Kebohongan Yang Ditutupi Oleh Nama Allah
Artikel Eksklusif
Perbuatan baik akan tetap menghasilkan kebaikan dan keselamatan walau ada upaya jahat orang lain kepada dirinya dengan berbagai cara.
Oleh : Dr. Supardi, S.H., M.H
Als. Rd Mahmud Sirnadirasa

Sahabatku, kisah ini selalu aku ceritakan kepada setiap orang yang mengalami musibah fitnah yang ditimbulkan dari rekayasa orang yang ingin mencelakakan dirinya melalui cerita bohong.
Aku selalu mengingatkan orang tersebut dengan mengatakan, gak usah terlalu lelah mengklarifikasi tentang fitnah, atau pun ghibah orang lain kepada diri kita karena rel kebenaran tetaplah terlindungi oleh kebijakan Allah, sementara rel kedustaan tetaplah dibawah pengendalian setan dan tidak mungkin akan tertukar.
Klarifikasilah sesuai kemampuan kita namun jangan terus menerus menjadi beban pikiran kita sehingga mengganggu karena hal yang perlu diyakini oleh kita adalah firman Allah berikut ini :
قُلْ لَّنۡ يُّصِيۡبَـنَاۤ اِلَّا مَا كَتَبَ اللّٰهُ لَـنَا ۚ هُوَ مَوۡلٰٮنَا ۚ وَعَلَى اللّٰهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ الۡمُؤۡمِنُوۡنَ
Qul lany-yusiibanaaa illaa maa katabal laahu lanaa Huwa mawlaanaa; wa ‘alal laahi falyatawak kalimu ‘minuun
Katakanlah (Muhammad), “Tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah bagi kami. Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah bertawakallah orang-orang yang beriman.”
Ketuklah qalbumu dengan firman itu, karena itulah obat penyembuh paling ampuh untuk menghilangkan segala kegalauan hati.
Dikatakan ada seorang raja Timur meminta orang-orang bijak untuk menemukan kalimat untuknya, yang akan selalu dalam pandangannya, dan yang harus benar dan tepat di setiap waktu dan situasi. Mereka memberikannya kepadanya kata-kata: “Dan ini pun, akan berlalu.” Betapa mengungkapkan kalimat ini! Sangat menjerakan pada puncak kebanggaan! Sangat menghibur di kedalaman penderitaan.
Ada sebuah kisah teladan, dimana ada seekor ular penipu yang ingin minta perlindungan kepada seseorang yang baik dari kejaran seseorang yang ingin membunuh ular tersebut namun dalam hati si ular apabila nanti dia selamat dari kejaran maka dia akan mematuk orang yang menyelamatkan dirinya tersebut.
Kisah ini sangat terkenal dikalangan kaum sufi, silahkan dibaca pada link perguruan kami di bawah ini :
Kisah Ular yang ‘Menjual’ Nama Allah untuk Menjebak Mangsanya
Saudaraku, kebenaran tetap akan menjadi kebaikan tanpa perlu klarifikasi demikian juga keburukan tetaplah akan menjadi keburukan walau terbungkus sampul yang indah dan dilakukan dengan berbagai upaya. Inilah kunci kebahagiaan hidup !!!.
Allah berfirman :
وَمَكَرُوۡا وَمَكَرَاللّٰهُ ؕ وَاللّٰهُ خَيۡرُ الۡمَاكِرِيۡنَ
Wa makaruu wa makaral laahu wallaahu khairul maakiriin
Dan mereka membuat tipu daya (rekayasa terhadap suatu masalah), maka Allah pun membalas tipu daya (rekayasa) itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.
Semoga Allah ta’ala menyelamatkan kita dari berbagai fitnah zaman, hasutan, rekayasa yang diperbuat orang lain untuk mencelakakan diri kita. Bagi penganut ajaran Tarekat tetaplah berpegang kepada petunjuk Allah, RasulNya dan para Mursyid pengemban titah Sang Rasul.
Wallahu ‘alam……


