Artikel

Melihat Tuhan Dalam Setiap Benda, Setiap Keberadaan, Setiap Keadaan Maupun Lenyapnya Semua Itu

Share posting

selain daripadaNya adalah ketiadaan mutlak

Artikel eksklusif

Oleh : H Derajat

Ketua Pasulukan Loka Gandasasmita

Sahabatku, sebagai bukti bahwasanya aku mencintai kalian adalah dengan selalu mengirimkan nasihat ataupun risalah yang membawa kalian semua untuk lebih mengenal Allah.

Surga itu Darun Nikmah (tempat segala kenikmatan) sedangkan yang paling nikmat di Surga itu tiada lain daripada memandang Allah. Itulah yang disebut Makrifatullah, dan makrifat itu bukanlah nanti di akhirat tetapi di dunia ini, sekarang ini.

Telah berkalam Mursyid kami yang mulia Abah Guru Sekumpul tentang hakikat Makrifat sbb :

Menambahkan dari apa yang dikalamkan oleh Mursyid kami Abah Guru Sekumpul tersebut di atas maka dapatlah aku tambahkan bahwasanya Wujud Allah itu jelas dan tidak terhalang oleh sesuatu sebagaimana dapat aku nukilkan dari Kitab Al Hikam Syeikh Ibnu Athaillah Assakandari :

الْكَوْنُ كُلُّهُ ظُلْمَةٌ وَ إِنَّمَا أَنَارَهُ ظُهُوْرُ الْحَقِّ فِيْهِ فَمَنْ رَأَى الْكَوْنَ وَ لَمْ يَشْهَدْهُ فِيْهِ أَوْ عِنْدَهُ أَوْ قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ فَقَدْ أَعْوَزَهُ وُجُوْدُ الْأَنْوَارِ وَ حُجِبَتْ عَنْهُ شُمُوْسُ الْمَعَارِفِ بِسُحُبِ الْآثَارِ

Semesta itu seluruhnya gulita. Ia hanya akan diterangi oleh wujud Allah. Siapa yang melihat semesta, namun tidak melihat-Nya di sana atau tidak melihat-Nya ketika, sebelum, atau sesudah melihat semesta, berarti ia telah disilaukan oleh cahaya-cahaya lain dan terhalang dari surya makrifat karena tertutup tebalnya awan dunia.

Di mata para ahli syuhūd (orang yang menyaksikan kehadiran Allah dalam segala sesuatu), dunia ini tidak berwujud. Yang membuat dunia ini tampak hanyalah wujud Allah semata, persis seperti pancaran sinar matahari yang masuk ke dalam sebuah lentera berkaca. Tak ada wujud, kecuali wujud Yang Mahabenar. Dengan kemunculan Allah pada segala sesuatu, semuanya menjadi ada, sesuai dengan tabiatnya masing-masing. Aslinya, mereka tidak berwujud dengan sendirinya.

Jika demikian, barang siapa yang melihat alam semesta ini tanpa merasakan kehadiran Allah di sana, berarti ia telah kehilangan nūr Ilāhi (cahaya Allah) yang membuatnya mendapat musyāhadah. Di samping itu, ia juga tidak mungkin akan mendapat makrifat karena ia telah disilaukan oleh semesta ini.

Kenikmatan di Surga yang tertinggi dan terindah adalah bisa memandang Wajah Allah dan itu bisa dirasakan oleh Ahli Syuhud di dunia ini, dia tidak bisa memandang yang lain kecuali Allah saja yang Wujud, alam semesta ini bukanlah sesuatu yang wujud sehingga dia tidak terhalangi untuk melihat Sang Wujud Sejati (Allah Ta’ala).

مِمَّا يَدُلُّكَ عَلى وُجُوْدِ قَهْرِهِ سُبْحَانَهُ أَنْ حَجَبَكَ عَنْهُ بِمَا لَيْسَ بِمَوْجُوْدٍ مَعَهُ

Di antara tanda kekuasaan Allah adalah Dia mampu menghalangimu dari melihat-Nya dengan sesuatu yang tidak ada

Para ‘ārif sepakat bahwa segala sesuatu selain Allah adalah tidak ada. Segala sesuatu selain Allah dianggap tidak berwujud dibandingkan dengan wujūd-Nya.

