Artikel

KHALVAT DER-ENCÜMEN

Share posting

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasamita

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum, kulla ‘amin wa antum bikhoir

 Semoga Allah menerima (puasa) kami dan dari kalian, semoga kita semua senantiasa dalam kebaikan.

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ

Bismillâhirrahmânirrahîm

Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepada-Nya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayah-Nya yang umum dan petunjuk-Nya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.

Semoga Allah selalu memberkahimu, merahmatimu, melimpahkan rizki dan melimpahkan kebahagiaan kepadamu wahai sahabatku…

Source :

Sahabatku, janganlah engkau takut menyatakan diri sebagai salik dari satu ajaran Tarekat; tarekat bukanlah orang yang menjauh dari kehidupan dunia ini. Salik di dalam Tarekat bisa melebur di tempat mereka bekerja tanpa perlu mengasingkan diri.

Pernah suatu saat aku memberi nasihat kepada seorang muridku bernama Deni Mail “jika Allah menjadikan mu ahli mengobati dan mengurut orang lain, maka lakukanlah dengan sepenuh hati tanpa memandang pamrih apapun, dan camkanlah bahwa engkau tak bisa berbuat apa-apa selain kekuatan yang diberikan Allah kepada mu ( anging Allah=bahasa Sunda) maka kekuatanNya itu yang membuat engkau bisa disukai orang banyak”.

Mursyidku berkata, “aku lebih bangga engkau dikenal sebagai ahli bekam ketimbang dikenal sebagai orang bertasawuf namun hanya tinggal di rumah”.

Demikian kepada murid-muridku yang lain selalu aku katakan “Sufi sejati adalah mereka yang raganya berwujud tetapi jiwanya terpisah dari dunia”. Seperti itulah cerminan seorang sufi yang digambarkan oleh Mursyid kami Syekh Junaid Al Baghdadi.

Namun demikian seorang Sufi mempunyai tanggung jawab sebagai pendakwah yaitu bersama masyarakat menjadi mursyid yang menunjukkan ke jalan yang benar.

Hal ini tercermin dalam At Taubah ayat 122 :

وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُوا۟ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوا۟ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُوا۟ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓا۟ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

Wa mā kānal-mu`minụna liyanfirụ kāffah, falau lā nafara ming kulli firqatim min-hum ṭā`ifatul liyatafaqqahụ fid-dīni wa liyunżirụ qaumahum iżā raja’ū ilaihim la’allahum yaḥżarụn

Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.

Syekh Ibnu Arabi menekankan betapa pentingnya berada di lingkungan masyarakat namun tetap berkhalwat di dalam batinnya. Seorang salik yang telah mencapai tingkat kebersamaan dengan Allah tidak lagi membutuhkan kesendirian fisik, pada tingkatan ini seorang salik merasakan semua suara dan kata-kata yang datang dari makhluk sebagai alamat Ilahi. Mursyid kami berkata jalwat (berdzikir sambil bersosialisasi) lebih mulia daripada khalwat (menghindari keramaian), demikian yang dikatakan oleh Syekh Ibnu Arabi.

Mursyid kami Syekh Bahauddin an-Naqsyabandi ketika ditanya “apa dasar tarekat anda ya syekh ?” maka beliau menjawab, “khalvat der-encümen” (berkhalwat dalam keramaian).

Berkhalwat dalam keramaian ini telah tertulis dalam Al Qur’an sebagaimana dikatakan :

رِجَالٌ ۙ لَّا تُلۡهِيۡهِمۡ تِجَارَةٌ وَّلَا بَيۡعٌ عَنۡ ذِكۡرِ اللّٰهِ

“orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah”

Tuduhan bahwa Tarekat lebih dekat dengan goa tempat berkhalwat tentulah tidak mendasar, karena Tarekat Naqsyabandiyyah berkontribusi besar terhadap bertahannya Kekaisaran Ottoman yang berkuasa terlama di dunia dalam sejarah umat manusia.

Ada 11 prinsip dasar dalam ajaran Tarekat Naqsyabandiyyah (semua istilahnya dalam bahasa Persia) yang menjadi tanah kelahiran tarekat ini yang harus dijalankan penganutnya (salik) di dalam kehidupannya yaitu :

  1. Yâd kerd, mengingat Allah dengan lisan.
  2. Bâz gesyt, kembali kepada Allah dengan penuh kerendahan hati.
  3. Nigâh dâsyt, membersihkan hati dari pikiran apapun selain Allah.
  4. Yâd dasyt, menjaga hati agar selalu ingat Allah
  5. Hûsy der dem, mengingat Allah dalam setiap tarikan nafas.
  6. Sefer der vatan, meninggalkan kerumunan untuk mendekat kepada Allah.
  7. Nazar ber-kadem, berhati-hati dalam mengambil setiap langkah.
  8. Khalvat der encûmen, bersama Allah di tengah masyarakat.
  9. Vukûf zamânî, menghabiskan semua waktu untuk ibadah
  10. Vukûf adedí, mematuhi jumlah zikir sesuai yang ditentukan oleh mursyidnya.
  11. Vukûf kalbi, menjaga hati agar tetap dalam kendali.

Demikian yang dapat aku sampaikan dalam tahap pengenalan tarekat Naqsyabandiyyah, selanjutnya insya Allah akan aku terangkan tentang adab tata cara dalam menjalankan Tarekat ini pada risalah lain.

Ku tutup dengan mendoakan para Mursyid :

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِمَشَايِخِنَا وَلِمَنْ عَلَّمَنَا وَارْحَمْهُمْ، وَأَكْرِمْهُمْ بِرِضْوَانِكَ الْعَظِيْمِ، فِي مَقْعَد الصِّدْقِ عِنْدَكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allâhumma-ghfir li masyâyikhinâ wa liman ‘allamanâ wa-rhamhum wa akrimhum biridlwânikal ‘adhîm fî maq’adish shidqi ‘indaka yâ arhamar râhiîmiin

Wahai Allah ampunilah guru-guru kami dan orang yang telah mengajar kami. Sayangilah mereka, muliakanlah mereka dengan keridhaan-Mu yang agung, di tempat yang disenangi di sisi-Mu, wahai Yang Maha Penyayang di antara penyayang. (Imam al-Haris al-Muhasibi, Risâlah al-Mustarsyidin, Dar el-Salam, halaman 141)

Wallãhu A’lamu bish-Shawãb

 

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Persiapan Matang Hantarkan SDN 4 Pataruman Raih Juara 1 Ajang LCC Tingkat Kab. Garut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More

6 jam ago

LCC Usai Digelar, Disdik Garut Persiapkan Ajang LCT

Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More

7 jam ago

Bupati Sebut, LCC Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Kompetensi Tinggi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan  lomba… Read More

7 jam ago

SDN 4 Pataruman Kembali Menjuarai LCC SD Tingkat Kabupaten Garut 2026

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More

7 jam ago

Bupati Garut Buka Rakor GTRA 2026 dan Kenalkan Skema Baru Redistribusi Lahan

Oleh : Rudy Herdiana Grahabignes.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin Rapat Koordinasi Gugus… Read More

8 jam ago

Bupati Garut Soroti Pembangunan Karakter Melalui Pramuka

Oleh ; Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menegaskan bahwa orientasi… Read More

8 jam ago