arti kalimat itu tidaklah sesederhana yang kita pikirkan namun ada yang lebih daripada itu
Artike Eksklusif
Oleh : H Derajat
Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita
Sahabatku, sesungguhnya aku selalu mengingatkan diriku sendiri dan juga engkau yang aku sayangi, karena ini merupakan tanda kasih sayang dalam dakwah yang abadi hingga akhir zaman…
Penekanan adab dalam shalat, menurut Habib Abdullah Al-Haddad adalah khusyu. Karena inti ibadah adalah hadirnya hati bersama Allah SWT. Hal ini ia tegaskan:
وَاعْلَمْ أَنَّ رُوْحَ جَمَيْعِ العِبَادَاتِ وَمَعْنَاهَا إِنَّمَا هُوَ الحُضُورُ مَعَ اللهِ فِيهَا فَمَنْ خَلَتْ عِبَادَتُهُ عَنِ الْحُضُوْرِ فَعِبَادَتُهُ هَبَاءٌ مَنتُورٌ
“Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya ruh semua ibadah adalah kehadiran (hati) bersama Allah di dalamnya. Maka barang siapa ibadahnya tidak ada kehadiran (hati bersamaNya), maka ibadahnya (ibarat) debu yang ditebarkan”. (Risalah Adab Sulukil Murid, hal. 26).
Syekh Akbar Fathurahman, mursyid Tarekat Idrisiyyah menjelaskan dalam kanal youtubenya :
Kebutaan di dunia adalah Allah bersama kita namun kita tidak menyadarinya sehingga timbullah berbagai persoalan hidup yang membuat kita resah, gelisah dan hidup penuh ketakutan…🌹
Abdul Wahab asy-Sya’rani dalam al-Minah as-Saniyyah menjelaskan, hadhratillah menurut ahli tasawuf adalah, seorang hamba melihat dirinya berada di hadapan Allah. selama dia melihat dirinya dalam kondisi seperti itu, maka dia sedang berada dalam hadirat Allah. Ketika hatinya terhijab, tidak lagi melihat dirinya berada di hadapan Allah, maka dia telah keluar dari hadirat Allah.
Asy-Sya’rani menambahkan, seseorang tidak akan bisa sampai ke hadirat Allah, kecuali dengan selalu berzikir mengingat Allah. Karena orang yang senantiasa berzikir, sirri nya akan bersih, dan siapa saja yang memiliki sirri yang bersih maka tempatnya adalah hadirat Allah.
Menurut Badiah Muhammad Abdul ‘Al dalam an-Naqsyabandiyah; Nasy’atuha wa Tathawwuruha lada at-Turk, zikir yang baik untuk diamalkan agar sampai pada hadirat Allah adalah zikir lafadzul jalalah “Allah”, karena nama “Allah” merupakan Asma’ al-A’dzam (nama yang paling mulia). Allah telah berfirman dalam hadis qudsi:
أَنَا مَعَ عَبْدِى حَيْثُمَا ذَكَرَنِى وَتَحَرَّكَتْ بِى شَفَتَاهُ
“Aku bersama hambaku, dimana pun dia berzikir kepadaku, dan kedua bibirnya bergerak menyebut nama-Ku”. (HR. Bukhari)
Hadis tersebut menjelaskan bahwa Allah akan bersama dengan orang yang mengingat diri-Nya dengan zikir lisan, akan tetapi kebersamaan Allah akan lebih sempurna bersama orang-orang yang berzikir qalbi (zikir sirri). Karena zikir tersebut ada tiga tingkatan: zikir orang awam menggunakan lisan, zikir orang khusus menggunakan hati, dan zikirnya orang yang sangat khusus adalah fana’ (sirna) dari zikir mereka, tidak lagi merasakan zikir, bahkan hanya merasa musyahadah (memandang) Dzat Allah setiap saat.
Ibnu Ajibah dalam Iqadzul Himam Syarah Matan Hikam menjelaskan, hadirnya hati bersama Allah ada tiga tingkatan, yaitu: hadhrah al-quluub (hadirnya hati), hadhrah al-arwaah (hadirnya ruh), dan hadhrah al-asraar (hadirnya sirri atau lathifah yang ada dalam hati).
Hadirat Allah adalah sesuatu yang suci dan mulia, yang tidak boleh dimasuki kecuali oleh orang-orang yang telah disucikan. Haram bagi hati yang junub untuk memasuki “masjid hadhrah”, dan yang dimaksud dengan junubnya hati adalah lalainya hati dari Tuhannya. Allah berfirman dalam surat an-Nisa’ ayat 43:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri mesjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekedar berlalu saja, hingga kamu mandi…”
Ayat tersebut memberi isyarat bahwa seseorang tidak boleh melakukan “salat” atau memasuki hadirat Tuhan dalam keadaan mabuk duniawi atau mabuk dengan sesuatu selain-Nya, sampai dia sadar kembali dan bisa merenungkan apa yang dia ucapkan di hadapan Tuhan.
Semoga Allah menjadikan kita semua seorang hamba yang selalu menyadari kehadiranNya bersama kita, menyadari bahwa kita selalu dibimbingNya, dilindungiNya dalam tiap hal keadaan kita, dan sesungguhnya kita hidup dalam Dia (Allah) sesuai dengan namaNya Al Hayyu (Yang Maha Hidup dan Maha Menghidupkan) sehingga hakikat segala sesuatu adalah Dia, Dia, Dia….
Wallahu ‘alam…
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur menyelimuti warga… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Ditengah kesulitan ekonomi saat ini, Perumda Air Minum (PDAM)… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor – Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Para siswa siswi yang memenuhi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor - Wida Heryani Grahabignews.com.Garut - Lomba Cerdas Cermat Jenjang SD… Read More
Oleh Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Jakarta – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, melakukan kunjungan kerja strategis ke… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut secara resmi meluncurkan program… Read More