Mintalah Allah dan Tidak Meminta Makhluknya

Share posting

bila meminta masuk surga dan terhindar dari neraka maka berarti kita masih meminta makhluk ciptaanNya

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Sahl bin Sa’ad radhiyallahu ‘anhu menuturkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

أتاني جبريلُ ، فقال : يا محمدُ عِشْ ما شئتَ فإنك ميِّتٌ ، وأحبِبْ ما شئتَ ، فإنك مُفارِقُه ، واعملْ ما شئتَ فإنك مَجزِيٌّ به ، واعلمْ أنَّ شرَفَ المؤمنِ قيامُه بالَّليلِ ، وعِزَّه استغناؤه عن الناسِ

“Jibril ‘alaihissalam pernah datang kepadaku seraya berkata, ‘Hai Muhammad! Hiduplah sesukamu, sesungguhnya engkau akan menjadi mayit. Cintailah siapa saja yang engkau senangi, sesungguhnya engkau pasti akan berpisah dengannya. Dan beramallah semaumu, sesungguhnya engkau akan menuai balasannya. Dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang mukmin terletak pada salat malam dan kehormatannya adalah rasa kecukupan dari manusia.’”

Untuk menjawab jalan menuju kemuliaan sebagai manusia Khalifah Allah di dunia ini maka jawabnya telah disampaikan oleh Abah Setu yang bernama asli KH Ir Asep Setiawan, seorang guru Tarekat murid dari Abah Anom Suralaya berikut ini :

Di dalam keadaan yang penuh gonjang ganjing dengan serangan kepada pikiran dan hati kita berupa isue kehancuran ekonomi, isue perang, isue kiamat yang segera datang, isue virus yang segera menyerang akibat teori konspirasi untuk melaksanakan program depopulasi dari para iblis-iblis penjual vaksin, belum lagi rusaknya pemikiran anak-anak keturunan kita akibat ketergantungan medsos maka menyandarkan dan memohon agar Allah selalu dekat dengan kita adalah cara terbaik, utama dan mulia sebagaimana yang diterangkan Abah Setu di atas.

Abah Setu memberikan solusi terbaik dengan mengungkapkan Surah Ali Imran ayat 173 sebagai sandaran bagi Umat Muhammad agar menjadi umat yang mulia dan dekat dengan Allah.

حَسْبُنَا اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ نِعْمَ الْمَوْلَى وَنِعْمَ النَّصِيْرُ

Hasbunallah wani mal wakil ni mal maula wani’man nasir artinya “Cukuplah Allah menjadi penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baiknya pelindung.”

Ada pula versi pendek yang sering disebutkan yakni ḫasbunallahu wa ni’mal-wakîl. Kalimat tersebut juga merupakan penggalan Al Qur’an dalam surat Ali ‘Ilman ayat 173:

اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ وَّقَالُوْا حَسْبُنَا اللّٰهُ

وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ

Allaziina qoola lahumun naasu innan naasa qad jama’uu lakum fakhshawhuin fazaadahum iimaannanwa wa qooluu hasbunal laahu wa ni’malwakiil.

“(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang saat ada orang-orang mengatakan kepadanya, ‘Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,’ ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung’.”

Jadilah Pandawa yang dalam hidupnya hanya meminta Krisna, dan janganlah menjadi Kurawa yang meminta senjata dan Pasukan Krisna.

Mukmin sejati hanya meminta Allah, Allah, Allah saja sebagai permohonan tunggal sebagaimana Surat Al Ikhlas ayat 1 :

{ قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ }

Katakanlah wahai Muhammad, sampaikanlah kepada ummat mu, bahwasanya Dialah Allah ﷻ Yang Esa, Dia ﷻ yang sempurna sifat-sifat dan nama-Nya, tiada sembahan selain-Nya.

Surga, Neraka, kesulitan hidup, anak istri, harta benda, seluruh manusia, binatang ternak apapun yang kita anggap bisa memberikan kebahagiaan kepada kita hanyalah makhluk ciptaanNya saja tidak lebih dari itu dan bukan tujuan akhir kehidupan kita. So, marilah kita meminta Allah, Allah, Allah saja dalam tiap helaan nafas kita.

Dari Allah, Bersama Allah, menuju Allah inilah sejatinya perjalanan hidup kita.

Semoga Allah merahmati, memberkahi, menyelamatkan kita dari keburukan yang ditimbulkan makhluk-makhlukNya. Aamiin.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *