Artikel

Bener Gak Sih, Sekarang Zaman Edan?

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Mungkin kita  sering mendengar orang menyebut Jaman Edan, apa sih sesungguhnya jaman edan itu ? Apakah jaman seperti itu memang pernah digambarkan Rasulullah SAW Sang Pejuang Moral, Sang Pejuang Revolusi Mental di jaman awal perbaikan akhlak manusia ?.

Dengan mengikuti artikel ini, insya Allah kita akan mendapatkan gambaran dan kesimpulan layak kah di jaman ini dikatakan sebagai Jaman Edan itu ?.

Mas Emha Ainun Najib melalui Kyai Kanjeng nya pernah melantunkan ini :

Jaman wis akhir 2x bumine goyang

Akale njungkir 2x negarane goyang

Akeh wong kenthir 2x imane ilang

Wolak – walike jaman saiki

Akeh wong edan dianggep kyai

Tan saya edan tan saya ndadi

Tan saya mini jarene seni

Pancen akeh polahe menungso

Akeh dalan padhang pilih dalan pati

Ndonya nyata do wegah ngugemi

Malah milih ndonya memedi

يا رســـــــول الله ســـــــــــــــلام عليك

يا رفيـــــــــــــع الشـــــــا ن والــــدرج

عطفـــــــة ياجيـــــــــــــــــــــــرة العلم

يا اهيل الجــــــــــــــــــــــــــود والكرم

Bismillahirrohmanirrohim

Orang gila menurut Islam, cara memperlakukannya menurut Nabi Muhammad harus disembuhkan karena bagi beliau, Rasulullah SAW, orang yang seperti itu sedang mengalami sakit. Dalam konteks modern, yang dimaksud adalah sakit dengan gangguan mental atau psikologi.

Kisah orang gila dalam Islam di bawah ini akan membuat Anda menjadi sadar, bahwa sesungguhnya orang gila menurut Islam adalah orang-orang yang sombong, bukan orang yang mengalami gangguan mental atau psikologi.

Pada suatu hari Rasulullah SAW ber-jalan melewati sekelompok sahabat yang sedang ber-kumpul. Lalu beliau bertanya kepada mereka:

“Mengapa kalian berkumpul disini?,” tanya Rasulullah.

Para sahabat pun lalu menjawab, “Ya Rasulullah,  ada orang gila yang sedang mengamuk. Oleh sebab itulah kami ber-kumpul disini.”

Oleh karena itu, Rasulullah SAW lalu bersabda:

“Sesungguhnya orang ini tidaklah gila (al-majnun), tapi orang ini hanya sedang mendapat musibah. Tahukah kalian, siapakah orang gila yang sebenar-benarnya disebut gila (al-majnuun haqqul majnuun)?,“ Rasulullah kemudian balik bertanya.

Para sahabat lalu menjawab, “Tidak ya Rasulullah. Hanya Allah dan rasul-Nya jualah yang mengetahuinya,” jawab para sahabat.

Kemudian Rasulullah SAW menjelaskan bahwa, “Orang gila yang sesungguhnya gila (al-majnun haqqul majnun) adalah orang yang berjalan dengan penuh kesombongan; yang membusungkan dadanya; yang memandang orang dengan pandangan yang merendah-kan; lalu berharap Tuhan akan memberinya surga; padahal ia selalu berbuat maksiat kepada-Nya. Selain itu, orang-orang yang ada di sekitarnya, tidak pernah merasa aman dari kelakuan buruknya. Dan di sisi yang lain, orang juga tak pernah mengharapkan perbuatan baiknya. Nah, orang semacam inilah yang disebut sebagai orang gila yang sebenar-benarnya gila (al-majnuun haqqul majnuun). Adapun orang yang kalian tonton ini hanyalah sedang mendapat musibah dari Allah.”

Itulah penjelasan Rasulullah SAW mengenai orang yang sebenar-benarnya gila. Hadis ini memberikan pelajaran bahwa orang gila bukan lah orang yang dianggap sebagai orang yang hilang akal, melainkan adalah mereka yang sombong.