Seorang ‘ārif berkata: “Para muḥaqqiq (peraih maqām makrifat) menolak untuk memandang selain Allah karena mereka telah berhasil menyaksikan kuasa dan keabadian Allah dalam mengatur dan meliputi segala sesuatu.”

Semua hal selain Allah dianggap tidak ada, namun mengapa ia menjadi penghalang bagi manusia untuk dapat menyaksikan Allah? Mengapa saat manusia menyaksikan alam semesta, mereka hanya melihat wujud alam semesta tanpa melihat siapa yang mewujudkannya? Padahal alam itu tidak berwujud sama sekali karena yang mewujudkannya hanyalah Allah s.w.t. Inilah yang amat mengherankan.

Kemudian, pada hikmah di bahwa ini, Ibnu ‘Athā’illāh menyebutkan dalil-dalil yang menegaskan bahwa seorang ‘ārif tidak layak terhijab oleh semesta karena kondisi ini hanya dialami oleh orang-orang awam.

Mursyid kami Syeikh Ibnu Athaillah terheran-heran apabila kita tidak bisa menyaksikan Wujud (AdaNya) Allah Ta’ala sebagaimana yang dikatakannya :

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ أَظْهَرَ كُلَّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ بِكُلِّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ ظَهَرَ لِكُلّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ الظَّاهِرَ قَبْلَ وَجُوْدِ كُلِّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ الَّذِيْ أَظْهَرَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ وَاحِدُ الَّذِيْ لَيْسَ مَعَهُ شَيْءٌ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ هُوَ أَقْرَبُ إِلَيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ.

. كَيْفَ يُتَصَوَّرُ أَنْ يَحْجُبَهُ شَيْئٌ وَ لَوْ لاَهُ مَا كَانَ وُجُوْدُ كُلِّ شَيْءٍ.

. يَا عَجَبًا كَيْفَ يَظْهَرُ الْوُجُوْدُ فِي الْعَدَمِ أَمْ كَيْفَ يَثْبُتُ الْحَادِثُ مَعَ مَنْ لَهُ وَصْفُ الْقِدَمِ.

Bagaimana bisa Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia yang menampakkan segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak bersama segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak pada segala sesuatu?

Bagaimana bisa Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak untuk segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia tampak sebelum keberadaan segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia lebih tampak daripada segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia Esa tanpa ada yang bersama-Nya?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal Dia lebih dekat kepadamu dari segala sesuatu?

Bagaimana mungkin Tuhan terhalang sesuatu, padahal jika bukan karena Dia, wujud segala sesuatu tidak akan ada?

Sungguh aneh, bagaimana mungkin keberadaan (wujud) bisa tampak dalam ketiadaan (‘adam)?!

Atau, bagaimana bisa sesuatu yang baru bersanding dengan Yang Maha Dahulu?!

Allah menampakkan segala sesuatu dengan cahaya wujud dari gelapnya ketiadaan. Dengan kemunculan cahaya-Nya dalam segala sesuatu, semuanya menjadi tampak. Jika wujud segala sesuatu bergantung pada cahaya-Nya, mustahil sesuatu itu menutupi-Nya sehingga membuat-Nya terselubung dan tidak tampak. Tindakan “menampakkan” meniscayakan penampakan Dzāt yang melakukannya. Allah-lah yang menampakkan segala sesuatu agar orang-orang yang berakal menjadikannya sebagai bukti keberadaan-Nya.

Akhir risalah mari sama-sama kita jadikan pedoman Surah Fushshilat Ayat 53

سَنُرِيْهِمْ اٰيٰتِنَا فِى الْاٰفَاقِ وَفِيْٓ اَنْفُسِهِمْ حَتّٰى يَتَبَيَّنَ لَهُمْ اَنَّهُ الْحَقُّۗ اَوَلَمْ يَكْفِ بِرَبِّكَ اَنَّهٗ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيْدٌ ۝٥٣

sanurîhim âyâtinâ fil-âfâqi wa fî anfusihim ḫattâ yatabayyana lahum annahul-ḫaqq, a wa lam yakfi birabbika annahû ‘alâ kulli syai’in syahîd

Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kebesaran) Kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka bahwa (Al-Qur’an) itu adalah benar. Tidak cukupkah (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu ?

Maka jelaslah disini bahwa Allah itu Maha Nyata, Dia lah satu-satunya Wujud Haq dan mustahil terhalangi, hanya saja kita yang terhalang oleh nafsu, terhalang oleh keakuan (ego), dan terhalang oleh dalil-dalil akal yang menentang para Ahli Syuhud dan Ahli Makrifat terdahulu.

Sahabatku terkasih, perlu kita ketahui bahwasanya membenci ahli makrifat adalah suatu kekufuran maka jauhilah membenci, menghujat para Ahli Makrifat yang telah menurunkan ilmuNya kepada kita seperti para Wali Sanga, Ibnu Athaillah, Ibnu Arabi, Syeikh Yazid Bisthami dan lain-lain yang semisal dengan itu.

Seorang Ahli Syuhud pada Allah Ta’ala tidak pernah membenci orang lain walaupun kepada Ahli Maksiat sekalipun sebagaimana dalam kitab al-Jâmi’ li Syu’ab al-Îmân, Imam al-Baihaqi (384-458 H) mencantumkan salah satu riwayat yang menceritakan Sayyidina Abu Darda’ yang mengasihi pelaku maksiat. Berikut riwayatnya:

وعن أبي قلابة ان أبا الدرداء مرّ على رجل قد أصاب ذنباً فكانوا يسبونه، فقال: ارأيتم لو وجتموه في قليب الم تكونوا تستخرجنه؟ قالوا: بلى، قال: فلا تسبوا اخاكم وأحمدوا الله عز وجل الذي عافاكم. قالوا: افلا تبغضه؟ قال: إنما ابغض عمله، فإذا تركه فهو أخي

Dari Abu Qilabah bahwa sesungguhnya Abu Darda’ bertemu dengan seorang laki-laki yang telah berbuat dosa. Orang-orang ramai mencela laki-laki itu. Abu Darda’ berkata: “Tidakkah kalian lihat, andai kalian mendapatinya (terjebak) di dalam sumur, tidakkah kalian akan mengeluarkannya dari sumur?” Mereka menjawab: “Tentu saja.”

Abu Darda’ berkata: “Janganlah kalian mencela saudara kalian, dan pujilah Allah ‘azza wa jalla yang memberikan kesehatan kepada kalian.” Mereka berkata: “Bukankah kita (harus) membencinya?” Abu Darda’ berkata: “Yang harus dibenci adalah perbuatannya. Jika ia meninggalkan perbuatan (buruknya), ia adalah saudaraku.” (Imam al-Baihaqi, al-Jâmi’ li Syu’ab al-Îmân, Beirut: Darul Kutub al-Ilmiyyah, 2000, juz 5, h. 290-291)

Ya Allah, nampakkanlah WujudMu dalam pandangan kami semua, dan jauhkan kami dari terhalang hijab dalam memandang Engkau ya Allah. Aamiin.

 

 

 

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Senja di Kaki Gunung Cikuray

Cerpen Akhir Pekan  : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More

8 jam ago

Sebutir Kurma Pengganjal Terkabulnya Doa

hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More

9 jam ago

Persiapan Matang Hantarkan SDN 4 Pataruman Raih Juara 1 Ajang LCC Tingkat Kab. Garut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More

2 hari ago

LCC Usai Digelar, Disdik Garut Persiapkan Ajang LCT

Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More

2 hari ago

Bupati Sebut, LCC Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Kompetensi Tinggi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan  lomba… Read More

2 hari ago

SDN 4 Pataruman Kembali Menjuarai LCC SD Tingkat Kabupaten Garut 2026

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More

2 hari ago