Polres Garut Hadiri Rapat Negeri Kabupaten Garut Tahun 2023
Oleh: Agung Gunawan

grahabignews.com, Garut – Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, SH, SIK menghadiri rapat Negeri di Gedung Pendopo Garut dengan tema Pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi daerah, Senin (30/1/23).
Rapat Negeri tingkat kabupaten Garut adalah Rapat Koordinasi (Rakor) antar Lembaga, yang dilaksanakan setiap satu tahun sekali untuk mengintegrasikan kegiatan yang dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan perangkat Desa dan kelurahan.
Dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Garut H. Rudi Gunawan, SH, MH, MP., Wakil Bupati Garut dr. H. Helmi Budiman, Ketua DPRD Kab. Garut Dra. Hj. Euis Ida Wartiah, M.Si., Kapolres Garut AKBP Rio Wahyu Anggoro, S.H., S.I.K, Dandim 0611 Garut Letkol Czi. Danisworo S.sos.
Lantas Kajari Garut Dr. Neva Sari Susanti, SH, M.Hum., Ketua Pengadilan Negeri Garut Ni Wayan Winarti, SH., M.Si., Wadandenpom Mayor CPM Ridwan Budiman, S.I.P., para SKPD Kab. Garut, para Camat Kab. Garut, para Lurah dan Kades Kab. Garut.

Kapolres Garut menyampaikan pesan dalam rapat tersebut, bahwa Perang Ukraina dan Rusia berefek sangat besar kepada seluruh dunia khususnya indonesia di sisi perekonomian.
Perang ini tidak akan selesai dalam waktu yang cepat, karena ada beberapa kepentingan, fundamental kita harus kuat, kebijakan pemerintahan pusat harus diikuti dengan kebijakan pemerintah di daerah.
Kapolres Garut juga mengatakan selalu hadir dan menyambangi RW untuk dapat dekat dengan masyarakat agar masyarakat merasa aman dan nyaman. Program Stunting ditargetkan dibawa 14% dan apresiasi kepada Bupati Garut karena angka stanting turun.
“Peran Polri harus menjamah dan kita sudah membentuk tim, kepada Lurah / Kades saya minta untuk mendukung Bhabinkamtibmas agar kita dapat melakukan pendataan dan memberikan gizi,” imbuhnya.
Jaga stabilitas politik menjelang pemilu tahun 2024, saya menghimbau jaga keamanan dan ketertiban agar tetap aman. Ini adalah kompetisi dimana dalam satu desa saling mengenal, jangan karena satu hari berkompetisi merusak kehidupan bermasyarakat.
Jangan sampai, lanjut Kapolres, kejadian pemilu yang memakan korban terulang kembali, hindari politik identitas. Menjamin kebebasan beragama, saya mohon kita junjung tinggi kebebasan beragama agar tercapai keamanan yang hakiki.









