Ilustrasi-umroh.com
yakinlah bahwa Rasulullah SAW sangatlah mencintai umatnya
Oleh : H Derajat
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
Bismillâhirrahmânirrahîm
Wasshalâtu wassalâmu ‘alâ Muhammadin wa âlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inâyatil ‘âmmati wal-hidâyatit tâmmah, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn.
“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, âmîn yâ Rabbal ‘âlamîn“.
Sebelum aku membuka risalah kecil ini mengenai mimpi bertemu Rasulullah, beliau telah menegaskan bahwa setan tidak dapat menyerupainya maka mimpi bertemu Rasulullah adalah suatu kebenaran dan berkah Allah yang sangat luar biasa.
عن أَبَا هُرَيْرَةَ قَالَ سَمِعْتُ النَّبِىَّ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ مَنْ رَآنِي فِي الْمَنَامِ فَسَيَرَانِى فِى الْيَقَظَةِ ، وَلاَ يَتَمَثَّلُ الشَّيْطَانُ بِي.
Diceritakan dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anh, aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda “Barang siapa melihatku di dalam mimpi, niscaya ia akan bertemu denganku dalam keadaan terjaga dan setan tidak dapat menyerupaiku” (HR al-Bukhari dan Muslim).
Saudaraku terkasih, Rasulullah Muhammad SAW adalah rasul yang diutus untuk seluruh umat manusia. Bukan nabinya orang kaya saja, bukan nabinya masyarakat elite saja, bukan nabinya orang miskin saja.
Beliau diutus sebagai pembawa kabar gembira bagi orang yang mau mengikutinya, mau bertauhid dan melaksanakan konsekuensi dari ajaran itu.
Beliau juga seorang pemberi peringatan bagi orang yang memilih tidak mau percaya kepada tauhid dan ajaran yang dibawanya. Beliau juga diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam, meliputi seluruh makhluk, meliputi seluruh manusia yang kafir sekalipun, sampai akhir zaman.
Nah, karena itu sentuhan rahmat Rasulullah saw. itu bisa saja sampai dan dirasakan oleh siapa pun dan melalui macam-macam cara. Salah satunya adalah melalui cara mimpi seperti pada kisah pendek berikut ini.
Syeikh Ja’far ash-Sha’igh menceritakan begini. Di antara tetangga-tetangga yang tinggal berdekatan dengan kediaman Ahmad bin Hanbal ada orang yang dikenal sering berbuat maksiat dan melakukan perbuatan-perbuatan buruk.
Pada suatu hari orang itu –sebut saja namanya Zain, bukan nama sebenarnya— mendatangi majelis ta’lim Ahmad bin Hanbal dan mengucap salam. Imam Ahmad bin Hanbal tampak seperti tidak mau melayaninya dan menjawab salam pun sekenanya.
Zain kemudian bertanya, “Wahai Imam Ahmad, mengapa Anda tampak seperti menghindar dari saya? Saya sudah berubah, tidak lagi seperti dulu, setelah saya mengalami mimpi.”
Imam Ahmad bertanya, “Mimpi apa?”
“Saya mimpi bertemu Rasulullah SAW”, kata Zain.
Dalam mimpinya itu, Zain menceritakan bahwa Rasulullah SAW terlihat sedang berada di tempat yang agak tinggi, di bawahnya banyak orang yang sedang duduk. Masing-masing orang itu maju satu persatu menghadap Rasulullah SAW, meminta didoakan oleh Rasul, dan Rasulullah pun kemudian mendoakan mereka satu per satu.
Akhirnya, semua orang sudah maju dan tinggallah Zain yang belum maju menghadap Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW bertanya kepada Zain, “Wahai Fulan, mengapa kamu tidak bangun dan menghadap kepadaku (seperti yang lain) dan meminta aku doakan?”
“Saya sangat malu menghadapmu, wahai Rasulullah, karena perbuatan-perbuatan buruk saya,” kata Zain.
Rasulullah berkata, “Bangunlah, kemarilah aku doakan. Kamu bukan orang yang suka mencaci maki sahabat-sahabatku.”
Zain pun bangun dari tempatnya duduk dan menghadap Rasulullah, lalu Rasulullah SAW mendoakannya.
Zain terbangun dari tidurnya dan tiba-tiba merasakan penyesalan luar biasa atas perbuatan buruknya. Ia membenci masa lalunya yang penuh maksiat.
Mendengar cerita itu, Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Ceritakanlah mimpimu itu kepada orang lain, in syaa Allah bermanfaat.”
(Dari buku Ra’aytu an-Nabiyy shallallâhu ‘alaihi wasallam: Mi’ah Qishshah Min Ru’â an-Nabiy shallallâhu ‘alaihi wasallam).
Catatan kami :
“Barang siapa telah melihat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam tidurnya maka ia akan mati dalam keadaan husnul khatimah, mendapatkan syafaat Nabi Muhammad dan akan masuk surga. Allah juga akan mengampuni dosanya dan kedua orang tuanya jika memang orang tuanya adalah orang Muslim. Ia juga seakan-akan telah mengkhatamkan Al-Qur’an sebanyak 12 kali, ia akan mudah dalam menghadapi sakaratul maut, ia juga akan diangkat dari siksa kubur dan diberi jaminan aman dari hiruk-pikuk di Hari Kiamat serta akan dikabulkan hajat dunia maupun akhirat dengan sifat lembut dan dermawan-Nya” (Syekh Hasan Muhammad Syaddad, Kaifiyah al-Wushul li Ru’yati Sayyidina ar-Rasul, hal. 18).
Sumber :
Semoga bermanfaat…
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More