Pesantren Mabdaul ‘Uluum Tunggu Uluran Tangan Para Agniya Dalam Penyelesaian Pembangunan Mesjid Barunya
Oleh : Hidir Hidayat

Garut – Banyak program pesantren yang sederhana dan menyentuh langsung kepada masyarakat, salah satunya yang dijalankan Yayasan Mabdaul ‘Uluum di Kampung Pasir Salam Rt 02 Rw 02 Desa Banyuresmi Kecamatan Banyuresmi Kabupaten Garut.
Pesantren tersebut didirikan oleh Adi Pamungkas, S.HI pada tahun 2010 dengan membina dewan guru sebanyak 10 orang dan untuk jenjang SMP 16 orang, sedangkan untuk SMA sejumlah 12 orang.
Program utama pesantren adalah bidang pendidikan, kemasyarakatan dan pembinaan keagamaan di masyarakat Kampung Pasir Salam Kabupaten Garut, juga diluar Kabupaten Garut.
“Pembinaan keagamaan di masyarakat terutama dalam pemulasaraan jenazah, kerjasama dengan MUI Kecamatan dibantu dengan Desa,” katanya, Kamis (08/07).

Di bidang pendidikan yang dijalankan di Yayasan Mabdaul Ulum, ada program unggulan terkait tahfid Al-Qur’an, alat dan penguasaan kitab kuning. Dua metode kunci penguasaan ilmu, yaitu metode tradisional dan amsilati.
“Menggunakan metode amsilati diharapkan bisa lebih cepat dalam penguasaan kitab kuning,” tutur pria kelahiran Rangkasbitung, 23 September 1983 ini.
Selain itu, di bidang Tahfid Qur’an dimulai dari tahsin, tilawah, tajwid, pesantren Mabdaul ‘Uluum bekerjasama dengan Lembaga Pembinaan Tilawatil Qur’an(LPTQ) kecamatan Banyuresmi.
“Kebetulan disini ada juga guru LPTQ-nya, juga kerjasama dengan masyarakat dalam bedah rumah,” katanya.

Terkait dengan bedah rumah, kata dia, dilakukan secara gotong royong, silih asah, silih asih dan silih asuh dan dikelola secara mandiri tanpa campur tangan pemerintah.
“Masyarakat ikut membantu mengumpulkan dana, siapa saja yang ingin menyumbangkan hartanya dan para donatur juga, “ujarnya.
Untuk program bedah rumah tutur pengasuh pondok pesantren ini, tergantung dari berapa banyak uang yang terkumpul maka langsung dibelikan bahan bahan material.
“Kita kepada masyarakat tidak menargetkan, terpenting alon-alon kelakon, intinya kita berusaha menyadarkan masyarakat untuk saling menolong,” katanya.

Sasaran program bedah rumah dari pesantren Mabdaul ‘Uluum yaitu terutama dari lingkungan pesantren dulu yang membutuhkan, orang tua santri dari pesantren yang kurang mampu.
“Disini juga kita mempunyai program anak asuh, ada sekian puluh persen biaya masuk ke pesantren dari anak asuh yang tidak mengeluarkan biaya,” ujarnya.
Pesantren Mabdaul ‘Uluum baru-baru ini sedang membangun mesjid hasil dari mengumpulkan sedikit demi sedikit dana pembangunan yang direncakam dua lantai.
Ia menyebutkan luas mesjid yaitu panjang 9 meter ke 10 meter dengan luas area dalam 90 meter persegi, dan sampai area luar diperkirakan 150 meter persegi dengan daya tampung diperkirakan 300 jemaah santri Mabdaul ‘Uluum.

Ia mengatakan bahwa pesantrennya bukan untuk ajang bisnis, di mana untuk masuk ke pesantren Mabdaul ‘Uluum dari segi biaya relatif murah dan tidak mahal.
“Kita juga membentuk karakter di antara orang tua santri pesantren untuk saling membantu, satu tujuan antara lembaga, santri dan orang tua,” tutur alumni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Cipasung Tasikmalaya.
Sementara Ketua Pejuang Islam Nusantara (PIN) Kabupaten Garut, Rd. Agung Gunawan Muhammad merasa kagum dan bangga akan perjuangan yang dilakukan oleh Pendiri Yayasan Mabdaul ‘Uluum, Adi Pamungkas.
Sambung dia, dirinya sangat mengapresiasi atas kemajuan pembangunan infrastruktur pesantren beserta masjid di lingkungan Mabdaul ‘Uluum tersebut.


