Rawing Rantik selaku Ketua FMPG (Forum Masyarakat Peduli Garut) dan Kader FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) Kabupaten Garut.. (Foto:
Oleh : Hidir Hidayat
Garut – Penanganan dan pengendalian pendemi Covid-19 di Kabupaten Garut disoroti oleh berbagai pihak dan pemerhati sosial di Kabupaten Garut, apalagi dengan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang telah ditetapkan pusat. Tak terkecuali Rawing Rantik selaku Ketua FMPG (Forum Masyarakat Peduli Garut) dan Kader FPPI (Front Perjuangan Pemuda Indonesia) Kabupaten Garut.
Rawing Rantik mengatakan sepakat dengan aturan PPKM artinya negara sayang sama masyarakat, namun tinggal bagaimana caranya pemerintah daerah ini memetakan PPKM ini sebijak mungkin, sehingga tidak menimbulkan kekisruhan atau memancing sekelompok orang atau organisasi lain sehingga mengkritisi kebijakan-kebijakan yang ada didaerah.
Terkait Bantuan Sosial (Bansos), kata dia, Ia pikir jangan terlalu di publish sehingga tidak menjadi kegaduhan di Kabupaten Garut ini. “Apalagi hari ini LSM mana dan Ormas mana yang tidak gelisah dengan PPKM ini, dan tidak hanya di Kabupaten Garut namun di Jawa-Bali juga semuanya seperti itu,” katanya, Jumat (23/07).
Tambah Rawing, bagaimana masyarakat bisa menyikapi proses hari ini dan yang paling sederhana bagaimana caranya kita jaga kawan, jaga saudara dan jaga solidaritas. Lebih menarik bagaimana caranya bergotong royong dengan situasi pandemi ini untuk berfikir lebih cerdas. “Saya diam di daerah sudah beberapa bulan ini saya rasa aman, nyaman dan tidak gaduh,” ujarnya.
“PPKM ini tidak terlalu berpengaruh ketika ngomong ke daerah, karena di daerah itu ada pangan yang bisa dimanfaatkan yaitu hasil buminya seperti ubi, ketela pohon dan lain sebagainya, ini bisa dimanfaatkan, “katanya.
Lanjut dia, seandainya ngomong kota, regulasi di kota itu diakui atau tidak orang-orang yang berkepentingan. Artinya, tagline hari ini bagaimana caranya Kawan jaga kawan Jaga solidaritas untuk menjaga kondisi hari ini dengan adanya PPKM, virus dan lain sebagainya.
Ia juga memberikan pandangan terkait bansos dari pemerintah daerah, dimana ada masyarakat terdampak yang menerima, tidak menerima atau bahkan tertunda untuk menerima bantuan. kalau pemerintah daerah ada alokasi, ketika bicara cukup dan tidak cukup bagaimana pemerintah menyikapi.
“Saya fikir gunakan agen-agen sosial di pemerintah, ada dinas terkait ada kepala desa dan kecamatan mereka tahu siapa yang berhak menerima dan tidak berhak menerima, “katanya.
Ia fikir hari ini Bupati Garut akan A, B dan C akan A, B dan C selalu seperti itu di media, ini ia fikir bisa memancing kegaduhan. “Orang yang tadinya tidak tahu ada bantuan hari ini jadi tahu, padahal dia sudah berharaf tahu-tahu tidak menerima, menjadi sebuah kegaduhan saya fikir, “ujar anggota organisasi Solidaritas Kawan jaga Kawan lugas.
Ia mengapresiasi sikap Polres Garut, Dandim 0611 dan Kejari dalam memberikan donasi dan tidak banyak bicara meskipun besar dan kecilnya itu yang lebih bermanfaat. Harapan terkait penanganan pandemi lebih realnya ia menghimbau untuk menjaga prokes dengan baik, dan ketika terpapar sayangi itu bukan lagi orang lain paling utama sayangi keluarga dan sayangi diri sendiri dan sayangi kawan.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri kegiatan Sosialisasi… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menghadiri acara Layanan… Read More
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Semangat emansipasi perempuan dan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan berpadu… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 kembali… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menerima kunjungan dari… Read More
Oleh : Nurdiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, menghadiri sekaligus membuka… Read More