Artikel

Memahami Penyakit Diabetes

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh: H. Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Di akhir pekan yang berbahagia ini dimana kita berkumpul bersama keluarga marilah kita sisihkan waktu kita sedikit untuk mendengarkan sebuah informasi penting terkait masalah penyakit yang menjadi trend di kalangan kita yaitu DIABETES MELITUS.

Dalam video ini sangat jelas sejarah awal penyakit Diabetes, penyebabnya dan cara mengatasinya. Dan dalam video ini jelas sekali orang salah langkah dengan ketergantungan pada insulin.

Penjelasan dalam video ini dilakukan oleh seorang dokter bernama dr Tan Shot Yen yang kepada pasiennya justru lebih banyak menghindari obat-obatan kimia tetapi lebih cenderung menceritakan teknis mengatasi tiap penyakit. Marilah kita simak.

Memahami penyakit diabetes

Pola Makan Sehat ala dr Tan Shot Yen

Bahaya konsumsi gula berlebih

Obat bukan jawaban

Semoga Allah memberi kita kesehatan dan kebahagiaan.

Mengenal lebih dekat dr Tan Shot Yen M Hum

Entah kharisma apa yang dimilikinya…? Tapi pasiennya rata-rata gak ada yang ngeyel atau mengelak saat ditembak oleh Dr. Tan dengan pertanyaan yang tanarnya lebih mirip tuduhan….! Habis mau ngeles gimana…? Namanya kepengen sembuh, mending jujur kali ya….? Tampaknya itu yang terbersit di pikiran mereka.

Macam-macam “tuduhan“ beliau, mulai dari tidak patuh terhadap menu makan yang disepakati, kemalasan mereka menggerakkan tubuh seperti perintah, atau nekat mengkonsumsi bahan makanan yang dipantangkan bagi mereka.

Yang lebih kacau lagi, saat ia “mengomeli“ seorang pasiennya yang nampaknya terserang stroke dan telah berangsur sembuh namun masih enggan melepaskan diri dari tongkatnya. “Kalau tidak mau lepas dari tongkat ini, secara fisik dan mental kamu merusak tubuh kamu sendiri, coba lepas tongkat itu, lepas…!”. Saat dilihatnya sang pasien nampak ragu berdiri tanpa ditopang tongkat tersebut.

Kemudian Dr. Tan berbicara macam-macam ke pasiennya untuk menggambarkan kondisi buruk yang mungkin terjadi apabila ia bergantung pada tongkat tersebut, mulai dari penurunan fungsi otot, organ yang terganggu sampai ke masalah psikis di mana ia suatu saat akan menyalahkan lingkungan, mulai dari orang sekitarnya hingga ke anak-anak yang dianggap tidak memperhatikan dirinya.

Entah semburan kalimat itu begitu bombastis atau mengandung mantra, hehe…, mendadak sang pasien mampu berdiri tanpa masalah walau tongkat itu telah dilepas.

“Lihat kan…! Apa rasanya berdiri tanpa tongkat…? Tidak jatuh kan…?” tukas dr. Tan puas.

Di ruang pemeriksaan dr Tan Shot Yen M Hum

Dr. Tan : Kenapa pak….? ”

Pasien : Saya darah tinggi, dok…

Dr. Tan : Berapa….?

Pasien : Sekarang sih lagi minum obat jadi 120 – 80

Dr. Tan : Saya tanya nilai kamu, bukan nilai bikinan guru les…!

Pasien : Heh…? ( bingung )

Dr. Tan : Itu kan bikinan dokter kamu….? Bukan darah tinggimu…

Pasien : Hehe, iya dok…

Dr. Tan : Jadi kalau guru lesmu matek, nilai kamu merah lagi…?

Pasien : Tambah bingung

Dr. Tan : Udah berapa taun minum obat itu…?

Pasien : Lima tahun, dok…

Dr. Tan : LIMA TAHUN….! Dan gak ada kemajuan, begitu-begitu saja…?

Pasien : Iya dok, tapi memang gak pernah melonjak lagi…

Dr. Tan : Guobl*** sisan….!!! ( membentak sembari memukul meja )

Kemudian sambil marah-marah pada dirinya sendiri ia mengungkapkan keheranannya pada pasien yang mau saja berobat bertahun-tahun pada seorang dokter tapi tidak menunjukkan gejala perbaikan, hanya berada pada posisi stagnan. Dan pasien itu sudah cukup puas.

“Itu sebabnya pasien yang kena darah tinggi, ‘matek’-nya rata-rata bukan karena darah tingginya, tapi karena liver atau ginjalnya ngambek…! Lha wong bertahun-tahun harus menelan racun. Yang konyol ya, pasiennya.. Kok mau….? Dan dokternya juga.. Kok tega…?”

