(Foto: Nurlaela - grahabignews.com)
Oleh: Nurlaela
grahabignews.com, Purwakarta – Maraknya hal miris dijalanan sering terdengar dan terlihat. Pekerja keras dan mereka yang malas, terkadang berpapasan, ada yang membantu tapi ada juga yang tega mengambil hak sesama lainnya, seakan tidak punya kasihan, terlebih kepada wanita yang memiliki anak cacat dan anak gadisnya hilang, sakit, sakit, sangat sakit, entah kemana harus mengadu.
Demikian disampaikan inisial AMH (60) seorang ibu yang biasa dijalanan dengan gerobak tempat anaknya berbaring, kepada media, di jalanan kota Purwakarta, sambil menangis keras menyampaikan yang dialaminya, Kamis (04/05/2023).
Menurutnya, ada banyak yang terlihat baik tapi jahat, sepintas kasihan dengan keadaan bersama keluarga, bahkan anak kecilnya selalu di bawa, tapi kerjanya bawa silet untuk sobek kantong orang alias nyopet dompet orang lain yang sedang lengah dijalanan atau tempat keramaian, sesekali ngelem alias isap lem, kalau tidak hati-hati sekitarnya terkadang hak temannya di ambil.
“ini membuat tidak nyaman bagi kita yang sering berpapasan, terkadang putus asa, bingung bagi orang kecil mah,” Kata AMH sambil menyeka air matanya yang mengalir kepipi yang sudah terlihat kurus, tangisannya semakin keras sesekali tersedu pilu, meratapi nasibnya.
Berhadapan dengan orang-orang di lapangan tidak selalu mudah seperti membalik telapak tangan, berbagai karakter ada, dari yang baik jujur sampai yang suka bohong bahkan ngamuk tidak karuan sampai fitnah dan sumpah serapah yang terdengar dan terlihat itu terbukti dan mereka semua saudara kita sebangsa senegara tercinta Indonesia.
Berbagai kebiasaan menjadi pelajaran bagi mereka yang peduli dan belajar guna mengetahui latar belakang, proses dan evaluasi dengan harapan ada perubahan lebih baik kemudian, demi terciptanya keamanan dan perdamaian dunia yang lebih manusiawi.
Fakta marak adanya kecemburuan sosial, kurangnya pembinaan, lebih dominan mementingkan pribadi atau golongan tertentu, kesenangan dengan harta berlebihan dan arogansi mereka para oknum yang seharusnya lebih menyentuh dan meraih bersama dari hati ke hati yang memang tidak mudah.
Tidak jarang membuat malas berhubungan dengan mereka yang bermasalah tersebut dan akhirnya tidak peduli menimbulkan dampak-dampak lebih keji, kejam dan kebiasaan berbohong dengan berbagai alasan, pada intinya tetap merugikan banyak pihak kedepannya.
Kita makhluk sosial perlu manusia lainnya sebagai sesama dalam kehidupan, manusia Beragama sesuai sila pertama dalam Pancasila, Kemanusiaan yang adil dan beradab sesuai sila kedua, kita perlu bersatu sesuai sila ketiga, sudah semestinya mampu membuktikan, kerakyatan yang pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan sesuai sila keempat, guna menghasilkan keadilan sosial bagi seluruh bangsa Indonesia, sesuai sila ke lima dalam Pansila sebagai dasar negara kita.
Sudahkan semua merata pendapatan, kesempatan itu tentu faktanya belum, dan ini kewajiban kita semua perlahan tapi pasti akan berhasil lebih merata dan lebih baik untuk bangsa kita jika semua bekerja semampu kita bisa, tidak perlu terlalu banyak bangga dengan siapa pemilik nama diri diantara kita yang bisa menimbulkan rasa lebih baik dari yang lain.
Sesungguhnya merasa lebih hebat dari manusia lainnya adalah kekurangan yang merugikan karena bisa menimbulkan keangkuhan, membuat pongah dan bisa jadi lupa diri, kesempatan dan semua yang ada milik maha pencipta segalanya untuk dimanfaatkan secukupnya, cepat atau lambat kita akan sadar dan paham pentingnya memikirkan pihak lain yang lebih membutuhkan.
Kita harus mampu menahan rasa berlebihan dengan tanggungjawab agar mampu secukupnya, jerih payah kita untuk kita kelak diakhir nanti, karena yakin maha pencipta tidak akan lupa dengan upaya hambanya, stop korupsi berbagai hal, stop arogan dan memaksakan kehendak pribadi atau segelintir yang merugikan kepanjangan.
Sabar dan mampu berbagi semua hal baik bukan sekedar memberi materi atau sekedar memberi ikan cukup untuk sesaat, tapi harus memberi kail yang bisa mendapatkan ikan berkelanjutan guna memberikan kesegaran hidup saat ini dan masa depan.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More