Wanita Dewasa Hidup di Pinggiran Jalan Purwakarta. (Foto: Nurlaela - grahabignews.com)
Oleh: Nurlaela
Grahabignews, Purwakarta – Dampak tidak memiliki rumah singgah sementara bagi warga yang sedang dalam kekurangan atau dalam suatu masalah, Kota Purwakarta tidak lepas dengan lalu lalang berbagai penampilan yang lewat.
Seperti dari penampilan orang sehat biasa, mereka yang dalam gangguan jiwa, manusia berlumur bahan warna Silver, mereka dengan pakaian seni diiringi musik sering terlihat berseliweran melewati jalanan di kota Purwakarta siang dan malam hari, bahkan ada wanita Dewasa tinggal di pinggiran Jalan cuma terhalang saluran air yang kebetulan trotoarnya berpohon pagar rindang.
Demikian disampaikan Asep (43) warga Purwakarta, Jum’at (17/11) yang mengaku hampir tiap hari melewati jalan dimana wanita itu tinggal, miris dan ada ketakutan terjadi hal yang tidak diingainkan jika tidak ada petugas yang berperan pengawasan sepenuh hati guna ketertiban dan kenyamanan.
Wanita yang dimaksud diketahui banyak warga sekitar dan mereka yang sering melewati jalanan itu, sejak lama tinggal di salah satu titik pinggiran trotoar jalan yang terhalang saluran air, tidak jauh dari kantor Desa Mulyamekar, Babakancikao, Purwakarta, arah Sadang dari Ciseureuh, Purwakarta.
“Miris wanita itu terlihat seperti wanita biasa, tapi terkadang tengah malam suka terdengar teriakan seolah meluapkan emosi marah entah kepada siapa, adakalanya memegang boneka seakan ada yang diingat yang membuatnya demikian kecewa dan marah serta teriak,” ungkap seorang warga sekitar yang tidak mau ditulis namanya.
Tambahnya, kalau bicara banyak nyambungnya tapi ada juga yang dirasa janggal, tinggal ditempat itu sudah berbulan, kasihan, bagaimanapun dia perlu bantuan pihak terkait dengan pengamanan untuk orang dalam keadaan seperti itu.
“silahkan cek sendiri, melihat langsung kondisinya, yakin kalau ada tim di Negara ini yang benar-benar mampu peduli sesuai bidangnya masing-masing, Wanita bisa sembuh dan hidup layak sebagaimana aturan Negara,” ucap dia
Menurut warga itu, sepertinya wanita ini ada memori yang diingatnya tentang sebuah negara di Timur Tengah, bisa jadi mantan Pekerja Migran Indonesia. Warga tersebut berharap media menemuinya, wanita itu sedang duduk manis dan menghias kukunya dengan kutek yang diakuinya hasil nemu disekitar tempatnya tinggal.
Wanita itu mengaku bernama Susi (30) asal Cianjur, punya anak tinggal bersama temannya di Cikampek. Keberadaannya disana menunggu jemputan majikannya yang tidak diketahuinya sampai kapan, ketika ditanya jika ada yang menawarkan untuk kerja di Indonesia, wanita itu tidak mau, karena yakin akan di jemput majikannya,” terang warga sekitar tersebut.
“Seperti kebanyakan wanita dewasa lain, dia mandi, bersolek, merapihkan tempatnya, menumpuk barang yang semakin hari makin banyak pemberian orang yang iba padanya, jemuran baju dan tas yang sudah di cuci bergantungan di pagar rumah warga dimana wanita itu tinggal, pemilik rumah merasa kasihan tapi tidak berani untuk membawa tinggal dirumahnya, karena pasti akan merepotkan,” terang Warga sekitar itu.
Guna menjaga kemungkinan membuat masalah baru, sebaiknya pihak terkait dari Pemerintahan turun tangan, berikan haknya, sudah kewajiban Negara Peduli warganya sesuai aturan yang berlaku di Indonesia,” tegas warga tersebut penuh harap penanganan wanita itu dilakukan sebagaimana mestinya.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More