Berita

Kadisdik Garut : Bagi Kami Kesehatan dan Keselamatan Anak-Anak Adalah Segalanya

Share posting

Oleh : Wishnoe Ida Noor

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, berpesan kepada orang tua untuk tetap bersabar menunggu pembelajaran tatap muka, saat ditemui di Aula Dewi Sartika, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jum’at (4/12/2020). (Foto : Muhammad Azi Zulhakim/ Diskominfo Garut-grahabgnews.com)

Garut – Pembelajaran di masa pandemi Covid-19 untuk tahun 2021 sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia, bahwa pembelajaran tatap muka bisa digelar sesuai dengan kebijakan dari Pemerintah Daerah (Pemda).

Namun, meskipun begitu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Garut, Totong, mengatakan,  Kabupaten Garut untuk pembelajaran tatap muka di sekolah ini akan menunggu terlebih dahulu vaksinasi kepada masyarakat.

“Termasuk apa yang disampaikan oleh Pak Bupati, bahwa sebagai Ketua Gugus Tugas, Pak Bupati belum menyarankan untuk tatap muka dulu meskipun Kemendikbud memperbolehkan pada Bulan Januari, karena laju pertumbuhan Covid trend-nya belum landai, sehingga kami tetap mengevaluasi setelah adanya imunisasi atau vaksin dulu, supaya imun tubuh anak-anak semakin kuat. Jadi ini yang sedang kita dorong karena bagi kami kesehatan dan keselamatan anak-anak kita dan kita semua adalah segala-galanya,” ujar Totong saat diwawancarai oleh tim dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Garut, di Aula Dewi Sartika, Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan,  Kabupaten Garut, Jum’at (4/12/2020).

Ia menyampaikan,  jika nanti pembelajaran tatap muka kembali digelar, pertemuan di kelas harus sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

“Jadi setelah (ada) vaksin, insya Allah baru akan dimulai tatap muka, termasuk tetap menjaga SOP protokol kesehatan,” ucapnya.

Menurut Totong, salah satu pertimbangan pembelajaran tatap muka dilakukan setelah ada vaksinasi agar tidak terjadi klaster baru di satuan pendidikan Kabupaten Garut. “Yang kami pertimbangkan adalah ketika diadakan tatap muka dalam situasi seperti ini, dikhawatirkan akan muncul klaster baru dari satuan pendidikan, mengingat terdapat sekitar 600.000 peserta didik. Jadi jika masuk sekolah dan misalnya terjadi outbreak sebesar 1% saja, yakni sekitar 6000 siswa, mau diisolasi dimana mereka semua? Sehingga kita harus memperkuat pembelajaran jarak jauh di rumah, juga memperkuat program blended learning, hal ini yang harus kita sampaikan ke orangtua untuk terus bersabar.” pungkasnya.

Kabupaten Garut sendiri, untuk periode 23-29 November 2020 level kewaspadaan Covid-19 nya berada di zona oranye atau risiko sedang, dan diharapkan masyarakat tetap selalu memperhatikan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran virus corona ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Share posting
wishnoe ida

Recent Posts

Dandim 0611/Garut Tinjau Lokasi Tanah Longsor dan Bangunan Terdampak Gempa

Oleh: Rudi Herdiana Grahabignews, Garut – Dandim 0611/Garut Letnan Kolonel Czi Dhanisworo, S.Sos meninjau lokasi… Read More

6 hari ago

Budidaya Tanaman Sehat dengan Pupuk Organik

Oleh: Yani Supriatna, MP Grahabignews, Garut - Dinas Pertanian Kabupaten Garut berkolaborasi dengan Balai Perlindungan… Read More

1 minggu ago

Optimalisasi Penanganan Sampah, Patuhi Jam Buang Sampah

Oleh: Rudi Herdiana Grahabignews, Garut - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Garut terus gencar mengatasi… Read More

2 minggu ago

DPK KNPI Kec. Bayongbong, Bagikan 200 Bungkus Takjil

Oleh: Gun Gun Imat Grahabignews, Garut - Berbagi kebahagiaan di Bulan Suci Ramadhan, berupa berbagi… Read More

4 minggu ago

Anggota DPR RI Komisi IV, Support Bazar Murah Dinas Pertanian Garut

Oleh: Rudi Herdiana Grahabignews, Garut - Menjelang Hari Besar Umat Islam, tepatnya Hari Raya Idul… Read More

4 minggu ago

Golkar Peduli Berbagi Berkah Ramadhan

Oleh: Ghani Purnama Grahabignews, Sumedang - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar, Hj Itje Siti… Read More

4 minggu ago