KASIH SAYANG RASULULLAH YANG NYARIS TAK MUNGKIN KITA LAKUKAN ???? “Keras kepala dan kedengkian luluh lantak dengan sikap lembut dan penuh kepengasuhan”. Oleh: H Derajat Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ وَاٰلِهِ مَعَ التَّسْلِيْمِ وَبِهِ نَسْتَعِيْنُ فِى تَحْصِيْلِ الْعِنَايَةِ الْعَآمَّةِ وَالْهِدَايَةِ التَّآمَّةِ، آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ Bismillãhirrahmãnirrahîm Wasshalãtu wassalãmu ‘alã Muhammadin wa ãlihî ma’at taslîmi wabihî nasta’înu fî tahshîlil ‘inãyatil ‘ãmmati wal-hidãyatit tãmmah, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn. “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, kepadaNya kami memohon pertolongan dalam mencapai inayahNya yang umum dan petunjukNya yang sempurna, ãmîn yã Rabbal ‘ãlamîn“. Sahabatku, inilah sebuah kisah betapa penuh kasih sayangnya Rasulullah SAW bahkan kepada seorang Yahudi buta yang selalu mencaci maki dirinya, dimana perbuatan Rasulullah memperlakukan orang Yahudi itu nyaris tak mungkin kita lakukan : https://pasulukanlokagandasasmita.com/dahsyatnya-sikap-rasulullah-saw/ Abu Bakar menatap bungkusan roti di genggamannya lalu melihat pengemis renta di hadapannya. Bergantian. Lelaki pengemis itu buta matanya. Mengayun-ayun kepala. Tidak bicara. “Janganlah engkau mendekati Muhammad karena dia orang gila, pembohong dan tukang sihir. Jika engkau mendekatinya, engkau akan dipengaruhinya.” Begitu pengemis Yahudi buta itu, dahulu, melontarkan kata-kata tajam, penuh kedengkian dan kebencian. Sekarang tidak lagi. Kabar meninggalnya Sang Nabi barangkali telah sampai kepadanya. Jadi, tak perlu dia berteriak ke mana-mana. Sekarang, Abu Bakar duduk di hadapannya. Seolah tengah mengukur apa yang ada di kepala pengemis Yahudi itu. Terbayang sedikit perbincangannya dengan Aisyah beberapa waktu lalu. Perbincangan tentang pengemis di hadapannya. “Wahai putriku, adakah satu sunah kekasihku yang belum aku tunaikan?” Betapa Abu Bakar ingin mengikuti apa pun yang dahulu dilakukan Sang Nabi. Apa pun. Sekecil apa pun. Bahkan, setelah dia berusaha keras melakukan apa pun yang dicontohkan Sang Nabi, dia masih belum yakin seluruhnya dia ingat dengan tepat. “Wahai, Ayahku,” Aisyah yang belia menatap mata ayahnya sementara air matanya mulai menjelaga. “Engkau adalah seorang ahli sunah dan hampir tidak ada satu sunah pun yang belum engkau lakukan, kecuali satu.” “Apakah itu?” Mengerut dahi Abu Bakar. Ternyata benar bahwa pengetahuannya tentang Sang Nabi bukan tanpa cela sama sekali. “Setiap pagi, Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi yang buta di sana.” Di sini, Abu Bakar pagi ini. Tak mau menunda lama. Ingin dia tuntaskan apa pun yang dahulu dilakukan Sang Nabi dan dia punya kemampuan untuk menyamai. Pengemis buta itu, sama seperti hari-hari sebelumnya, menunggu belas kasihan orang-orang. Namun, dia telah meninggalkan caci maki terhadap Sang Nabi. Abu Bakar membuka bungkusan yang dia siapkan. Mengambil potongan roti darinya, kemudian menyuapkannya ke mulut sang pengemis. Ini tidak susah. Sunah yang mudah. Namun, tertahan tangan Abu Bakar, ketika pengemis buta itu menyentakkan kepalanya, menjauhkan mulutnya dari tangan Abu Bakar. "Siapa Kau?” Sudah berapa lama tak datang seseorang yang menyuapinya makanan, dan pagi itu hadir di hadapannya seseorang yang hendak melakukan hal sama. Namun, pengemis itu merasakan perbedaan di antara keduanya. “Engkau bukan orang yang biasa datang kepadaku.” Dua bola mata yang tak lagi melihat cahaya itu bergerak-gerak. Ada kemarahan di sana. “Jika dia datang kepadaku, tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah.” Abu Bakar mendengarkan. Ini sesuatu yang memang ingin dia dengarkan. “Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku dengan mulutnya dan setelah itu, dia memberikan padaku dengan mulutnya sendiri.” Abu Bakar segera diserang perasaan yang melumpuhkan. Bahkan, kehendaknya untuk berlemah lembut terhadap pengemis itu tak ada apa-apanya dengan cara Nabi melakukan hal yang serupa. Dia hendak menyuapinya dengan perlahan sedangkan Sang Nabi mengunyahkannya terlebih dahulu supaya lembut makanan itu jadinya. Alangkah perasaan haru bercampur dengan rindu. Kenangan akan kemuliaan