Yudha Puja Turnawan Bantu Keluarga Agus Rumahnya Ambruk Akibat Hujan Deras Berkepanjangan
Oleh : Yani Supriatna, MP
Grahabignews.com.Garut – “Sabtu, 28 Juni 2025 sekitar pukul 20.30 WIB atap rumah pak Agus dan ibu Titin Fatimah, ambruk karena hujan deras berkepanjangan dari shubuh hingga malam di kampung Pakuhaji RT 23 RW 05 desa Cibunar kecamatan Tarogong Kidul.”
Demikian dijelaskan Yudha Puja Turnawan kepada GrahaBigNews, Senin (30/06/2025), bahwa penghuni rumah ini ada 8 jiwa, diantaranya Agus, istrinya ibu Titin dan keenam anaknya yang semuanya masih bersekolah.
Keluarga terebut lanjut Yudha, oleh RT setempat dipindahkan ke kobong Ponpes Miftahul Huda. Karena walau belum ambruk seluruh bangunan, namun banyak retakan di tembok rumahnya sehingga akan membahayakan keselamatan penghuninya.
“Pak agus menderita stroke sehingga sudah tak bekerja, istrinya ibu titin menjadi ART ( pembantu domestik) di daerah Pasundan Garut kota”, ujar Yudha.
Yudah menilai, bahwa keluarga Agus dalam kondisi yang penuh keterbatasan, membutuhkan kepedulian kita semua.
“Hari minggu 29 Juni 2025 bersama Pusdalops BPBD Garut, saya mengunjungi ibu titin untuk menguatkan hati dan meringankan beban yang terkena musibah dengan memberikan santunan uang dan bingkisan sembako”, jelasnya.
Ditandaskannya, bahwa Pemkab Garut baru saja menetapkan status tanggal darurat karena banyaknya bencana hidrometeorologi di kabupaten Garut terutama di hari sabtu tanggal 28 Juni 2025. Ada 12 lokasi tanah longsor, ada 18 wilayah yang mengalami banjir. Ada 30 rumah yang rusak pada saat hujan deras di hari sabtu 28 Juni 2025. Ada 465 rumah yang kebanjiran dengan 512 Keluarga yang terdampak ( 865 jiwa). Ada 1 jalan yang tertutup longsor, 11 jalan mengalami kerusakan, 1 sekolah rusak dan 16 tembok penahan tanah yang rusak.
Dikatakannya, bahwa bencana hidrometeorologi hari Sabtu tanggal 28 Juni 2025 tersebar di 15 kecamatan ( 31 desa/kelurahan ) di kabupaten Garut.
“Dengan penetapan status tanggap darurat, maka BRT APBD Garut TA 2025 yang tersisa 38 milyar bisa digunakan untuk penanggulangan bencana. BTT APBD Garut TA 2025 juga bisa digunakan untuk membantu warga yang terdampak bencana hidrometeorologi, terutama warga yang rumahnya mengalami kerusakan”, tandas Yudha.
“Selain itu, harapan saya pemkab Garut bisa mengoptimalkan kolaborasi pendanaan CSR, BAZNAS Garut untuk membantu warga Garut yang terdampak bencana hidrometeorologi,” pungkasnya.

