Berita

Kolaborasi Menyulap Lahan Kumuh Jadi Ruang Rasa Syukur untuk Garut yang ke-213

Share posting

Oleh: Rudi Herdiana

GrahaBigNews, Garut — Menjelang peringatan Hari Jadi Garut ke-213, denyut semangat warga RW 08 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kisul, terasa berbeda pada Minggu (08/02/2026).

Sejak pagi, para pemuda Bumi Berlin, ibu-ibu kader, serta sebagian warga turun langsung ke lokasi yang selama ini dikenal sebagai titik pembuangan sampah liar.

Targetnya jelas, yaitu menjadikan kawasan tersebut layak, bersih, dan bermakna sebagai bagian dari persembahan untuk hari jadi kabupaten tercinta.

Pemandangan di lapangan tidak mudah untuk dihadapi. Tumpukan sampah lama yang telah mengendap, aroma menyengat, serta ribuan cacing yang mengeliat menjadi tantangan nyata.

Akan tetapi, situasi itu tidak menyurutkan langkah mereka. Tanpa rasa jijik, warga bergelut dengan sampah dan limbah rumah tangga yang telah lama menumpuk.

Mereka mengumpulkan dan mengangkat dengan ketekunan yang mencerminkan kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan.

Di sisi lain, para bapak turut mengambil peran strategis. Lahan yang telah dibersihkan segera ditata ulang.

Dimana, pinggiran sungai diperkuat dengan pemasangan pagar sebagai upaya pengamanan sekaligus pencegahan agar lokasi tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah.

Penataan ini bukan sekadar kosmetik sesaat, melainkan bagian dari transformasi ruang yang lebih berkelanjutan.

Keseriusan gerakan ini tidak berhenti pada satu hari kerja bakti. Warga secara konsisten melakukan pembersihan dan penataan setiap hari sebagai bentuk komitmen bersama.

Momentum Hari Jadi Garut ke-213 dimaknai bukan sekadar seremoni, tetapi sebagai refleksi rasa syukur sekaligus tanggung jawab moral terhadap lingkungan.

Gerakan ini juga menunjukkan kolaborasi lintas unsur. Dukungan dan partisipasi datang dari Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Kecamatan Tarogong Kidul, Garut Zero Waste, Bersama Talangseng Bisa, Eco Village, Jenggala, serta Bank Sampah Oces Pisan.

Sinergi tersebut memperkuat pesan bahwa perubahan ruang publik tidak dapat berdiri sendiri; ia membutuhkan orkestrasi bersama antara pemerintah, komunitas, dan warga.

Apa yang dilakukan RW 08 hari ini adalah potret kecil dari semangat Garut yang ingin terus berbenah. Dari titik kumuh yang berbau menyengat, lahir tekad untuk menghadirkan ruang yang lebih tertib, sehat, dan bermartabat.

Sebuah persembahan nyata bagi Garut di usianya yang ke-213—bukan hanya dirayakan, tetapi dirawat dengan kerja dan kepedulian yang nyata.


Share posting
rudi herdiana

Recent Posts

Senja di Kaki Gunung Cikuray

Cerpen Akhir Pekan  : Lilis Yuliati, S.Pd., M.Pd. Jingga... temaram di langit Dayeuh Manggung, semilir… Read More

2 hari ago

Sebutir Kurma Pengganjal Terkabulnya Doa

hanya gara-gara memakan sebutir kurma yang jatuh dari meja dagangan orang lain, maka doanya tak… Read More

2 hari ago

Persiapan Matang Hantarkan SDN 4 Pataruman Raih Juara 1 Ajang LCC Tingkat Kab. Garut

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Rasa haru dan bahagia menyelimuti semua jajaran kepengurusan… Read More

4 hari ago

LCC Usai Digelar, Disdik Garut Persiapkan Ajang LCT

Oleh ; Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – “Kalau LCC itu lebih ke penguatan literasi dan… Read More

4 hari ago

Bupati Sebut, LCC Upaya Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Kompetensi Tinggi

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Tuntas sudah acara yang dinantikan dalam penutupan  lomba… Read More

4 hari ago

SDN 4 Pataruman Kembali Menjuarai LCC SD Tingkat Kabupaten Garut 2026

Oleh : Wishnoe Ida Noor Grahabignews.com.Garut – Pelaksanaan Lomba Cerdas Cermat (LCC) Jenjang SD Tingkat… Read More

4 hari ago