dan tiadanya dendam, menghancurkan keteguhan Abu Bakar. Dia tersedu, sedangkan tangannya gemetaran. “Aku memang bukan orang yang biasa datang kepadamu.” Dia tetap berusaha berkata-kata. “Aku salah seorang dari sahabatnya. Orang mulia itu telah tiada. Dia adalah Muhammad Rasul Allah.” Seolah berhenti detak jantung di dada Yahudi tua itu. Seolah ada yang mencengkeram batang otaknya. Badannya gemetaran. Lalu membayang caci makinya yang bertahan lama di mulutnya. Caci maki yang dia katakan kepada setiap orang setiap saat. Dia mulai terisak. “Benarkah demikian?” Luruh badan ringkih yang napasnya pun telah tertatih. Dia kini mulai menyesali diri. “Selama ini aku selalu menghina, memfitnah, dan menjelek-jelekkannya. Tapi… tapi,” terputus-putus kata-katanya. “Dia tidak pernah memarahiku, sedikit pun. Dia selalu mendatangiku setiap pagi. Membawakan makanan. Dia… dia begitu mulia.” Bertangisan. Abu Bakar dan lelaki tua yang mengingatkan dia kepada junjungannya. Menjejaki apa-apa yang pernah dijejaki seseorang yang dicintai terkadang semacam mengentakkan dada dengan palu kerinduan. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ “Ya Allah, sampaikanlah shalawat dan salam atas Junjungan kami Muhammad beserta para keluarganya dan para sahabatnya”. _____ Source: Disadur dari Novel “Muhammad Para Pengeja Tuhan”.
Oleh : Wishnoe Ida Noor
GrahaBigNews.Com.Garut – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Garut menegaskan komitmennya dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi dengan menggelar Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2025 bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara daring melalui Zoom.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, menyampaikan bahwa koordinasi ini melibatkan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) guna memperkuat pengawasan dan transparansi anggaran daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Bambang mengungkapkan bahwa capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Kabupaten Garut tahun 2024 berada di angka 92, menempatkan Garut di peringkat 122 nasional dan peringkat 10 tingkat Jawa Barat.
“Tentunya ini bukan capaian yang memuaskan karena secara peringkat kita masih berada di urutan 122 nasional. Oleh karena itu, perlu ada peningkatan di tahun 2025 agar lebih baik,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemda Garut menargetkan peningkatan nilai MCP menjadi 100% pada tahun 2025, sejalan dengan upaya menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan melayani masyarakat.
“Salah satu yang mendorong keberhasilan atas pencapaian tersebut adalah terwujudnya birokrasi yang bersih, melayani serta ingin mewujudkan apa yang diharapkan oleh masyarakat,” tuturnya.
Penguatan Inspektorat dan Komitmen Bebas Korupsi
Sementara itu, Plt. Inspektur Inspektorat Kabupaten Garut, Natsir Alwi, menambahkan bahwa kegiatan MCP bertujuan untuk mengukur Indeks Pemberantasan Korupsi Daerah (IPKD) di Kabupaten Garut.
Menurutnya, nilai MCP Garut pada tahun 2024 semula berada di angka 84, kemudian meningkat menjadi 92 pada tahun 2025.
Natsir menyatakan, upaya ini merupakan bagian dari komitmen Kabupaten Garut dalam menindak segala bentuk korupsi, demi mewujudkan wilayah yang bebas dari korupsi dan nepotisme.
Ia berharap, Kabupaten Garut menjadi kawasan bebas korupsi dan nepotisme serta bisa meningkatkan IPKD sesuai yang diamanatkan oleh Bupati Garut dan Wakil Bupati Garut.
“Mudah-mudahan kedepan kesejahteraan di masyarakat Garut lebih sejahtera lagi,” ujarnya.
Koordinasi ini turut dihadiri oleh kepala dinas, KPA, kepala bagian, camat, lurah, serta seluruh pejabat di Kabupaten Garut. Inspektorat Kabupaten Garut sebagai garda terdepan dalam pengawasan internal diharapkan semakin diperkuat untuk menjaga akuntabilitas dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Karena ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kabupaten Garut, untuk berusaha dan berkomitmen menyelesaikan atau menindak semua perbuatan khususnya korupsi,” pungkasnya.
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More
Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan lomba… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More