Wabup Garut Launching Gebyar Perbaikan Rutilahu dari Baznas Garut

Share posting

Oleh: Wishnoe Ida Noor

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, Peletakan Batu Pertama Pembangunan Perbaikan (Rutilahu) di Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Senin (10/10/2022). (Foto : Yogi Budiman/Diskominfo Garut – grahabignews.com)

Garut – Wakil Bupati (Wabup) Garut, dr. Helmi Budiman, launching Gebyar Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) dari Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Garut untuk 87 penerima manfaat di Kabupaten Garut serta melaksanakan peletakkan batu pertama perbaikan rutilahu yang dilaksanakan di Desa Bayongbong, Kecamatan Bayongbong, Senin (10/10/2022).
Wabup Garut mengatakan untuk 87 rumah ini besaran anggarannya sebesar 600 juta rupiah, dan tersebar di 40 kecamatan yang ada di Kabupaten Garut.
Sementara, untuk perbaikan Rutilahu dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut tahun ini ada sekitar 200 rumah yang menjadi sasarannya.
“Ya ini kan berdasarkan pertama dalam usulan dari kepala desa, tentu kepala desa juga hasil seleksi dari RT dari RW, dari warga masyarakat, dari berbagai macam sisi, memang di lihat rumahnya, di lihat juga mampu tidak,” ujar Wabup Garut.
dr. Helmi mengakui, banyak rutilahu yang harus kita bangun itu, makanya saya minta pada dinas membuat sistem bagaimana caranya agar tidak nunggu rumah rusak (atau) rumah hancur, tapi bagaimana ketika ada yang gentingnya rusak, tidak dibiarkan.
Untuk perbaikan rutilahu yang diberikan oleh Baznas Garut, imbuh Wabup Garut, per kecamatan ada sekitar 2 sampai 3 rumah yang diperbaiki.
Selain itu, ia juga memaparkan jika dalam setiap pengajuan perbaikan rutilahu ini, selalu mengalami kenaikan, walaupun pihaknya bersama dengan pihak lain sudah memberikan bantuan untuk perbaikan rutilahu ini.
“Jadi ini makanya harus ada di kita sehingga ketika kita misalkan dulu yang rumah rutilahu tuh mengajukan banyak 100 ribu kita kasih 5 ribu, tahun berikutnya bukan berkurang menjadi 95 ribu malah jadi 105 ribu, jadi malah nambah, oh ternyata karena memang pemeliharaannya dari yang dilakukan oleh masyarakat kita dikarenakan karena ketidakmampuan masyarakat jadi bertambah akhirnya (rutilahu),” tandasnya.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *