Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Garut, H. Jujun Juansyah. (Foto: Rudi Herdiana - grahabignews.com)
Oleh: Rudi Herdiana
Grahabignews.com, Garut – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kab. Garut, terus berusaha dalam rangka mengurangi sampah yang masuk ke (Tempat Pembuangan Akhir) Pasir Bajing. Tahun ini, DLH bekerjasama dengan Yayasan Bakti Barito (YBB) menggalakan program “Wisata Eling” atau Wisata Edukasi Lingkungan.
Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Garut, H. Jujun Juansyah, bahwa metode wisata eling adalah melakukan edukasi dan pembinaan kepada kader-kader lingkungan yang akan ditempatkan di tingkat RW, sehingga para kader nantinya tenjun langsung ke lapangan.
“Prioritas sasaran adalah lingkungan RW yang respon, intens dan konsentrasi yang tinggi terhadap pengurangan persampahan. Pasalnya, akan memudahkan bagi kami dalam memberikan edukasi lingkungan,” jelas Jujun, Selasa (07/02).
Lanjut Kadis, setelah para kader diberi pembekalan, mereka bertindak sebagai educator yang akan ditenjurkan kelangan untuk memberikan edukasi lingkungan kepada masyarakat dan tentunya di bawah bimbingan DLH dan YBB.
Berbicara pembagian wilayah penanganan, sambungnya, memang ada pembagian wilayah yang berbeda, mana wilayah yang di koordinir oleh YBB dan mana wilayah DLH. Tentunya, wilayah RW-RW yang respon dalam pengurangan sampah.
“Kita tidak melihat wilayah kecamatan mana saja, namun lebih kepada respon RW yang cukup tinggi terkait pengurangan sampah. Akan tetapi, kita lebih memprioritaskan wilayah perkotaan sebagai etalase Garut, juga kapasitas sampahnya relative tinggi,” tandasnya.
Adapun pembinaan yang dilakukan, selain edukasi terkait jenis sampah, manfaat dari sampah itu sendiri, sampai ke cara pengolahan sampah menjadi bermanfaat dan bernilai ekonomi. Contohnya, sampah organic menjadi pakan maggot, sampah an organiknya selain di jual langsung juga dibuat menjadi produk ekonomi kreatif.
Diakui H. Jujun, terkadang masyarakat terkendala dengan lahan, sebenarnya bisa memanfaatkan pekarangan yang ada. Di mana sampah organic di buat pakan maggot atau kompos, sementara untuk an organic hasil pemilahan, kita punya NGO bisa dijemput.
Permasalah sebenarnya adalah bagaimana respon dan niat baik setiap warga, RT atau RW menjadi kriteria utama di dalam upaya “Wisata Eling”. “Konsepnya, bagaimana sampah selesai di hulu dan pengolahan selesai di tingkat desa. Kalau terpaksa harus ke TPA, sifatnya residu yang betul betul tidak dapat dimanfaatkan,” ungkap H. Jujun.
Terkait ekonomi kreatif di sector pengolahan sampah, dirinya menjelaskan, bahwa pada dasarnya produk yang dibuat harus benar-benar bermanfaat bagi mereka sendiri dan dibutuhkan masyarakat. Jadi, jangan sampah produk tersebut menjadi sampah baru, tapi berguna bagi mereka juga.
Di akhir wawancara, H. Jujun Juansyah berharap, dengan program “Wisata Eling” dapat menumbuhkan kesadaran pribadi warga, untuk mau melakukan upaya pemilahan sampah, minimal di mulai dari diri sendiri. Niscaya, apabila sudah tumbuh kesadaran dari diri sendiri, sampah di Kab.Garut akan berkurang drastis.
Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More
Oleh Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut – Sekretaris Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Dedi, secara resmi… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ketua Sekolah Sungai Cimanuk (SSC), Mulyono Khadafi bertindak sebagai… Read More