Oleh : Yani Supriatna, MP
Grahabignews.com.Garut – Perhatian, pengabdian dan dengan menumbuhkembangkan jiwa jiwa gotong royong, simpati dan empaty pada warga yang sangat membutuhkan adalah tugas kita di dalam bermasyarakat.
Demikian halnya yang telah dilakukan oleh salah satu Korcam pendamping PKH kecamatan Limbangan, yogi nugroho yang segera memberikan informasi pada anggota DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi PDI Perjuangan, Yudha Puja Turnawan, bahwa ada seorang lansia duafa yang tinggal di rumah tidak layak huni di kampung Rancapaku RT 01 RW 06 Desa Cigagade kecamatan Limbangan.
“Saya mendapatkan informasi tersbut dari pak Yogi melalui pesan WA, kebetulan waktu itu saya masih melakukan Kunjungan Kerja ke Yogyakarta beberapa waktu lalu”, ujar Yudha.
Yudha menjelaskan, Lansia dhuafa tersebut bernama Emak Entih, di rumah yang sangat tidak layak huni tinggal bersama anaknya yang bernama ibu Neneh dan ketiga cucunya.
Ibu Neneh sebenarnya masih memiliki suami bernama pak Usep,sambung Yudha, namun sudah dua tahun pak Usep hilang tak ada kabar dan tak pernah menafkahi keluarga ini. Berdasarkan keterangan dari ibu Neneh suaminya sudah menikah kembali di kota Bandung.
“Keluarga ini hanya memiliki uang jika anak sulung ibu Neneh yang bernama Hendri pulang dari perantauan. Hendri bekerja menjadi kenek elf,” ungkapnya.
Masih kata Yudha, untuk makan sehari-hari suka ada pemberian dari kerabat atau tetangga di sekitar kampung Rancapaku.
“Pada hari Jumat 25 April 2025 sepulang dari Jogjakarta, saya langsung menengok emak Entih dan ibu Neneh. Dalam kesempatan ini saya didampingi pak Iwan Sopian Kasi Kesra Desa Cigagade, pak Apip Saepudin pendamping PKH desa Cigagade dan pak Asep yogi Nugroho Korcam pendamping PKH kecamatan Limbangan,” ujarnya.
Yudha mengakui, bahwa setelah melihat kondisi dalam rumah emak Entih dan ibu Neneh sudah sangat membahayakan keselamatan penghuni rumah. Atap yang mau rubuh dan lantai yang sudah miring. Dinding bilik bambu rumah juga rusak di berbagai sudut.
Keprihatinan mendalam terlihat dari mimik Yudha, dan dirinya berharap Pemkab Garut bisa gerak cepat membantu perbaikan rumah emak Entih. Menginisiasi kolaborasi pendanaan dari dana CSR atau lembaga pengumpul dana Umat seperti BAZNAS. Juga kegotongroyongan segenap ASN lewat KORPRI berbagi.
“Saya juga akan berkoordinasi dengan kemensos RI, semoga segera ada assesment agar keluarga emak Entih mendapatkan bantuan Rumah Sejahtera Terpadu dari kemensos RI,” pungkasnya pada GrahaBigNews, Rabu (30/04/2025).
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More
Oleh Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More