Graha Desa

Delegasi Republik Rwanda Bersama Bank Dunia Kunjung Desa Sukajaya

Share posting

Oleh: Nirlaela

Nirwan Hermawan, Kepala Desa Sukajaya. (Foto: Nurlaela – grahabignews.com)

grahabignews, Purwakarta – Kedepan tidak menutup kemungkinan delegasi dari negara luar lainnya ada yang menyusul berkunjung. Kali ini, tidak lepas peran Tatang Taryana, Ketua Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Purwakarta.

Dimana, kedatangan Delegasi Pemerintah Republik Rwanda bersama organisasi nirlaba SPARK Microgrants yang bekerjasama dengan Bank Dunia (the World Bank) study banding di Desa Sukajaya yang saat ini sudah mandiri, di Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Provinsi Jawa Barat, Negara Republik Indonesia.

Hal tersebut diakui Nirwan Hermawan, Kepala Desa Sukajaya, kepada media usai study banding itu, Rabu (11/10/2023).

Delegasi Rwanda Kabera Godfrey bersama Yadi Sekretaris Desa Sukajaya. (Foto: Nurlaela – grahabignews.com)

Delegasi Rwanda bersama Bank Dunia (The World Bank) dan perwakilan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Menurut Nirwan, mereka berkunjung utamanya tertarik peningkatan ekonomi, lebih condongnya ke Badan Usaha Milik Desa (BUMDES).

“Lanjutnya perkembangan Desa Sukajaya, diantaranya dari Indek Desa Membangun (IDM) mulai sarana pendidikan, sarana kesehatan, angka kemiskinan, faktor utama, poin utama menopang keberhasilan Desa Sukajaya dari Desa tertinggal, kemudian berkembang menjadi maju dan kini berhasil sebagai Desa Mandiri,” terang Nirwan .

Hal itu, lanjutnya, karena kekompakan pihak pengurus pemerintahan Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Linmas, Dusun, Rukun Warga (RW), Rukun Tetangga (RT), Karangtaruna (Kartar), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD) mendukung Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) bersama warga berupaya agar berhasil menjalankan perputaran uang dengan menjalankan roda perekonomian di seputar wilayah Desa.

Dijelaskan kepala Desa Nirwan, Perusahaan diwilayahnya harus patuh aturan, punya hak dan kewajiban Corporate Sosial Responsibily (CSR) atau Tanggungjawab Sosial perusahaan terhadap lingkungan memberikan 2,5 persen dari keuntungan untuk Desa dan lingkungan, tidak hanya berupa uang, bisa Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Sosialnya, Pembangunannya, dan sarana lain guna keberhasilan bersama, hal ini menarik delegasi Negara Rwanda untuk study banding, terbukti mereka tiba di Desa Sukajaya ini.

Taufik Rinaldi, Konsultan SPARK Microgrants. (Foto: Nurlaela – grahabignews.com)

Kunjungan ini tidak serta merta, ada tahapannya, semoga dari kunjungan ini kita semua lebih baik, meningkat ekonominya, lebih sejahtera dan maju siap menata kehidupan masa depan yang berkualitas dan menjadi percontohan bagi Desa-desa lainnya, dengan kompak semua yakin akan berhasil, perekonomian terus berkembang kita raih kesejahteraan,” pungkasnya.

Dikesempatan itu, Kabera Godfrey, Kepala Lembaga Perencanaan Nasional yang bernaung di bawah Kementerian Keuangan, Ketua Delegasi Pemerintah Republik Rwanda, Afrika Tengah, mengaku pengalamannya sangat menarik, hasil-hasil terbaik, sistem-sistem di Rwanda dan Indonesia banyak kemiripan, meski realisasinya ada yang berbeda, sering bertemu dari bawah keatas dan saling menselaraskan prioritas dari Pemerintah. Kemiripan musyawarahnya dalam menggali aspirasi.

Kabera Godfrey katakan, pihaknya tertarik dengan perkembangan majunya perekonomian di Desa Sukajaya, pengetahuan dari sini akan coba diterapkan di negaranya. “ini kali pertama kunjungan, tapi kami sangat berharap tidak akan menjadi yang terakhir, ” ucap Godfrey.

(Foto: Nurlaela – grahabignews.com)

Menjawab media adakah CSR dari perusahaan di negaranya untuk lingkungan, Kabera Godfrey jelaskan, di negara Rwanda CSR ada, tidak diwajibkan berapa persen, tapi ada perkecualian pajak.

“Dari CSR mereka biasanya mengeluarkan untuk rumah sakit, pembangunan, baik untuk sarana pendidikan, kesehatan dan pembangunan lainnya sesuai kesepakatan perusahaan dengan masyarakat, bisa berupa uang atau kegiatan,” ungkapnya.

Taufik Rinaldi, Konsultan SPARK Microgrants bekerjasama the World Bank datang bersama delegasi Rwanda menjelaskan, Rwanda negara berkembang.

“Mereka datang dari Rwanda ke Indonesia ingin mengetahui bagaimana lajunya perkembangan perekonomian bersama industri di Indonesia, dulu ada Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan, sekarang Pemberdayaan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes),” terang Taufik Rinaldi.

(Foto: Nurlaela – grahabignews.com)

Sebelum delegasi ini tiba di Desa Sukajaya, pihaknya mengaku, ada teman survei terlebih dahulu dan berbincang perihal pembangunan Desa, setelah cocok bekerjasama Kemendes PDTT koordinasi dengan berbagai pihak terkait, mengirim surat ke Provinsi, Kabupaten dan Desa, setelah persetujuan bersama hari ini kami tiba di Desa Sukajaya.

Di Jawa Barat, selain Purwakarta, ada Desa Cibiru Wetan di Bandung, sudah di kunjungi delegasi Rwuanda ini, kami berharap dapat saling menguntungkan dari kunjungan ini dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan peningkatan ekonomi.

Hadir dalam kesempatan tersebut Taufik dari Kemendes PDTT, Perwakilan Kabupaten setempat, Camat Sukatani, Para Kepala Desa di Sukatani, Ketua Apdesi Purwakarta, para pengurus di lingkungan pemerintahan Desa setempat dan lainnya.

Selesai kegiatan berphoto bersama, ada Cinderamata untuk masing-masing, agar kedepan dapat mengenang kunjungan ini yang diharapkan menjadi langkah sejarah dalam pembangunan guna meraih keberhasilan dalam upaya lajunya peningkatan perekonomian yang sehat dan mandiri, di lingkungan pedesaan sejahtera bersama, mendukung kemajuan negara dan dunia yang lebih sehat serta berkualitas baik.


Share posting
rudi herdiana

Recent Posts

Senja di Kaki Gunung Cikuray

Cerpen Akhir Pekan  : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More

15 jam ago

Sebutir Kurma Pengganjal Terkabulnya Doa

hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More

15 jam ago

Persiapan Matang Hantarkan SDN 4 Pataruman Raih Juara 1 Ajang LCC Tingkat Kab. Garut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More

3 hari ago

LCC Usai Digelar, Disdik Garut Persiapkan Ajang LCT

Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More

3 hari ago

Bupati Sebut, LCC Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Kompetensi Tinggi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan  lomba… Read More

3 hari ago

SDN 4 Pataruman Kembali Menjuarai LCC SD Tingkat Kabupaten Garut 2026

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More

3 hari ago