Oleh : Wishnoe Ida Noor & Wida Heryani
Garut – Guna menyukseskan pendidikan, baik dari mutu yang ditunjang dari SDM para Guru juga diperlukan sarana dan prasarana yang memadai, dan itu tidak dapat dipisahkan.
Mengingat, bahwa sarana dan prasarana pendidikan berperan langsung dalam proses pembelajaran di sekolah khususnya ruangan kelas yang di dalamnya ada peserta didik dan Guru, sehingga kelancaran dan kemudahan di dalam mentransformasikan ilmu dan pendidikan bagi para siswa dan Guru akan mudah untuk menyampaikan isi pembelajarannya pada siswa.
Namun, tidak semua sekolah bisa memiliki sarana dan prasarana yang memadai meskipun sekarang ini ada DAK yang telah digelontorkan oleh Pemerintah baik dari APBN maupun APBD. Bisa saja tingkat kebutuhan yang ada di masing-masing sekolah selain berbeda-beda juga ada skala prioritas yang memang memerlukan bantuan untuk segera diperbaiki maupun dibangun.
Tidak saja pada tingkat kebutuhan pembangunan baru, rehabilitasi bangunan sekolah, melainkan sarana lain seperti penyediaan sarana untuk kamar mandi, kakus dan sarana sanitasi lainnya yang tidak bisa ditanggulangi oleh pihak pengelola sekolah. Memang ada skala prioritas yang lebih mendesak bagi sekolah-sekolah yang memang sudah sangat layak untuk mendapatkan bantuan rehab dan lainnya.
Seperti halnya SDN 1 Indralayang Kecamatan Caringin Kabupaten Garut, berdasarkan pantaun GrahaBigNews di lapangan, Rabu (19/01/2022) bahwa, ada sarana yang harus segera dipenuhi yaitu pemagaran area di sekolah tersebut, dan ruang Guru.
Mengapa demikian? Karena, selama ini, akibat belum adanya pemagaran di sekolah tersebut menimbulkan ketidaknyamanan bagi pihak sekolah, Guru, dan peserta didik di dalam menjalankan proses belajar mengajarnya.
Ketika hal tersebut dikomunkasikan pada Kepala Sekolah SDN 1 Indralayang Kecamatan Caringin Kabupaten Garut, Bapak Udin, S.Pd., pihaknya membenarkan. Karena belum adanya pemagaran sebagai pembatas antara bangunan sekolah dengan lingkungan sekitar, sampai saat ini warga masyarakat banyak yang menggunakan jalan pintas melalui sekolah tersebut.
Dikatakannya dengan jumlah peserta didik sebanyak 100 orang, dan tenaga pendidik sebanyak 7 orang, 4 Guru PNS, dan 3 orang Tenaga Honorer berharap mendapatkan perhatian dan bantuan untuk sarana Guru dan pemagaran.
Pada intinya lanjut Bapak Udin, keberadaan sekolah kami yang memerlukan sarana pemagaran dan ruang Guru untuk diperhatikan oleh pihak Pemerintah guna terciptanya Proses Belajar Mengajar yang aman, nyaman, dan lancar, pungkasnya.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More