Artikel

Pemimpin Negara Yang Memuliakan Guru dan Orang Berilmu

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasamita

Harun al-Rasyid terkenal sebagai Khalifah di masa Abbasiyah, pemimpin umat Islam yang sangat menghormati profesi guru. Beliau pernah mengundang seorang ulama hadits ternama di masanya, Abu Muawiyah al-Dharir.

Sang ulama mengisahkan, “Aku diundang Khalifah untuk membacakan hadis Rasulullah di hadapan beliau. Setiap kali aku sebut kalimat “semoga salawat dan salam tercurahkan kepada Baginda Rasulullah”, maka sang Khalifah meneteskan air mata yang jatuh ke lantai.”

Sesudah membacakan hadis, Abu Muawiyah dijamu makan bersama sang Khalifah. Setelah menyantap makanan beliau mencuci tangan tanpa menghiraukan gelas di depannya dituangkan air minum oleh seseorang.

“Wahai Abu Muawiyah, tahukah siapa yang menuangkan air ke dalam gelasmu? Beliau adalah sang Khalifah sendiri,” demikian dikatakan Wazir pendamping Khalifah. Abu Muawiyah sejenak memandang wajah Khalifah. Harun al-Rasyid pun tersenyum dengan berkata, “Aku sangat memuliakan orang berilmu”.

Riwayat lain menyebutkan, bahwa Harun al-Rasyid memiliki dua putra bernama al-Amin dan al-Makmun yang dididik oleh al-Kisai. Setiap selesai belajar al-Amin dan al-Makmun bergegas menyiapkan sendal alas kaki gurunya.

Hingga suatu saat mereka berebut siapa yang memasangkan sendal ke kaki guru mereka. Mereka kemudian setuju berbagi posisi menyematkan kaki gurunya pada alas kaki yang telah mereka siapkan.

Kabar rebutan memasangkan sandal guru dua calon putra mahkota terdengar hingga ke telinga Khalifah. Harun al-Rasyid lalu mengundang al-Kisai untuk menghadap Khalifah.

Di depan Khalifah, al-Kisai diberi satu pertanyaan, “Siapa paling mulia di antara kita?” Sang ulama menjawab: “tentu saja Khalifah, Amirul mukminin..”

Mendengar jawaban itu, Harun al-Rasyid berkata, “Orang yang paling mulia di antara kita adalah yang berdiri dari tempat duduknya. Lalu pada saat dia berdiri terjadilah kegaduhan karena orang-orang memperebutkan memasangkan sandal ke kakinya hingga masing-masing menerima tugas masing-masing.”

Al-Kisai mengerti Khalifah murka karena calon putra mahkota berebut memasangkan sandal ke kakinya. Beliau terdiam sejenak, hingga sang Khalifah berkata kepadanya, “Kalau saja engkau melarang kedua putraku menyiapkan dan memasangkan sandalmu niscaya aku memurkaimu. Wahai orang alim perlakuan itu layak untukmu karena kedudukan ilmumu!”

Wallahu A’lam.

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Sertu Soleh Permana, Berkontribusi Aktif Dalam Pembagunan Jalan TMMD ke-128

Oleh: Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut – Semangat pengabdian dan kerja keras terus ditunjukkan oleh prajurit… Read More

1 jam ago

Gina Rahayu Berikan Pelayanan Kesehatan Gratis di Posko TMMD Desa Mekarmulya

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, kegiatan pelayanan… Read More

4 jam ago

85 Unit Rumah Diserahkan PT Astra Internasional Guna Tingkatkan Kesejahteraan Petani Kopi di Pakenjeng Garut

Oleh : Yani Supriatna, MP Grahabignews.com.Garut – Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Perumahan dan Permukiman… Read More

4 jam ago

Meski di Balik Jeruji, Hak Identitas Warga Binaan Garut Tetap Terlindungi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Garut… Read More

5 jam ago

Lingkung Seni Gurilap Pangirutan, Tampil di Peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi Sedunia

Oleh : Rudi Herdiana GrahaBigNews, Garut - Berdasarkan kecintaan kepada seni, apalagi di tunjang dengan… Read More

10 jam ago

Bupati Garut Tegaskan Peran Strategis Dinas Sosial sebagai Wujud Kehadiran Negara

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut - Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan Pengarahan kepada… Read More

17 jam ago