Muhammad A'zwan Annas (4), Penderita Stunting. (Foto: Nurlaela - grahabignews.com)
Oleh: Nurlaela
grahabignews.com, Purwakarta – Nampak seperti menderita Stunting, Muhammad A’zwan Annas (4) Putra sulung pasangan Andri Kanra Putra (37) dan Siti Nurazijah (35) warga Kampung Cilangkap, RT. 06 RW. 03 Desa Cadasari, Kecamatan Tegal Waru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Muhammad A’zwan Annas , perlu bantuan banyak pihak selain pihak terkait, sehubungan kekurangan pihak Keluarga dan Pemerintah Desa setempat yang sudah berusaha semua warganya yang kekurangan mendapatkan bantuan sesuai kemampuan yang ada.
Pemerintah setempat sudah berupaya untuk membantu keluarga tersebut, termasuk Ili Solihin (49) Kakek dari Muhammad A’zwan yang kebetulan menjabat RT 06 di Kampung tersebut, sebelumnya dibayarkan pihak Desa tunggakan BPJS RT itu, sehingga bisa berobat karena menderita diabetes.
Dirumah mereka tanpa kehadiran Neng Nur Aliah (44) istri RT Ili yang sejak beberapa bulan lalu, berangkat ke Timur Tengah, untuk bekerja guna membantu perekonomian keluarga tersebut.
Senin (31/7/2023) Ketua Komisi 1V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Purwakarta di ruang rapat gabungan menyampaikan, jika sudah emergency harus segera ditangani, kita bergerak dua jalur, yang penting kita carikan dulu solusinya.
Tambahnya, pertama ditangani, kemudian berapa tunggakannya, dicarikan solusi apakah dari Corporate social responsibility (Tanggung jawab sosial) perusahaan sekitar, apakan pemerintah daerah kuat bertanggungjawab, kalau tidak seberapa InsyaAllah kita bantu, kita bisa rereongan.
Dihari yang sama, Aa Ojat Sudrajat, salah seorang pengacara Purwakarta diruang kerjanya menyatakan, kondisi darurat warga bisa langsung ditangani dengan keterangan surat dari Desa.
Jika keluarga dan pemerintah tidak mampu bisa mendapatkan bantuan dari CSR Perusahaan yang ada disekitar. Hanya saja proses prosedurnya lama, bisa saja dari CSR dan tidak menyalahi aturan.
“Pada prinsipnya CSR itu untuk membantu masyarakat sekitar, jika masyarakat desa sekitar sudah terpenuhi dan sejahtera, bantuan CSR bisa disalurkan kepada masyarakat lebih luas,” jelas Ojat.
CSR tidak hanya untuk membantu pembangunan pisik, rehabilitasi bangunan, membantu mensejahterakan masyarakat itu bisa untuk sekolah atau pendidikan, untuk warga miskin, warga tidak mampu untuk mendapat makan dan tidak mampu lain sebagainya,” terang Aa Ojat.
Masih di hari yang sama, Yuyun Hasanah, Kasie Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Purwakarta di tempat kerjanya menerangkan, usulan bantuan bukan lahan kita terlebih dahulu, tapi harus dari desa, mereka yang tahu layak tidaknya bantuan itu melalui berita acara yang di tandatangani pihak pemerintahan di desa, beserta jajaran terkait lainnya di Desa.
“Berita acara ditandatangani RT, RW, Bamusdes, Babinsa dan Babinkamtibmas, guna proteksi buat kita semua terkait, diketahui kepala Desa. Operator yang mengusulkan, Kepala Desa, Camat, ujung- ujungnya Kementerian sosial,” ujarnya.
Banyak kepala Desa yang kurang perhatian, dan melemparkan ke operator, padahal tanggungjawab inti terbesar dari kepala Desa,” jelasnya.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More
Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More
Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More