Pekerjaan Pelebaran Drainase Jalan Terusan Pembangunan Terganjal Pipa PDAM Tirta Intan Garut

Share posting

Oleh : Abah Cecep Litbang GrahaBigNews

Pekerjaan Pelebaran Drainase Jalan Terusan Pembangunan Terganjal Pipa PDAM Tirta Intan Garut (dokumentasi oleh Abah Cecep-grahabignews.com)

Garut – Air merupakan sumber segala kebutuhan untuk semua mahluk di jagat raya ini, namun tidak sedikit berbagai permasalahan lahir akibat air baik yang bisa di selesaikan secara musyawarah atau sampai pada ranah hukum yang berujung permasalahan yang terus mengalir bagaikan kodrat air yang selalu mengisi cekungan dan membawa arus deras sahwat emosional merasa benar sendiri ( sekarepek Dewek, red).

Ditengah pandemi covid-19, pembangunan di bidang infra stuktur yang masuk skala priotas harus diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku, salah satu contoh pembuatan atau optimalisasi saluran drainase di pinggir-pinggir jalan Altri / kabupaten.

Jum’at (14/ 08/ 2020),  GrahaBigNews mendapat laporan dari masyarakat kawasan terusan pembangunan, tepatnya  wilayah Pataruman, adanya pipa PDAM yang kena galian oleh Beko dan mengakibatkan kebocoran yang cukup besar, karena pihak Redaksi mendapat laporanya malam hari, tidak bisa datang kelokasi.

Pada hari Sabtu pagi (15/08), tepatnya pukul 7.30 WIB Litbang GrahaBigNews melakukan cek lokasi dan konfirmasi atas laporan warga tersebut, melalui selurer ke Dirtek PDAM Tirta Intan, Ugun Wiguna dan membenarkan kejadian tersebut.

Ketika disinggung bagaimana dampak, jika perbaikan kebocoran pipa tersebut  tidak selesai satu sampai dua hari? Dirtek memparkan, bahwa   sebanyak 4000 Konsumen di wilayah pelayanan kecamatan Tarogong kidul tidak akan menerima manfaat air.

“langkah  antisipasinya yaitu memberhentikan aliran air untuk sementara”, tuturnya.

Tidak merasa cukup dengan imformasi yang di dapat dari Dirtek,  GrahaBigNews langsung cek ke Lokasi jl. Terusan Pembangunan . Di lokasi, sudah ada beberapa petugas dari PUPR dan beberapa diantaranya awak media lain katanya lagi ngecek dan menunggu Kabid Produs dari PDAM.

Salah satu petugas dari PUPR, ada di antaranya yang selalu mengurus Konservasi dan banjir  yaitu pak Beni yang sudah di kenal masyarakat dengan kefamilierannya, bahkan dengan awak media, segala kredibilitasnya tak pernah menghelak dan tunggang langgang kalau  awak media menemui untuk konfirmasi.

Ketika GrahaBigNews minta penjelasan kronologisnya, Beni menjelaskan, bahwa  untuk mencari siapa yang salah dan benar, ini bukan tempatnya. Tandasnya sambil  menunjukan pada awak media, melihat petugas yang sedang melakukan pengukuran  berapa lebar seharusnya yang sudah di tentuka dalam ketentuan sebelumnya.

“ Disitu tertera semuanya dari mulai Lebar Drainase dan batas Lebar Drainase ke pipa PDAM dan berapa cm / m pipa harus ditanam di permukaan tanah berdasarkan bukti dan Fakta yg objektif teman-teman media  bisa lihat sendiri dan itu jawabanya”, tegas Beni.

Tentu saja kejadian ini sangat menggelitik, bagaimana di awal Perencanaan dulu, dan kenapa sampai terjadi seperti ini? Dengan senyum, Beni menjawab itu sdh ada oret-oretannya, dan yang pasti tidak adanya kordinasi kalou pdam mau membagun saluran pipa.

Apa Birokrasi di Garut selalu kekeh pada ego sektoral ? antara ya dan tidak  jawab Beni dan menandaskan antisipasinya bagaimana, karena PDAM  yang bertanggung jawab,  kami tidak bisa memutuskan kalau pihak PDAM belum datang siapa yang bapak tunggu dari PDAM  ? yang Dirtek atau Kabid Prodis PDAM itu yang bisa memutuskan tapi tidak tahu Dirtek dan kabid Prodis di hubungi via selurernya, tidak menjawab padahal kami hampir 1 jam menunggu, tuturnya.

Terkait masalah keluhan dari salah seorang warga yang tidak mau disebut namanya mengenai kondisi drainase tersebut kalau musim hujan, disini selalu banjir karena drainase tidak mampu menampung air yang datang, sehingga  sering mengalami  kemacetan, penyebabnya banjir karena pembangunanya asal-asalan.

Dari kejadian tersebut, kiranya patut di evalusi oleh Pemda, dan turunanya atau intansi terkait, laksanakan pekerjaan sesuai SOP yang sudah ditentukan. Karena,  buat apa di suatu Pemerintahan Pusat sampai Provinsi dan Kabupaten ada badan yang namanya BAPPEDA dan di tiap intitusi pun ada Kabid Perencanaan, kerjanya apa atau di duga prustasi tidak kebagian nikmatnya Proyek dalam arti kata “PR sama aku Rp sama yang lain”.

Sampai hari ini, Minggu (16/08) tepatnya pukul 07.52 WIB, GrahaBigNews cek lokasi dan kondisinya perbaikan di lokasi masih belum diteruskan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *