Apa Kiat Menjadi Anak Soleh Dan Sholehah? Ketua IKADI Garut Berikan Tips (Foo oleh Hidir Hidayat-grahabgnews.com)
Oleh : Hidir Hidayat, S.Pd.
Garut – Untuk memperoleh anak sholeh dan sholehah,memang tidaklah mudah, semudah membalikan telapak tangan.
Niat dan proses juga konsistensi do’a dalam mengarunginya memerlukan perjuangan yang kuat.Kita harus berusaha dan berdo’a guna menggapainya.Begitulah kira-kira yang menjadi pesan dari kegiatan Pengajian Subuh Akbar ke-19 yang telah dilaksanakan di Masjid Daarul Muslimin Perum Griya Pamoyanan 2 Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut. Pada Kegiatan tersebut diisi dengan penceramah Ust. Asep Ridwan Saleh, M.Pd.I yang juga sekaligus Ketua Ikatan Da’i Indonesia(IKADI) PD Kabupaten Garut . Minggu(06/12).
Acara Subuh Akbar yang berlangsung setiap satu bulan sekali di setiap awal bulan ini menarik untuk diikuti mengingat tema-tema yang dihadirkan dari pemateri yang menghadirkan realita dan bersinggungan dengan kegiatan sehari-hari seorang muslim.Pada tema kegiatan Subuh Akbar kali ini adalah memohon anak soleh dan sholehah.
Ustadz Asep Ridwan menyampaikan pesan dan contoh teladan dari beberapa Nabi-Nabi tak terkecuali Nabi Ibrahim A.S.
Ketika Nabi Ibrahim meminta kepada Allah SWT seorang anak yang sholeh, beliau selalu mendoakan dulu sebelum anaknya dilahirkan bahkan sebelum berada dalam kandungan.
“kita dianjurkan untuk berdoa Robbi hablii hukman waalhikni bissholihiin, dalam artian hukman disini adalah ilmu pengetahuan dan hikmah,juga pengajaran dan diberikan keturunan yang sholeh dan sholehah,” tutur Ustadz Asep Ridwan.
Disamping itu ilmu pengetahuan yang diamalkan juga petunjuk Allah dengan beramal dia terlepas dari dosa kecil dan dosa besar.Sholihin yaitu hidup baik dan meninggal juga baik.
“Sholeh diukur adalah ketika sakratul maut. Sekarang adalah menuju proses sholeh.Sholeh tidak bisa sendiri-sendiri harus bersama-sama,” ucap Ustadz Asep Ridwan.
Dikatakan Ustadz Asep Ridwan,untuk proses menjadi sholeh dan sholehah,kita dan anak kita juga usahakan menghindari 5 hal yang tidak boleh dipijak yaitu yang pertama Alqona’ah bil jahal (hindari merasa cukup dengan kebodohan) sebagai contoh tidak mau ke pengajian.
“Merasa cukup dengan pandai saja tidak boleh, apalagi merasa cukup dengan kebodohan, pengajian ini adalah proses mendapatkan pengetahuan,” kata Ustadz Asep Ridwan.
Lanjut Ustadz Asep Ridwan,bahwa semakin tahu sesuatu kita harusnya semakin tahu akan semua keburukan kita, kedua, hindari pelit dan bakhil,ketiga rakus akan kehidupan dunia, keempat Arriyau Fil ‘amal (Riya dalam beramal, yaitu ingin dipuji oleh orang lain), dan yang kelima adalah Wal I’jabu birro’yi (membanggakan dirinya dengan sombong) dan mengganggap orang lain lebih rendah darinya.
wallahu a’lam
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More