Kumawula Merupakan Penghargaan Bagi Para Kepsek dan Guru Purnabakti Garut Kota, Inspirasi Hakiki Di Puncak acara Gebyar Prestasi&Karya HUT PGRI Ke-76 dan HGN 2021

Share posting

Liputan Khusus

Oleh : Wishnoe Ida Noor

Kumawula Merupakan Penghargaan Bagi Para Kepsek dan Guru Purnabakti Garut Kota, Inspirasi Hakiki Di Puncak acara Gebyar Prestasi&Karya HUT PGRI Ke-76 dan HGN 2021. (foto oleh Wishnoe Ida Noor-grahabignews.com)

Garut – Pada sesiaon penghargaan Kumawula pada puncak acara Gebyar Prestasi&Karya dalam rangka memperingati HUT PGRI Ke-76 dan Hari Guru Nasional (HGN) 2021, inilah yang berbeda. Humanisme yang dibangun  tak pernah berhenti apakah seorang Guru itu purnabakti ataupun sudah meninggal dunia. Bentuk-bentuk perhatian sebagai wujud hubungan manusia dengan manusia dan Tuhan-Nya tak luput menjadi sentuhan para panitia penyelenggara di bawah Ketua PGRI Kecamatan Garut Kota Kabupaten Garut, Rahmat, S.Pd.

Sebagai pembawa acara penghargaan Kumawula ini, Ibu Ema Nurjamilah, S.Pd., M.M. selaku Kepala Sekolah SDN Regol 10, memberikan ungkapan dalam bahasa Sunda, dalam rangka memberikan penghargaan kepada para Kepala Sekolah, Guru yang purna bhakti, maupun kepada mereka yang masih aktif menjalankan tugas.

Pembawa acara penghargaan Kumawula ini, Ibu Ema Nurjamilah, S.Pd., M.M dalam Bahasa Sunda halus penuh hikmat (foto oleh Wishnoe Ida Noor-grahabignews.com)

Dalam penghargaan Kumawula Ke 1, diberikan kepada alm. Nenda Sujana, S.Pd.,  Kepala Sekolah Kota Kulon 11 diberikan kepada putri cikalnya, Ibu Elly Nurliasri (40 th) penjaga sekokah di SD Kota Kulon 10 dan 11, dan pada Hj. Tati Mulyati, S.Pd., yang memasuki purnabakti.

Ibu Elly Nurliasri (40 th) penjaga sekokah di SD Kota Kulon 10 dan 11 menerima penghargaan Kumawula dari UPT Pendidikan Kec. Garut Kota menjadi wakil dari keluarga alm. Bapak Nenda Sujana, S.Pd.SD. (foto oleh Wishnoe Ida Noor-grahabignews.com)

Pada acara ini seluruh hadirin larut dalam duka, ketika mengenang dedikasi, loyalitas, kesehajaan figure alm. Nenda. Tak terasa tanpa dipaksa, air mata menitik membasahi pipi diantara rasa haru, dan pilu yang tertahan bagi seluruh tamu undangan.

Ibu Ema selaku Kepala Sekolah SDN 10 Regol dengan menggunakan Bahasa Sunda yang santun, runut membacakan biografi alm. Nenda dari mulai beliau mengikuti pendidikan keguruan, kuliah, mengajar, dan prestasi lainnya hingga maut menjemputnya.

Hj. Tati Mulyati, S.Pd., yang memasuki purnabakti. mengenakan kerudung biru mendapatkan penghargaan Kumawula memasuki purnabakti selaku Kepala Sekolah (foto oleh Wishnoe Ida Noor-grahabignews.com)

Atas segala pengabdiannya, pihak Korwil Pendidikan Garut Kota beserta seluruh jajarannya, memberikan penghargaan Kumawula (pengabdian-red) diterima dengan suka cita oleh Ibu Elly selaku putrinya. Penghargaan tersebut berupa piagam dan uang kadeudeuh.

Demikian juga bagi para Kepala Sekolah yang purnabakti, mendapatkan hal yang sama. Mereka menyambutnya dengan suka cita, dimana pengabdiannya di dalam mencerdaskan anak bangsa tak akan berhenti tersekat dengan masa purnabakti, melainkan dalam tatanan masyarakat tetap berkiprah.

Ibu Elly Nurliasri (40 th) penjaga sekokah di SD Kota Kulon 10 dan 11 menerima penghargaan Kumawula dari UPT Pendidikan Kec. Garut Kota menjadi wakil dari keluarga alm. Bapak Nenda Sujana, S.Pd.SD. (foto oleh Wishnoe Ida Noor-grahabignews.com)

Ditempat terpisah, usai menerima penghargaan GrahaBigNews mencoba berwawancara singkat dengan Ibu Elly Nurliasri (40 th) penjaga sekolah di SD Kota Kulon 10dan 11 berceritera, bahwa dirinya mengucapkan terimakasih pada seuruh jajaran di UPT Pendidikan Kecamatan Garut Kota yang tetap mengingat jasa almarhum, semoga semua perhatian dan kebaikannya menjadi amal ibadah.

Ketika disinggung bagaimana sosok alm. Nenda Sujana, Ibu Elly merasa bangga terhadap pengabdian Bapak, dan kepada panitia yang telah memberika  penghargaan. Bapak orangnya sederhana, sabar, dan bijaksana. Beliau memberikan amanat padanya harus bisa mendidik anak-anak agar selamat dunia dna akherat.

Untuk itu, Ibu Elly selain selaku Pramu Sekolah (Penjaga Sekolah) di SD Kota Kulon 10 dari tahun 2013 sampai sekarang sekuat tenaga bersama suaminya Dede Kordijaya sama selaku  penjaga sekolah di SDN Kota Kulon 11, bertekad untuk mendidik anak-anaknya dengan baik sesuai amanat almarhum Ayahandanya.

“ Saya memiliki 2 putri, yaitu Annisa Aulia Nurfadilah (18 th) SMKN 1 Garut kelas 3, dan Meysa Adelia Nur Ilmi (13 th) SMPN 3 Garut kelas 7, semoga saya bisa menjalankan amanat Bapak,” ucapnya lirih.

Ibu Elly mengulas sekilas detik-detik alm. Nenda  Sujana Ketika di rawat di Nurhayati, detik-detik sebelum beliau meninggal dengan memberikan amanat agar besok memasak untuk 2 hari dan kita akan jalan-jalan.

“Ternyata jalan-jalan  itu simbol, mengnatarkan beliau kempemakaman, dan beliau meninggal pada usia 55 tahun,”pungkasnya.

 


Share posting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *