Tidak akan sempurna ibadah apapun, termasuk juga amal perbuatanmu selama engkau sandingkan dengan eksistensimu
Artikel Eksklusif
Oleh : H Derajat
Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita
Saudaraku yang sangat aku muliakan, apabila di dalam hatimu masih terbersit kemampuanmu untuk bisa melaksanakan ibadah baik itu shalat, zakat, puasa, ibadah haji maupun amal perbuatan baik apapun maka semua amal ibadah itu akan sirna tiada berarti karena mengandung arti engkau telah meniadakan Allah dalam ibadah itu dan memunculkan egomu sendiri.
Mahasuci Tuhanmu dari kebutuhan akan ibadah kita semua, dia hanya mengakui ibadah yang DiriNya disertai dalam tiap ibadah kita maka dari itu tingkat dzikir tertinggi adalah Laa Ilaha Illa Ana dan itulah puncak ibadah sebagaimana firmanNya dalam Surah Tha Ha ayat 14:
اِنَّنِيْٓ اَنَا اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنَا۠ فَاعْبُدْنِيْۙ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ لِذِكْرِيْ ١٤
innanî anallâhu lâ ilâha illâ ana fa‘budnî wa aqimish-shalâta lidzikrî
Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada tuhan selain Aku. Maka, sembahlah Aku dan tegakkanlah salat untuk mengingat-Ku.
Dari ayat tersebut nyatalah bahwa Allah lah yang menyertai ibadah kita, segala peribadatan yang tidak disertakan Allah di dalamnya adalah bagai debu tertiup angin.
Keterangan bahwa Allah SWT Shalat:
وقال له جبريل عليه السلام ليلة المعراج : « قِفْ يَا مُحَمَّدُ فَإِنَّ رَبَّكَ يُصَلِّى ! »، فَقَالَ عَلَيْهِ الصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ : « غِنْ رَبِّى لِغَنِىٍّ عَنْ أَنْ يُصَلِّىَ »، فقال تعالى : « أَنَا الْغَنِيُّ عَنْ أَنْ أُصَلِّيَ لِأَحَدٍ وَإِنَّمَا أَقُوْلُ سُبْحَانِى، سُبْحَانِى، سَبَقَتْ رَحْمَتِىْ غَضَبِىْ »
Jibril AS berkata di saat malam Mi’raj: “Diamlah wahai Muhammad, sesungguhnya Rabbmu sedang shalat”. Lalu Nabi SAW berkata: “Maha Kaya Tuhanku, Maha Kaya Dia dari kebutuhan shalat”. Kemudian Allah berfirman: “Aku Maha Kaya dari kebutuhan shalat untuk seseorang, tapi Aku hanya berkata: “Maha Suci Aku, Maha Suci Aku, kasih sayang-Ku melampaui murka-Ku”.
هذا الكلام مقتبس من أحد الكتب الصوفية، وتحديدًا من كتاب السيرة الحلبية « إنسان العيون في سيرة الأمين المأمون »، في سياق قصة الإسراء والمعراج. يُنسب هذا الحديث، كما ورد في بعض كتب الصوفية، إلى قول النبي محمد ﷺ حين قال له جبريل عليه السلام إِنَّ اللهَ يُصَلِّي. ورد في القصة أن النبي ﷺ رَدَّ بِأَنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الصَّلَاةِ، فَأَجَابَهُ تَعَالَى بِأَنَّهُ يَقُوْلُ: “سُبْحَانِى، سُبْحَانِى، سَبَقَتْ رَحْمَتِى غَضَبِى”.
Kalam ini adalah kutipan dari salah satu kitab Sufi dan merupakan penjelasan dari Kitab As-Sayrah al-Halabiyyah (Insan al-‘Uyun fi Sayrah al-Amin al-Ma’mun) dalam hubungannya tentang Kisah Isra Mi’raj. Penjelasan tersebut dinisbahkan pada hadits yang banyak disebutkan di sebagian Kitab Sufi sebagai ucapan Nabi Muhammad SAW ketika Jibril AS berkata kepadanya; “sesungguhnya Allah sedang shalat”. Disebutkan pada kisah tersebut bahwa Nabi SAW menolak (ungkapan Jibril tersebut) dengan alasan bahwa Allah SWT Maha Kaya dari kebutuhan akan shalat. Maka Allah SWT berkata: “Maha Suci Aku, Maha Suci Aku, kasih sayang-Ku melampaui murka-Ku”.
Untuk bisa memahami lebih dalam tentang makna dzikir Tahlil maka sebaiknya membuka risalah dalam website kami tentang dzikir Laa Ilaha Illallah, Laa ilaha illa Huwa, Laa ilaha illa Anta, Laa ilaha illa Ana dalam website perguruan kami :
Menyelami Kalimat Tahlîl – Pasulukan Loka Gandasasmita https://share.google/fpaIQI354wtiJQ375
Demikian juga secara jelas diterangkan oleh sahabat kami Gus Mukhlason dalam youtubenya :
Siapa yang mengenal diri Ingsun maka dia mengenal Tuhannya 🌻
Dalam falsafah atau pengertian spiritual jawa dikenal dengan kata “Ingsun” yang berarti “Aku” namun disini bukan Aku sebagai keAKUan yang merupakan perwujudan keterikatan kesadaran diri manusia terhadap apa yang menjadi alamnya.
“Ingsun” adalah entitas manusia yang sejati.
Yang menggerakkan dan sekaligus tergerakkan.
Manusia hidup itu perwujudan dari “Manunggaling kawulo-gusti”.
Gusti itu adalah kesejatian diri manusia yang seutuhnya , yang suci dan tertinggi sedangkan kawulo adalah cermin dari keGUSTIan yang mengejowantah dalam kehidupan yang terikat oleh nafsu yang kita kenal sebagai manusia pada umumnya.
“Ingsun” adalah guru sejati.
Dewaruci setiap manusia.
Guru yang tidak pernah salah.
Yang menjadi awal dan akhir dari perjalanan manusia.
“Ingsun” mengejowantah dalam tubuh manusia dan menggerakkan seluruh komponen tubuh manusia dari satuan tubuh yang terkecil yaitu sel yang kemudian kita mengenal sebagai “nyawa”.
“Ingsun” memedar atau menginkarnasi menjadi bagian-bagian yang terikat oleh tubuh dan menciptakan kehidupan akhir yang kita kenal sebagai manusia yang didalamnya penuh dengan keterikatan.
Dalam tataran nyata , kesadaran manusia adalah “Ingsun” yang terikat oleh jasad yang suatu saat dan pasti akan mencari jalan menuju kembali ke kesucian. Benih inilah yang kemudian muncul mendorong manusia berlomba-lomba menemukan arti dan makna jatidiri.
“Ingsun”, gusti yang sudah mengkawulo ini akan tumbuh berkembang sejak dia masih dalam bentuk “benih suci” kemudian tumbuh dalam rahim dan lahir sebagai bayi , tumbuh dewasa dan mati.
Didalam kehidupan inilah sang “Ingsun” mengenal , merasakan dan mencari dirinya sendiri yang terhijab untuk kembali menjadi fitri melalui ribuan jalan yang kita kenal sebagai jalan spiritual.
Kita sering membicarakan tentang kehidupan namun tidak tentang hidup itu sendiri… hidup sebagai sebuah entitas. Hidup yang menghidupi yang menggerakkan kehidupan kita detik demi detik meski kita dalam keadaan tidur.
Tanpa memahami Keingsunan mustahil kita kembali kepada akhir kehidupan Innalillahi wa inna ilaihi rojiun yang menjadi cita-cita kita sebagai manusia.
Semoga Allah memberi ilmu kepada diri kita berupa terbukanya Hijab Allah yang disebabkan karena hawa nafsu khususnya nafsu keakuan.
Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut – Semangat pengabdian dan kerja keras terus ditunjukkan oleh prajurit… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan pelayanan… Read More
Oleh : Yani Supriatna, MP Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perumahan dan Permukiman… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut… Read More
Oleh : Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Berdasarkan kecintaan kepada seni, apalagi di tunjang dengan… Read More
Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan Pengarahan kepada… Read More