Yudha Puja Turnawan Usai Kunjungi 2 Warga Di Desa Cipicung, Siti Sarifah dan Djuariah
Oleh : Yani Supriatna, MP
Grahabignews.Com.Garut – “Warga miskin ekstrem tak dapat bantuan sosial Pemerintah Pusat ,adalah salah satu potret di berbagai wilayah di Indonesia termasuk di kabupaten Garut”.
Hal itu dikatakan oleh Yudha Puja Turnawan dari Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Garut pada GrahaBigNews, Sabtu (21/03/2025) usai dirinya mengunjungi salah satu rumah warga di Desa Cipicung Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut.
“Hari Jumat tanggal 21 maret 2025 saya mengunjungi ibu Siti Sarifah di kampung Genta RT 01 RW 03 desa Cipicung kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut. Ibu Siti Saripah tinggal di rumah yang sangat tidak layak huni, bangunan rumah sudah miring dengan dinding bilik bambu yang berlubang, di beberapa sudut ada bambu yang menahan atap rumah, ” ungkap Yudha.
Lanjutnya, bagian jendela sudah rusak, sehingga agar orang luar tak bisa melihat ke bagian dalam rumah, jendela hanya ditutup kain.
“Jambannya terbuka dan sangat tidak memenuhi syarat. Pintu depan rumah sudah tak berfungsi, sehingga akses keluar masuk rumah lewat bagian dapur,” ujarnya.
Menurut keterangan ibu Siti Saripah, sambung Yudha bahwa jika hujan maka secara otomatis air hujan memasuki bagian rumah.
Dijelaskan Yuhda bahwa, setelah dicek lewat nomor induk kependudukan, keluarga ini tak mendapatkan komponen bansos pemerintah pusat seperti PKH, BPNT, BPJS PBI termasuk kartu indonesia pintar. Padahal anak ada anaknya yang masih bersekolah tingkat dasar.
Ditandaskannya, bahwa bulan Maret 2025 ini Kemensos RI sedang mengerahkan pendamping PKH untuk ground checking ( pengecekan lapangan ) Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional untuk mendapatkan data inclusion error ( warga dengan kategori mampu tapi dapat bansos pemerintah ) dan data exclusion error ( warga miskin tapi tak dapat bantuan sosial pemerintah).
“Ground Checking ini termasuk di Garut, ada 188.134 KK yang harus dicek di kabupaten garut dari 928.917 KK yang ada di Garut,” ungkapnya.
Yudha berharap, kita ground checking ini bisa menemukan data yang valid rumah tangga miskin yang tak dapat bantuan sosial, agar di triwulan dua atau triwulan tiga di tahun 2025 ini Bansos Pemerintah Pusat bisa tepat sasaran termasuk keluarga ibu siti saripah.
“Harapan saya Pemkab Garut juga bisa memberikan bantuan perbaikan rumah ke ibu Siti Saripah. Saya akan melaporkan kondisi keluarga ibu Siti Saripah ke Bupati Garut dan ke Kemensos RI,” harap Yudha.
Selain itu Yudha juga mengunjungi lansia duafa, bernama ibu Djuariah di kampung Cipicung RT 03 RW 01 desa Cipicung kecamatan Banyuresmi. Ibu Djuariah tinggal di rumah tidak layak huni diatas tanah carik desa, keseharian berjualan gorengan.
Menurutnya, bahwa hal itu perlu ada kolaborasi pendanaan dari CSR atau BAZNAS agar rumah ibu Djuariah dapat diperbaiki dan dibuat lebih nyaman untuk ditinggali ibu djuariah. Ibu djuariah tak bisa mendapatkan bantuan perbaikan rumah dari APBD Garut karena bangunan rumahnya berdiri diatas tanah carik desa.
“Setelah dicek lewat NIK, ibu Djuariah hanya mendapatkan BPJS PBI, beliau tak mendapatkan komponen bansos lainnya,’ pungkas Yudha.
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, usai… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignes.com.Jakarta - Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut yang dipimpin langsung… Read More
Oleh : Nurdiiansyah Fadillah, S.Pd Grahabignews.com.Garut – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Garut,… Read More
Cerpen Akhir Pekan : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More
hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More