai guru, betapa mulia hati kalian, dan betapa ikhlasnya kalian, terima kasih guru. Kami tidak akan bisa melupakan kalian, karena dalam setiap kemajuan kami, setiap kilau berlian kami, ada tetes keringatmu…”
Sang Guru berkata lagi: “Biarlah keringat itu menguap, mengangkasa menuju alam hakiki di sisi Nur Ilahi Rabbi, karena hakikat Cahaya Ruhani lebih mulia dari segala pernak-pernik di dunia ini.”
Sang Guru menutup statemennya, sambil mengusap kepala muridnya yang tersungkur tak berdaya memohon ampun, ridha dan belas kasihnya, berharap agar segala ilmu yang dipelajarinya menjadi berkah.
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَآئِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ فِي مَقْعَدِ الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَآ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ ۞
Allâhummaghfir limasyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ warhamhum wa akrimhum bi ridhwânikal ‘adzîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhimîn
“Ya Allah, ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajari kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, pada tempat yang Engkau senangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara para penyayang.”
Sebagai referensi bagi pembaca budiman GrahaBgNews bisa membuka link berikut ini :
https://pasulukanlokagandasasmita.com/keringat-cinta-sang-guru/
Di link tersebut berbagai artikel bagus baik yang di tulis sendiri oleh H. Derajat maupun para cendikiawan agamis lainnya dengan filosofis tarekat, dan lainnya fari berbagai permasalahan dan sudut pandang, bisa dibaca sebagai transformasi ilmu dan menambah wawasan dengan harapan semoga bermanfaat.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More
Oleh Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More