Ia menuding lagi ke bapak pasien darah tinggi tadi.” 5 tahun ke dokter itu, pernah ndak, bapak dikasih tau, kenapa sakit darah tinggi bisa terjadi…? Dan apa langkah pencegahannya agar tidak sampai sakit, selain minum obat…? ” Ketika sang bapak menggeleng, Dr. Tan menghembuskan nafas kesal dan membanting tubuhnya ke senderan kursi.

” Persis…! Guob*** tenan…! ”

BUKAN SPESIALIS

Tapi bukan berarti dokter satu ini lebih banyak mengomel dan memaki. Ia sangat taktis dalam memberikan penjelasan beragam penyakit yang diderita pasiennya. Begitu taktisnya sampai orang paling awam pun rasanya bisa mengerti dengan cukup mudah apa yang dimaksud oleh beliau.

Bandingkan dengan mayoritas oknum dokter yang cuma mendengar keluhan pasien, tanpa melihat mata pasien, kemudian menuliskan resep, tanpa melihat mata, lalu mempersilahkan pasien keluar ruangan, masih dengan tanpa melihat mata.

Dr. Tan lain, ia bahkan memberikan bahasa tubuh yang sangat teatrikal untuk menggambarkan kondisi tubuh yang mengalami masalah, ia juga tidak ragu-ragu berteriak kecewa, gembira atas reaksi juga jawaban pasien yang sesuai atau tidak dengan harapannya. Sebenarnya mengasyikan sekali melihat dokter satu ini saat berpraktek.

“Bawa saja, bagian tubuh Anda yang sakit itu ke bengkel Astra, minta dibetulin di sana, kalau sudah balikin dan pasang lagi…” Tiba-tiba salah satu kalimat pedas Dr. Tan memutus lamunan saya. Ada apa nih…?

“Salah satu puncak kegob***an dunia kedokteran adalah maraknya spesialisasi ini dan itu di sana-sini. Lalu pasien yang dateng ke mereka diperlakukan layaknya onderdil mobil, dikerjakan satu persatu apabila rusak, bukannya dilihat sebagai satu kesatuan sistem, kapan mau sembuh beneran….?” Omelnya dengan nada sangat keras.

Kemudian ia menjelaskan secara sistematis, mengapa tubuh manusia tidak sepatutnya dilihat dari organ per organ.

Penyumbatan koroner jantung misalnya, tidak bisa tidak, penyebabnya hampir 100 persen berasal dari makanan, tapi setiap kali pasien penderita jantung koroner pergi menjalani operasi bedah jantung, entah di pasang ring atau treatment lainnya, jarang sekali dokter jantung yang memberikan tuntunan panduan makan secara cermat kepada pasien.

Paling-paling pekerjaan ini dilempar ke dokter ahli gizi, yang kita semua tahu mayoritas cuma bisa memberikan resep langsing bukannya resep untuk hidup sehat.

Kalau yang satu ini saya punya pengalaman pribadi, waktu diajak bekerja sama oleh salah satu dokter gizi kondang di Jakarta. Waktu saya sodorkan pola makan anti stres dengan manipulasi bahan makanan terkait dengan produksi zat neurotransmitter.

Dokter itu terbengong-bengong, “Wah, saya mah taunya cuma bikin orang langsing doang. Gak tau nih begini-beginian….?” Yak ampun….? Saya ini bukan ahli gizi, mosok lebih tau konsep food therapy ketimbang dia…?

Jadi kembali ke kasus Dr. Tan tadi. Bagaimana seorang pasien bisa sembuh secara paripurna, kalau dokternya aja saling lempar-lemparan kasus….? Ia sekali lagi memaki konsep spesialisisasi secara sembarang di dunia kedokteran.

“Makanya kalau ada orang tanya saya ini spesialisasi apa…? Saya jawab, saya bukan mekanik bengkel, saya dokter…!” Ini adalah salah satu kalimat pedas dari beliau yang diucapkan saat dulu pertama bertemu saya.

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Jembatan Armco di Desa Tanggulun Usai Dibangun Ditandai Dengan Syukuran

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More

5 jam ago

Kolaborasi Anggota DPRD Garut Bersama PDAM Tirta Intan Garut, Bangun Rutilahu Warga Jayawaras

Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More

8 jam ago

LCC Jenjang SD Tingkat Kab. Garut “Cerdas Berliterasi, Unggul Bernumerasi Wujudkan Generasi Kuat Menuju Garut Hebat

Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More

23 jam ago

Kadisdik Garut Berpesan, Jadikan LCC Jenjang SD Sebagai Ajang Gemar Membaca Tingkatkan Literasi dan Numerasi

Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More

1 hari ago

Konsultasi Bupati Garut ke KKP RI Terkait Pembangunan Pelabuhan Cilauteureun Guna Akselerasi Ekonomi Selatan

Oleh  Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More

1 hari ago

Pemkab Garut Bersama SID Luncurkan Program Digitally Enabled District Guna

Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More

1 hari ago