Dalam riwayat lain Rasulullah SAW berkata :

“Orang gila adalah orang yang menggerakkan tangannya saat berjalan dikarenakan kesombongannya. Dagunya diangkat ke atas, dan tidak mau mengucapkan salam kepada masyarakat dikarenakan kesombongan.”

Orang yang demikian, dikira akan masuk surga karena sudah optimis dan gembira dengan kesombongannya. Padahal, hal yang demikian justru penuh dengan dosa dan maksiat.

Kisah orang gila dalam Islam di atas memberikan pembelajaran kepada kita semua bahwa orang yang terkena gangguan jiwa memungkinkan untuk sembuh dari penyakit psikologisnya. Namun yang lebih mengherankan, orang gila ternyata orang yang penuh dengan kesombongannya.

Dalam hal ini, orang yang ahli agama, ahli ibadah, kiai, ulama sekalipun, jika dalam melakukan sesuatu atas dasar kesombongan, maka dapat dikategorikan sebagai orang gila.

Karena itu, janganlah merasa sombong dan merendahkan orang lain karena harta kita, jabatan kita, kedudukan kita, termasuk dengan ilmu dan ibadah kita. Sebab, kesombongan ternyata disebut Nabi Muhammad sebagai orang gila.

Jika ada orang yang ahli ibadah, merasa ilmu agamanya tinggi dan seolah-olah merasa akan masuk surga, lantas sombong dan merendahkan orang lain, maka sejatinya dia adalah orang gila.

Sebab, ilmu yang kita miliki, ibadah yang kita lakukan, hanya semata-mata karena Allah, bukan untuk menyombongkan diri. Sungguh luar biasa ajaran yang diberikan baginda Rasulullah Muhammad SAW kepada umatnya.

Beliau hadir di muka bumi untuk menyempurnakan akhlak manusia, bukan untuk menghakimi, apalagi menyalahkan orang lain. Akhlak Nabi Muhammad yang demikianlah yang semestinya kita contoh dan teladani dalam kehidupan sehari-hari.

Allah melalui ayat Alquran Surat Luqman 18 juga bersabda bahwa janganlah kita memalingkan muka dari manusia karena sombong, dan jangan berjalan di muka bumi dengan keangkuhan. Sesungguhnya Allah tidak suka dengan orang-orang yang sombong dan membanggakan diri.

Orang gila menurut Islam dan Nabi Muhammad yang sesungguhnya adalah orang-orang yang sombong, sedangkan cara memperlakukan orang gila dalam konteks gangguan jiwa, mental dan psikis, hendaknya jangan berlebihan karena ia sedang sakit dan mungkin saja akan sembuh dari sakitnya.

Ku tutup risalah ini dengan do’a :

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ

ALLAHUMMA INNII A’UUDZU BIKA

Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu

مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُوْنِ

MINAL BARASHI WAL JUNUUNI

Dari penyakit belang dan gila

وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

WAL JUDZAAMI  WA MIN SAYYI-IL ASQOOMI

Dan kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya

Artinya:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk/mengerikan lainnya.”

(HR. Abu Dawud 1554)

Wallahu ‘alam.

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Bupati Garut Tegaskan Peran Strategis Dinas Sosial sebagai Wujud Kehadiran Negara

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan Pengarahan kepada… Read More

4 jam ago

Pemkab Garut Matangkan Pengembangan Aplikasi Sagarut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi… Read More

4 jam ago

Ketua LPM Mekarmuya Terlibat Langsung Pembangunan MCK di TMMD 128

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Semangat pengabdian dan dedikasi terhadap kemajuan daerahnya terus… Read More

6 jam ago

Semangat Luar Biasa Ibu Ani Bekerja Sambil Menggendong Anak Dalam Pembangunan Jalan TMMD 128

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut, [30/04/2026] – Keterlibatan masyarakat dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun… Read More

6 jam ago

Lansia 78 Tahun Ikut Gotong Royong Pembangunan Jalan Program TMMD ke-128

Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Semangat mengabdi dan cinta terhadap lingkungan tempat tinggal tampak… Read More

9 jam ago

FK PKBM Garut Gelar Penerangan Hukum Dalam Pengelolaan BOSP PKBM

Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut — Guna meningkatkan SDM, terutama dalam pengeleloan Dana BOSP, Forum… Read More

10 jam ago