Ilustrasi-m.ayobogor.com
Oleh : Nurlaela
Puwakarta – Bantuan dari Pemerintah sangat di perlukan warga miskin saat situasi seperti sekarang yang masih bagian dari era pandemi Covid 19. Namun fakta bantuan tersebut tidak semua yang sangat memerlukan mendapatkannya dan menimbulkan maraknya kecemburuan sosial. Hal tersebut melalui Whats App, Selasa (13/4/2021) di benarkan seorang ibu inisial AS (52) warga Gang Nusa Indah II RT.003 RW.001 Kelurahan Nagrikaler, Kecamatan Purwakarta, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat yang mengaku aneh, sementara dirinya untuk modal saja berjibaku dengan pinjaman yang bunganya selangit.
Kenapa ini masih terus berlangsung di zaman yang katanya modern di negara kaya Indonesia, Korupsi masih marak, pembangunan terus berkembang di berbagai sektor, para petugas yang kerja keras juga banyak tapi masih ada juga yang kurang peduli dengan amanah dan gaji yang di dapat seolah selalu kurang.
Kejadian semacam ini sering terdengar dari ungkapan warga miskin lainnya yang prihatin hanya menyaksikan bantuan untuk tetangganya yang bahkan lebih sangat mampu dari yang miskin, bukti bangsa kita banyak masih kurang peka dan kurang peduli yang lemah secara menyeluruh.
Keberhasilan peningkatan pelayanan fakta adanya, tapi tekadang seremonial dan expos keberhasilan tontonan menyakitkan yang miskin yang terlewat terlayani terkadang tidak kita sadari, bagi mereka warga miskin sekedar makan, bagaimana nanti malam bisa tidur, berobat atau perawatan bagian dari hal yang tidak mudah memenuhinya.
Terlebih jika memerlukan transport tidak semua memperhatikan sekitar sehubungan pribadinya dengan segudang kepentingan atau alasan lain, sementara bagaimana menghubungi terkait tidak semudah balik telapak tangan.
Tidak semua situasi lapangan tepat waktu informasinya, jauh untuk solusi sampai kepada atasan yang terkadang ditakutkan pihak tertentu, bukti tidak bisanya semua teratasi segelintir orang, jika disadari dari hati hal itu tidak perlu malu atau diam untuk meminta bantuan dan menghubungi yang sekiranya bisa membantu.
Tidak bisa yang satu bisa yang lainnya, tentunya dengan tetap positif tidak perlu merasa dekat dengan siapa atau yakin dengan bantuan orang tertentu yang terkadang dengan kesibukannya, bahkan sedang melakukan hal yang tidak kalah penting dalam kemanusiaan.
Pentingnya kita banyak mitra dan tidak perlu memastikan yang mana bisa tepat waktu disaat diperlukan, dalam hidup tidak selalu mulus tapi yakin selalu ada perbaikan dengan upaya, niat baik dan do’a untuk kebaikan bersama kini dan nanti.
Kita menjalankan tugas dengan tanggungjawab partisipasi upaya mengurangi kesenjangan yang selama ini terjadi, jika ada ide atau usulan solusi perbaikan kita bisa belajar menyampaikan kepada wakil kita di dewan perwakilan rakyat, untuk di buatkan aturan kemudian dengan proses semestinya sesuai aturan yang berlaku dan bisa kita kawal guna mendapatkan peraturan untuk kita dan generasi yang lebih manusiawi.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More