Artikel

Tarekat Syattariyyah, Tarekatnya Para Pejuang

Share posting

Jangan pernah melupakan sejarah

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Ratu Ageng, nenek buyut Pangeran Diponegoro mengajarkan Sang Pangeran Tarekat Syattariyyah sehingga tertanam di jiwanya rasa berani mati demi membela kebenaran, keadilan dalam membangun kedaulatan Bangsa dan Negara Indonesia.

Ratu Ageng adalah murid dari Syeikh Abdul Muhyi di Pamijahan Tasikmalaya.

Demikian juga Permaisuri Hamengkubuwono II, Ratu Mas, dan ayahnya Pangeran Pakuningrat, menak keturunan Mataram yang menikah dengan anak Pakubuwono II (bertakhta 1726-1749) dan Ratu Alit dari Kertasura. Pakuningrat dibai’at dalam Syattariyah oleh Kiai Abdullah (Kiai Muhammad Kastuba) dari Pesantren Alang-Alang Ombo di Bagelen.

Siapakah Ratu Ageng ? Perempuan perkasa itu adalah istri Hamengkubuwono I. Dia ikut mendampingi suaminya manakala bergerilya dalam Perang Giyanti. Ratu Ageng jauh dari kesan perempuan Jawa yang gemulai. Sebab, selain terkenal memiliki kecintaan terhadap ilmu pengetahuan karena merupakan cucu Ki Ageng Sulaiman Bekel Jamus, dia juga punya bakat militer kuat warisan genetika Sultan Abdul Qahir, Bima. Di bawah komando Ratu Ageng, korps Prajurit Estri yang terdiri dari para pendekar perempuan, mengalami kemajuan.

Kelak, beberapa tahun menjelang Perang Jawa, korps Prajurit Estri peninggalannya ini membuat utusan negara Eropa melongo dan terkagum-kagum saat menyaksikan keterampilan para pendekar cewek mengendarai kuda, melepaskan tembakan salvo, dan ketepatan membidik.

Dalam email tertanggal 15 Agustus 2015, Prof. Oman Fathurahman, filolog UIN Syarif Hidayatullah, menjelaskan kepada Peter Carey, bahwa Ratu Ageng, nenek buyut Pangeran Diponegoro, adalah penganut Tarekat Syattariyah.

Para Wali Sanga khususnya Sunan Gunung Jati, Sunan Wahdat (Sunan Bonang) dan Sunan Kalijaga adalah Mursyid dari Tarekat Syattariyyah.

Prof. Dr. HAMKA juga adalah Penganut Tarekat Syattariyyah yang melalui wadahnya Pemuda Syattariyyah Indonesia beliau turut berjuang memerdekakan Bangsa ini.

Meski Bung Karno pernah memenjarakannya, Hamka tetap memaafkan. Di saat Pramoedya Ananta Toer menuduhnya sebagai seorang plagiat, Hamka tetap berlapang dada. Menganggap tuduhan Pram hanya kesalahpahaman semata. Hamka tetap mendudukkan Pramoedya sebagai sastrawan tanah air yang memiliki prestasi gemilang. Bahkan, saat Muhammad Yamin mendiamkannya bertahun-tahun lamanya hanya karena berseberangan pemikiran soal dasar negara, Hamka sama sekali tidak menyimpan dendam. Ulama kelahiran Maninjau itu justru menemani Muhammad Yamin sampai ke tempat peristirahatannya yang terakhir.

Persepsi kebanyakan orang terhadap Hamka sering salah. Hamka selalu diidentikkan sebagai seorang yang tegas dan kaku. Seorang muslim kolot yang tidak bersedia kompromi dengan golongan yang tak sepemikiran dengannya. Nyatanya, Hamka adalah seorang yang lembut hatinya, santun dan teduh dakwahnya, ulama ‘perangkul’ bukan ‘pemukul’. Prinsip yang selalu ia pegang adalah semakin tinggi ilmu, semakin sedikit menyalahkan orang lain. Ia adalah satu di antara sekian banyak ulama besar yang pernah dimiliki Indonesia. Pengaruh dan keilmuannya berhasil menyentuh semua golongan, baik religius maupun nasionalis, masyarakat dalam negeri, maupun luar negeri.

“Tirai kehidupan Buya Hamka yang nyaris tidak terbuka adalah kenyataan bahwa beliau adalah pengamal Tarekat Syattariyyah, yang justru dari sisi itulah kelembutan, kesabaran, ketabahan, ketiadaan dendam, pemaaf, dan kecintaan beliau kepada semua orang, termasuk yang menyakitinya itu bersumber.”  Demikian yang dikatakan oleh KH Agus Sunoto.

Mari kita simak lebih lanjut bagaimana sejak dulu Penganut Tarekat Syattariyyah selalu berjuang membela bangsa dan rakyat Indonesia dalam link berikut ini :

Selaku penerus ajaran Tarekat Syattariyyah maka wajib bagi Pasulukan Loka Gandasasmita untuk mentauladani, meneruskan, memperjuangkan, membela rakyat dan Bangsa Indonesia  di dalam kedaulatan tertingginya, dan membangkitkan kembali kehormatan Bangsa Indonesia yang berdasarkan pada JIWA KETUHANAN yang tertanam dalam lubuk hati kita…


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Jembatan Armco di Desa Tanggulun Usai Dibangun Ditandai Dengan Syukuran

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More

17 jam ago

Kolaborasi Anggota DPRD Garut Bersama PDAM Tirta Intan Garut, Bangun Rutilahu Warga Jayawaras

Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More

20 jam ago

LCC Jenjang SD Tingkat Kab. Garut “Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi Wujudkan Generasi Kuat Menuju Garut Hebat

Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More

1 hari ago

Kadisdik Garut Berpesan, Jadikan LCC Jenjang SD Sebagai Ajang Gemar Membaca Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More

2 hari ago

Konsultasi Bupati Garut ke KKP RI Terkait Pembangunan Pelabuhan Cilauteureun Guna Akselerasi Ekonomi Selatan

Oleh  Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More

2 hari ago

Pemkab Garut Bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna

Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More

2 hari ago