Ilustrasi-Republika
Artike Ekslusif
Oleh : Dr., Supardi, S.H., M.H.
Kepala Kejaksaan Tinggi Riau
(Rd. Mahmud Sirnadirasa)
Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah mengajarkan kepada kita bagaimana cara kita menolak bisikan dan rayuan syetan yang merasuki hati seorang hamba terkait dengan Allah –jalla jalaluhu-. Beliau bersabda:
( يَأْتِي الشَّيْطَانُ أَحَدَكُمْ فَيَقُولَ مَنْ خَلَقَ كَذَا وَكَذَا حَتَّى يَقُولَ لَهُ مَنْ خَلَقَ رَبَّكَ ؟ فَإِذَا بَلَغَ ذَلِكَ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ وَلْيَنْتَهِ ) رواه البخاري( 3276 ) ومسلم (134)
“Syetan mendatangi salah satu dari kalian seraya berkata: siapa yang menciptakan ini dan itu?, sampai ia berkata: siapa yang menciptakan Tuhanmu?, dan kalau sudah sampai pertanyaan tersebut maka berlindunglah kepada Allah dan berhentilah”. (HR. Bukhori 3276 dan Muslim 134)
Ketahuilah wahai hamba Allah, bahwa Allah –subhanahu wa ta’ala- berada dibalik hijab, hingga tidak terlihat oleh hamba-hamba-Nya pada waktu di dunia, maka tidak satupun manusia yang mampu melihatnya, tidak juga Nabi atau yang lainnya.
قالت أم المؤمنين عائشة رضي الله عنها : ( مَنْ زَعَمَ أَنَّ مُحَمَّدًا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَبَّهُ فَقَدْ أَعْظَمَ عَلَى اللَّهِ الْفِرْيَةَ ) رواه البخاري (4855) ومسلم (177) واللفظ له .
Ummul Mukminin ‘Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata: “Barang siapa beranggapan bahwa Muhammad –shallallahu ‘alaihi wa sallam- telah melihat Rabbnya, maka ia telah mendustakan Allah”. (HR. Bukhori 4855 dan Muslim 177, ini adalah redaksi hadits Imam Muslim)
Ketika kita mencintai seseorang, hewan atau apapun itu, termasuk mencintai suatu barang, sudah tentu memahami seperti apa dia; bentuknya (ada), fungsinya, pancarannya, keindahannya, ketulusannya dan hal-hal lain yang membuat hati menjadi terpesona. Kita menjadi tertarik sehingga mencintainya.
Demikian halnya dalam mencintai Allah. Hal paling mendasar dalam mencintai Allah, harus tertanam dalam keyakinan (sesuai bukti-bukti ilmiah penciptaan-Nya), bahwa Allah SWT itu Ada, Sang Pencipta alam semesta termasuk isinya, yang menguasai kita, yang Awal dan yang Akhir.
Meskipun demikian, Allah bukanlah makhluk atau barang sebagaimana bayangan ketika manusia mencintai sesuatu yang kasat mata. Allah bukan makhluk yang dapat dibayangkan oleh akal manusia, yang sama dengan salah satu makhluk ciptaan-Nya. Tidak ada satu makhlukpun di bumi ini yang setara atau menyerupai-Nya.
Jadi, bagaimana kita bisa menumbuhkan rasa cinta kepada Allah, kepada sesuatu yang tidak terjangkau oleh akal manusia. Maka Dr Supardi SH MH Kajati Riau menuangkan pendapatnya pada link berikut ini :
https://pasulukanlokagandasasmita.com/menumbuhkan-cinta-kasih-allah/
Semoga keilmuan yang dishare ini akan membawa keberkahan bagi kita dan menimbulkan rasa cinta yang mendalam kepada Sang Pencipta kita ini. Aamiin.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More