SEMOGA AKU BAGIAN DARI YANG SEDIKIT ITU YA ALLAH

Share posting

Artikel Eksklusif

Oleh : H Derajat

Ilustrasi google search-seruni.id

Bismillahirrohmanirrohim

Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad wa ala ali Sayyidina Muhammad.

Hadis riwayat Turmuzi no 2294 :

حَدَّثَنَا أَبُو الْخَطَّابِ زِيَادُ بْنُ يَحْيَى الْبَصْرِىُّ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَيْمُونٍ عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم « لاَ يُؤْمِنُ عَبْدٌ حَتَّى يُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ حَتَّى يَعْلَمَ أَنَّ مَا أَصَابَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُخْطِئَهُ وَأَنَّ مَا أَخْطَأَهُ لَمْ يَكُنْ لِيُصِيبَهُ

Artinya :

Dari Jabir bin Abdullah berkata : Rasulullah saw bersabda :”Tidaklah beriman seseorang diantara kamu sebelum ia beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk. Sehingga ia mengetahui bahwa apa saja yang ditetapkan akan menimpanya, pasti tidak akan meleset darinya. Dan apa saja yang ditetapkan meleset darinya, pasti tidak akan menimpanya”.

Berkaitan dengan hadist Rasulullah SAW di atas marilah kita renungan kisah berikut ini ternyata umat pilihan Allah dan RasulNya itu adalah Golongan orang yang sedikit.

Inilah sebuah kisah kedua Mursyid kami dalam Tarekat Syaththariyyah yang agung Al Junaid dan Assariy Saqathy, semoga Allah memuliakan keduanya dan menerangi kuburnya.

Mursyid kami yang mulia Al-Junaid meriwayatkan:

Ketika aku tidur di tempat Assariyu Saqathy, tiba-tiba aku dibangunkan, lalu dia berkata, “Ya Junaid, aku telah bermimpi seolah-olah berhadapan dengan Allah, lalu Allah berkata kepadaku, ‘Hai Sari, ketika Aku menjadikan makhluk maka semua mengaku cinta Kepada-Ku, kemudian Aku menciptakan Dunia, maka lari daripada-Ku sembilan puluh persen dan hanya tinggal sepuluh persen.

“Kemudian Aku menciptakan Surga, maka lari daripada-Ku sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku menciptakan Neraka, maka lari daripada-Ku sembilan puluh persen dari sisanya itu, kemudian Aku turunkan bala, maka lari daripada-Ku sembilan puluh persen dari sisa-sisa itu.

“Maka Aku berkata kepada sisanya yang tertinggal itu, ‘Dunia kalian tidak mau, Surga juga kalian tidak suka, Neraka kalian tidak takut, dari bala musibah juga kalian tidak lari, maka apakah keinginan kalian?’

“Mereka menjawab, ‘Engkau telah mengetahui keinginan kami.’

“Aku berkata, ‘Aku akan menjatuhkan kepada kalian bala yang tidak akan sanggup menanggungnya walau bukit yang besar. Sabarkah kalian?”

“Mereka menjawab, ‘Apabila Engkau yang menguji, maka terserahlah kepada-Mu (berbuatlah sekehendak-Mu).’ Maka mereka itulah hamba-Ku yang sebenarnya.’.”

Ku akhiri risalahku ini dengan do’a untuk keberkahan kita semua :

Allahummaj’al yaumana haza yauman mubarokan awwalahu sholahan wa ausathuhu falahan wa akhirohu najahan wa ‘afwan wa ‘itqon minan nari waj’alillahumma lana fihi ya allahu min kulli hammin farajan wa min kulli dhiqin makhrojan wa  min kulli fahisyatin sitron wa min kulli ‘usrin yusron wa min kulli bala-in ‘afiyatan wakfina ya allahu min muhimmatid daroin washrif ‘anna syarrol manzilatain waghfir lana wa liwalidina wa lisa-iril muslimin.

“Ya Allah, jadikanlah hari ini hari yang penuh berkah, permulaannya kesalehan, pertengahannya kemenangan, dan penghabisannya keberhasilan, ampunan dan kebebasan dari api neraka. Dan jadikanlah, Ya Allah, kelegaan bagi kami di dalamnya, wahai Allah, dari segala kesedihan, jalan keluar dari segala kesempitan, tirai penutup dari segala kekejian, kemudahan dari segala kesulitan, dan keselamatan dari segala bencana. Dan lindungilah kami, wahai Allah, dari segala keburukan dua rumah, dan palingkanlah kami dari keburukan dua tempat, ampunilah kami serta orang tua kami dan seluruh kaum Muslimin.”

 

 

 

 

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *