GOREJAG Akan Menjelma Sebagai Model Ideal Desain Pembelajaran Digital

Share posting

Oleh : Hidir Hidayat & Rudi Herdiana

Dedah Maryonah, S.Pd.,M.Pd, Pelopor GOREJAG sekaligus Kordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul. (Foto: Hidir Hidayat – grahabignews.com)

Garut – GOREJAG merupakan sebuah karya inovasi dan kolaborasi dari para pendidik yang terlahir di tengah masa pendemi Covid-19 atau Pageblug sedang memuncak.

Pertama secara filosofis, Gerakan Optimalisasi Ruang Edukasi Jaringan Aplikasi Guru (GOREJAG) murni refleksi dari hasil pemantauan dan evaluasi program dari ke pengawasan, analisa dan terinspirasi dari kondisi saat ini akibat dari pandemi covid-19 yang terbuai kondisi saat lalu, dan kini berimplikasi besar pada perkembangan pendidikan.

“Beberapa hal terkait GOREJAG diambil dari bahasa sunda, kebalikannya leleda, selama ini budaya bahasa sudah sedikit tergerus dengan zaman,” ujar Dedah Maryonah, S.Pd.,M.Pd selaku Pelopor GOREJAG sekaligus Kordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (01/09).

Sambung Dedah bahwa model gerakan melalui jaringan aplikasi GOREJAG dengan blended training (kolaborasi pencampuran bimbingan dan pelatihan) ini membangun semangat. “Dimasa ini harus melakukan digitalisasi dan banyak cara untuk mengangkat GOREJAG,” imbuhnya.

“Tanggal 25 dibuka sama pak Kadis itu, dan kami telah buat piloting dengan hasil karya yang telah dirintis pada masa pandemi,” katanya.

Hasil Karya Yang Telah di Release di Masa Pndemi Covid-19. (Foto: Rudi Herdiana – grahabignews.com)

Kata Dedah, dengan hasil karya para guru di Gugus 1 di Tarogong Kidul, ternyata mereka mampu membuat karya dengan mengedepankan kolaborasi dan kerjasama.

“Berdasarkan jumlah yang 5 Gugus, dan setiap Gugus untuk melakukan sosialisasi, dan tindak lanjut kemudian di sekolah-sekolah masing-masing,” sebutnya.

Dengan perwakilan dari guru-guru di KKG dari setiap sekolah, ucap dia, disana ada kelas atas dan kelas bawah, guru mata pelajaran dilibatkan, dan setiap sekolah mengirimkan perwakilannya dengan penerapan protokol kesehatan.

“Secara teknis seperti itu, murni tujuannya tetap yaitu mengembangkan gerakan inspirasi akibat dari pandemi dengan mengangkat budaya lokal bahasa,” ucap Dedah.

Dengan mengacu kepada program Program Sekolah Penggerak (PSP), Profil Pelajar Pancasila, Mengembangkan dimensi profil pelajar pancasila dalam mewujudkan dan menyongsong era revolusi industri 4. 0.

“Semua harus terakomodir, dengan berada dalam satu system jaringan, bagaimana mengedukasi para guru supaya bisa berkarya,” katanya.

Ia yakin, ternyata jika para stakeholders menggali, mengarahkan dan berkolaborasi dengan para guru, maka hal yang dianggap sulit jadi mudah, dan produk karya para guru sungguh luar biasa.

“Program tanggal 25-30 Agustus kemarin, kami lakukan gerakan ke setiap KKG dengan diwakili oleh kelas atas, kelas bawah dan mapel tersebut,” kata Dedah.

Harapannya, kalau sudah dipublikasi karya dari guru-guru yang telah dibuat ini, bisa relevan untuk diterapkan di dunia pendidikan, baik program-program untuk semua lini bisa dibangun dengan GOREJAG. Alasannya, karena sistem aplikasi ini sudah mengakomodir semua kepentingan kepala sekolah dan guru.

“Hasil GOREJAG itu ternyata mampu mendesain modul pembelajaran dan inovasi desain aplikasi, ” pungkasnya bangga.


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *