Penambahan Laporan Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 Sebanyak 7 orang Di Kab. Garut

Share posting

Oleh ; Wshnoe Ida Noor

Garut – Perkembangan Kasus Covid-19 di Kabupaten Garut s.d Hari ini Jum’at, 04 September 2020 Pukul 18.00 WIB. Disampaikan oleh Humas Gugus Tugas Covid-19 Kab. Garut, Yeni Yunita.

Berdasarkan data dari Sub Devisi pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut.

1. Pada hari ini, telah melakukan tracking dan tracing pada kontak erat KC-86 di Kecamatan Pasirwangi sebanyak 7 orang, dilakukan penyelidikan epidemiologi dan pengambilan sampel swab;

2. Terdapat penambahan laporan kasus konfirmasi positif Covid-19 sebanyak 7 orang, yaitu seorang laki-laki (KC-87) usia 43 tahun asal Kecamatan Cilawu, seorang laki-laki (KC-88) usia 57 tahun asal Kecamatan Wanaraja, seorang laki-laki (KC-89) usia 33 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang perempuan (KC-90) usia 21 tahun asal Kecamatan Karangpawitan, seorang perempuan (KC-91) usia 23 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang laki-laki (KC-92) usia 34 tahun asal Kecamatan Tarogong Kaler, seorang perempuan (KC-93) usia 75 tahun asal Kecamatan Tarogong Kidul;

3. Adapun total kasus Covid-19 (Kontak Erat, Suspek, Probable dan Konfirmasi +) sampai hari ini sebanyak 5939 kasus, terdiri dari :

a) Kontak Erat  : 2891 orang, (259 Kasus isolasi mandiri dan 2632 Kasus discarded/selesai pemantauan);

b) Suspek: 2.955 kasus (35 Kasus isolasi mandiri, 0 Kasus Isolasi RS/perawatan, 2884 Kasus discarded/selesai pemantauan dan 36 Kasus meninggal);

c) Probable: 0 kasus

d) Konfirmasi + : 93 kasus, (1 Kasus isolasi mandiri, 18 Kasus isolasi RS/perawatan, 71 Kasus sembuh dan 3 Kasus meninggal);

4. Menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk menghindari STIGMA pada mereka yang terkena musibah menjadi penderita (terinfeksi) Covid-19, berikan dukungan dan doa terbaik agar mereka kembali sehat walafiat. Dan bagi masyarakat lainnya untuk terus optimal berikhtiar agar tidak terinfeksi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aktifitas sehari-hari;

5. Keterlibatan dan dukungan masyarakat serta pihak lain dalam upaya memutuskan rantai penularan merupakan hal yang sangat penting, upaya ini dilakukan dengan 2 cara : Pertama, terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar tahu, mau dan mampu melakukan AKB (Adaptasi Kebiasaan Baru) dengan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun dan Melakukan jaga jarak), Kedua : memutus rantai penularan dengan cara tracking dan tracing serta testing terhadap populasi risiko dan kontak erat kasus konfirmasi positif.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *